Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,63% pada level 24.377.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,48% pada level 2.386.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 22.329.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,75% pada level 3.379.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,53% pada level 2.545.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 6,96 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,15% terhadap Dollar AS pada level 14.648 IDR/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,19% pada level 6.043.

Pencegahan Kebakaran Lewat Program Desa Bebas Api Makin Intensif

Pencegahan Kebakaran Lewat Program Desa Bebas Api Makin Intensif
WE Online, Jakarta -

Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan selalu menjadi ancaman. Pemerintah pun telah menyiapkan sejumlah agenda untuk menanganinya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) menyiapkan tiga strategi dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiga langkah tersebut akan diperkuat sebagai upaya pencegahan karhutla. Salah satunya adalah memperkuat kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah karhutla.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Jambi Ajak Semua Pihak...

"Kami membahas peningkatan partisipasi melalui pendekatan masyarakat berkesadaran hukum. Ini merupakan tahapan penting dari jalan panjang memantapkan upaya pencegahan karhutla secara permanen sesuai arahan Bapak Presiden," ungkap Menteri KLHK, Siti Nurbaya.

Sadar akan pentingnya melakukan pencegahan kebakaran hutan, unit bisnis Grup APRIL, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut memperkuat program penecegahan berbasis masyarakat yaitu Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program (FFVP) dengan memperluas jangkauan ke 28 desa baru di Provinsi Riau.

Memasuki tahun keenam, Program Desa Bebas Api telah menjalin kemitraan dengan hampir 80 desa yang mencakup lahan seluas 753.604 hektare atau hampir sepuluh kali luas wilayah Singapura. Program ini terbukti membantu mengurangi kebakaran hingga 90% di wilayah tempat masyarakat setempat.

Sejumlah cara dilakukan RAPP untuk mengedukasi masyarakat bahayanya membuka lahan dengan membakar dan mengajarkan para petani setempat untuk melaksanakan penanaman berkelanjutan. Fire Protection and Conservation Manager RAPP, Sailal Arimi, menjelaskan, terdapat lima elemen utama dalam program Desa Bebas Api, yakni:

1. Penghargaan Rp100 juta kepada desa yang tak mengalami kebakaran selama 3 bulan;

2. Keterlibatan crew leader dalam mencegah kebakaran di desa;

3. Bantuan pembukaan lahan;

4. Pemantauan kualitas udara dengan perangkat PM10 di 7 desa; dan

5. Sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar.

Program sosialisasi tersebut juga mencakup edukasi dalam kegiatan Fire Aware Community (FAC) yang terdiri dari FAC Goes to School, FAC Goes to Movie, dan FAC Goes to Market. Tahun ini, FAC bakal menjangkau 60 sekolah, khususnya yang berada di lahan gambut.

Adapun sebanyak 28 desa baru yang telah meneken nota kesepahaman untuk bekerja sama dalam program FFVP tersebar di tiga kabupaten di sekitar wilayah operasional PT RAPP, yakni Pelalawan, Meranti, dan Siak.

Menanggapi kerja sama dalam Program Desa Bebas Api, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, mendukung penuh program Desa Bebas Api karena tindakan pencegahan lebih efektif untuk menekan angka karhutla.

"Musim kemarau berpotensi menimbulkan karhutla, ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kita harus bersama-sama menggalang kerja sama dengan semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikan masalah karhutla," kata Irwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Sailal menambahkan, dalam masa pandemi Covid-19, tim pemadam RAPP diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi penginderaan jauh, melakukan disinfeksi peralatan dengan cermat, menggunakan taktik pemadaman api secara agresif, serta membatasi kebutuhan anggota pemadam kebakaran dalam jumlah besar di satu tempat.

"Lebih dari 80% kebakaran yang kami tangani setahun terakhir berasal dari pembukaan lahan skala kecil. Jadi, kuncinya saling bekerja sama sehingga muncul pemahaman terhadap dampak pembukaan lahan dengan cara membakar dan solusinya," tutur Sailal.

Untuk penanggulangan Karhutla, APRIL/ RAPP menginvestasikan lebih dari 9 juta dolar AS, termasuk helikopter, perahu, menara pengintai, hingga pelatihan pemadam kebakaran untuk 724 relawan di 48 desa di Riau.

Selain itu, sebanyak 1.080 anggota Regu Cepat Tanggap, 260 tim Tanggap Darurat Karhutla (FERT), dan 30 petugas pemadam kebakaran disiagakan selama 24 jam di seluruh wilayah konsesi perusahaan sepanjang musim kemarau.

Grup APRIL telah mengumumkan periode rawan kebakaran sejak 1 Juli lalu kepada seluruh unit bisnis dan mitranya sebagai upaya kewaspadaan dalam pencegahan karhutla baik di konsesi perusahaan hingga di lahan masyarakat. Masyarakat yang melihat adanya karhutla di sekitar konsesi atau lahan masyarakat berdekatan dapat menghubungi nomor telepon hotline +62 811 707 2121.

Tag: Corporate Social Responsibility (CSR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), APRIL Group, Karhutla

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: APRIL Group

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,952.16 3,912.41
British Pound GBP 1.00 19,383.54 19,189.20
China Yuan CNY 1.00 2,127.16 2,105.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,823.75 14,676.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,628.63 10,521.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,912.67 1,893.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.48 10,693.08
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,492.03 17,312.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.36 3,494.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,015.08 13,871.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5157.834 13.941 698
2 Agriculture 1196.835 14.709 23
3 Mining 1430.960 10.921 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.125 10.099 80
5 Miscellanous Industry 917.814 -18.704 52
6 Consumer Goods 1912.827 11.449 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.005 3.307 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 887.705 -3.693 78
9 Finance 1124.737 1.036 93
10 Trade & Service 636.358 1.343 174
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 139 187 48 34.53
2 SGER 108 145 37 34.26
3 BPTR 74 99 25 33.78
4 KJEN 1,100 1,375 275 25.00
5 TOYS 545 680 135 24.77
6 DUCK 314 386 72 22.93
7 ARGO 1,485 1,805 320 21.55
8 ATIC 575 690 115 20.00
9 GHON 1,355 1,600 245 18.08
10 KOIN 100 118 18 18.00
No Code Prev Close Change %
1 GSMF 100 93 -7 -7.00
2 POLU 1,000 930 -70 -7.00
3 FREN 143 133 -10 -6.99
4 PEGE 143 133 -10 -6.99
5 GOLD 202 188 -14 -6.93
6 RIGS 232 216 -16 -6.90
7 PGLI 190 177 -13 -6.84
8 GLVA 322 300 -22 -6.83
9 POLI 1,245 1,160 -85 -6.83
10 RONY 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 3,180 3,330 150 4.72
2 TOWR 1,080 1,085 5 0.46
3 TKIM 6,675 7,200 525 7.87
4 FREN 143 133 -10 -6.99
5 TLKM 2,980 2,970 -10 -0.34
6 INAF 3,190 3,330 140 4.39
7 INKP 8,575 9,675 1,100 12.83
8 PURA 126 126 0 0.00
9 DOID 278 294 16 5.76
10 MDKA 2,050 1,980 -70 -3.41