Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,05% pada level 25.230.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,21% pada level 2.437.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,78% pada level 23.249.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,04% pada level 3.320.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,24% pada level 2.594.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,07% pada level 6.213.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.775 IDR/USD.

Si Lincah, Tahan Banting dan Canggih Kini Ditakuti Militer AS

Si Lincah, Tahan Banting dan Canggih Kini Ditakuti Militer AS
WE Online, Jakarta -

Selama Perang Dingin, Amerika Serikat (AS) hanya memperhatikan keseimbangan kekuatan militer AS-Uni Soviet. Usai Uni Soviet runtuh di akhir 1980-an kekuatan militer AS hampir tidak ada yang dapat menyaingi.

Kini China sebagai perekonomian kedua di dunia mulai mengembangkan kekuatan militer mereka.

Baca Juga: Menyetop Klaim China atas Laut China Selatan, Langkah Pertama...

AS mulai memperhatikan dengan detail kendaraan dan mesin tempur Negeri Tirai Bambu. Kris Osborn dari situs pertahanan Warrior Maven lewat artikelnya menganalisis artileri mobil jenis Howitzer milik Tentara Pembebas Rakyat (PLA) China yang kini dibawa ke perbatasan dengan India. Di situs stasiun televisi Fox News, Osborn menjelaskan artileri 155 mm itu lebih ringan dan terdigitalisasi.

Artileri ini dinilai membuka dimensi baru artileri mobil serang di pertempuran medan terbuka. Artileri mobil yang dinamakan PCL-181 ini pertama kali dikenalkan pada parade militer tahun 2019. Mesin tempur ini lebih cepat, tahan banting dan lincah dibandingkan jenis sebelumnya.

PCL-181 hanya seberat 20 ton, biasanya howitzer China dua kali lebih berat dari itu sehingga sulit melakukan manuver atau sekedar dipindahkan.

Media milik pemerintah China, Global Times mengutip pakar militer yang mengatakan ringannya senjata baru ini akan meningkatkan daya tempurnya. Kurangnya oksigen di dataran tinggi dapat berdampak pada kekuatan mesin. Tapi dengan beratnya yang ringan senjata ini dapat bergerak lebih lincah dan bereaksi lebih cepat. 

The Global Times juga mengungkapkan keunggulan PCL-181 terletak pada panel kendalinya yang canggih dan terdigitalisasi. Sehingga kalibrasi senjata dalam dilakukan otomatis dan pengisian amunisi secara semi otomatis.

Senjata baru ini tampaknya memang dispesifikan untuk operasi-operasi ekspedisi di China yang memiliki banyak pegunungan.

"Senjata artileri seperti howitzers berguna di daerah pegunungan karena proyektil ditembakan mengikut jalur parabola, yang mana dapat melewati gunung di medan yang dapat menghalangi tembak lurus, contohnya seperti, tank," kata pakar militer China di  Global Times.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: China (Tiongkok), Militer China

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,986.93 3,947.05
British Pound GBP 1.00 19,532.50 19,336.66
China Yuan CNY 1.00 2,155.16 2,132.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,951.39 14,802.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,723.14 10,614.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.06 1,909.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,905.46 10,795.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,659.09 17,478.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.61 3,532.84
Yen Jepang JPY 100.00 14,008.61 13,867.92
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35