Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,05% pada level 25.230.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,21% pada level 2.437.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,78% pada level 23.249.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,04% pada level 3.320.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,24% pada level 2.594.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,07% pada level 6.213.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.775 IDR/USD.

Dinyinyirin Utang, Sri Mulyani: Negara Islam Dunia Juga Berutang!

Dinyinyirin Utang, Sri Mulyani: Negara Islam Dunia Juga Berutang!
WE Online, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, mayoritas negara di dunia memiliki kebijakan untuk berutang. Bahkan, negara Islam sekalipun melakukan kebijakan serupa demi menjalani program negaranya.

"Di seluruh dunia negara juga berutang, coba dicek aja. Semua negara Islam di dunia, semuanya juga berutang," kata wanita yang karib disapa Ani itu dalam akun Instagram pribadinya yang dikutip Okezone, Senin (20/7/2020).

Baca Juga: Tumbuh 132,7%, Sri Mulyani: Utang Pemerintah Rp421,5 Triliun

Menurut Sri Mulyani, bila ada pihak yang tidak setuju dengan kebijakan utang, harap melihat fungsi utang itu untuk pembiayaan apa saja.

"Jadi mari melihat semua aspek. Jadi enggak ada benci, apalagi ngomongnya kasar-kasar. Menurut saya itu enggak bagus. Itu menunjukkan adab sopan santun dan keimanan agama Anda," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk melalukan utang karena menambah anggaran belanja negara yang digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

"Kalau utangnya membuat infrastruktur kita menjadi baik, ya tidak ada masalah. Kalau enggak utang, berarti kita menunda semua kebutuhan infrastruktur untuk masalah pendidikan dan kesehatan. Jadi anak-anak menjadi kurang gizi, tidak sekolah dan miskin," ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan, pembiayaan utang pemerintah tercatat Rp421 triliun atau tumbuh 132% periode 31 Juni 2020 dibandingkan periode Mei 2019 yang sebesar 2,9%. Menurutnya, peningkatan utang pemerintah ini terjadi karena adanya ketidakpastian yang dipengaruhi kondisi global maupun domestik.

"Jadi kita melakukan realisasi pembiayaan utang secara total Rp421,5 t atau 34,5% terhadap Perpres 72 perubahan APBN, growth 132,2%" ujar dia dalam konfrensi pers APBN KiTa.

Dia juga menjelaskan bahwa pembiayaan utang ini terdiri dari surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp430,4 triliun atau 36,7 % terhadap perubahan APBN dengan pertumbuhan 119,9%.

"Kemudian, untuk pinjaman realisasinya 8,9% atau tumbuh 39,2%," ungkap dia.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Tag: Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,986.93 3,947.05
British Pound GBP 1.00 19,532.50 19,336.66
China Yuan CNY 1.00 2,155.16 2,132.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,951.39 14,802.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,723.14 10,614.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.06 1,909.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,905.46 10,795.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,659.09 17,478.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.61 3,532.84
Yen Jepang JPY 100.00 14,008.61 13,867.92
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35