Portal Berita Ekonomi Kamis, 06 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,39 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,50 USD/barel.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,26% terhadap Euro pada level 1,1894 USD/EUR.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Poundsterling pada level 1,3143 USD/GBP.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yen pada level 105,44 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 2.049 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,85% pada akkhir sesi I.

BMKG Sebut 64% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau

BMKG Sebut 64% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau
WE Online, Jakarta -

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , Indra Gustari mengatakan sudah 64% wilayah Tanah Air sudah mulai musim kemarau.

“Sekarang seperti apa musim kemarau kita? Sampai akhir Juni kemarin, kita pindah sudah 64% wilayah kita sudah pindah musim kemarau. Jadi masih ada 35% wilayah kita yang masih kesulitan musim hujan. Tentu daerah ini daerah-daerah ini masih dalam tahap penanganan curah hujan tinggi,” ujar Indra dalam Konferensi Pemulihan banjir bandang Luwu Utara, Sulawesi Selatan di Media Center BNPB, Jakarta, (19/7/2020).

Baca Juga: Penularan Covid-19 Tinggi, Hanya yang Sehat yang Boleh ke Kantor!

“Demikian juga dengan daerah-daerah yang sebelumnya tidak mengidentifikasi musim kemaraunya. Hal ini membahas dengan pengamatan kita dari titik pengamatan di permukaan yaitu apa yang kita namakan dengan pos hujan ya. Jadi kalau zona hijau adalah daerah yang masih banyak hujannya,” jelas Indra.

Indra mengatakan dari perbincangan BMKG di sepanjang Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dalam satu bulan terakhir sudah tidak membaik.

Baca Juga: Polemik Lonjakan Tagihan Listrik, Kantor Luhut Dihujani Ratusan Aduan

“Sedang karena kita amati untuk Jawa mulai dari Jawa Barat sampai Nusa Tenggara sudah coklat sebaliknya ada yang merah. Jadi daerah-daerah di Jawa Bali Nusa Tenggara ini sebagian besar sudah 21 hari atau 1 bulan tidak bertambah hujan. Bahkan ada satu titik di Kupang yang sudah 70 hari tidak ada hujan, ”paparnya.

Sementara itu, kata Indra, ada beberapa wilayah pada bulan Juli ada wilayah yang mengubah musim berkebalikan dengan musim penghujan. Yang berarti, tidak semua daerah Indonesia berada pada periode kemarau. Daerah yang saat ini masuk dalam wilayah penghujan yaitu daerah sekitar Maluku dan Papua Bagian Barat.

“Dimana daerah di sekitar Maluku dan Papua bagian barat. Ini berkebalikan dengan kondisi di Jawa atau Sumatera bagian selatan. "Di Jawa itu merupakan puncak dari periode kemarau atau periode kering di Juni, Juli, Agustus, daerah Maluku, daerah Papua Barat itu adalah periode yang merupakan puncak dari musim hujannya," tutup Indra.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kondisi Cuaca

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.21 3,869.80
British Pound GBP 1.00 19,245.57 19,048.27
China Yuan CNY 1.00 2,110.35 2,089.11
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,659.94 14,514.07
Dolar Australia AUD 1.00 10,543.43 10,431.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,891.56 1,872.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,703.03 10,592.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,401.35 17,222.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,499.63 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,887.78 13,748.29
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5127.051 52.049 696
2 Agriculture 1155.132 -0.286 23
3 Mining 1399.666 40.451 48
4 Basic Industry and Chemicals 749.122 6.097 80
5 Miscellanous Industry 905.550 12.406 52
6 Consumer Goods 1911.618 34.786 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.258 0.452 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 904.224 19.899 78
9 Finance 1122.591 2.025 93
10 Trade & Service 615.708 4.701 173
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 INAF 2,280 2,850 570 25.00
3 PEHA 1,390 1,735 345 24.82
4 PYFA 775 965 190 24.52
5 CENT 106 128 22 20.75
6 ALTO 334 400 66 19.76
7 JIHD 470 560 90 19.15
8 CNTX 218 258 40 18.35
9 PGLI 178 210 32 17.98
10 DPNS 246 286 40 16.26
No Code Prev Close Change %
1 UANG 412 384 -28 -6.80
2 KBAG 324 302 -22 -6.79
3 DART 236 220 -16 -6.78
4 LUCK 266 248 -18 -6.77
5 SRAJ 148 138 -10 -6.76
6 WOWS 74 69 -5 -6.76
7 RICY 89 83 -6 -6.74
8 PCAR 386 360 -26 -6.74
9 SINI 476 444 -32 -6.72
10 KICI 268 250 -18 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 PSAB 262 290 28 10.69
3 MDKA 1,810 1,935 125 6.91
4 BBRI 3,080 3,080 0 0.00
5 FREN 132 144 12 9.09
6 INAF 2,280 2,850 570 25.00
7 TOWR 1,160 1,160 0 0.00
8 TLKM 2,950 3,020 70 2.37
9 MSIN 270 270 0 0.00
10 BRIS 535 550 15 2.80