Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,42% pada level 25.244.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,57% pada level 2.432.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,41% pada level 22.843.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 3.319.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,58% pada level 2.558.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,78% pada level 6.202.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,55% terhadap Dollar AS pada level 14.760 IDR/USD.

Susi Pudjiastuti: Meski SMP, Ekspor Benih Lobster Tak Benar!

Susi Pudjiastuti: Meski SMP, Ekspor Benih Lobster Tak Benar!
WE Online, Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti menginginkan agar benih lobster selalu dilindungi. Ini lantaran hal tersebut penting untuk keberlangsungan lobster hingga dapat terus dilihat oleh generasi mendatang.

"Penting melindungi (benih lobster) untuk generasi yang akan datang," kata Menteri Susi dalam diskusi daring "Telaah Kebijakan Ekspor Benih Lobster" di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Bertolak Belakang dari Susi Pudjiastuti, Kebijakan Edhy Liberal

Menurut Susi, meski tingkat pendidikannya hanya sampai sekolah menengah, ia meyakini akal sehatnya bahwa aktivitas ekspor benih lobster adalah hal yang tidak benar.

Susi mengingatkan pengalamannya saat menjadi pengusaha perikanan beberapa dekade sebelumnya di daerah Pangandaran, Jawa Barat. Sebelum tahun 2000 bisa mudah mendapatkan stok lobster hingga sekitar 2 ton per hari. Namun, hal tersebut terasa makin berkurang sehingga ia berkeyakinan bahwa sumber daya bibit lobster harus dilindungi.

Pembicara lainnya, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Tb Ardi Januar menuturkan, penerbitan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 12/2020 asal muasalnya adalah untuk menjalankan amanah Presiden Joko Widodo agar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berkomunikasi dengan pemangku kepentingan.

Untuk itu, ujar Ardi, Menteri Edhy terus menjalin komunikasi dan terjun hingga ke pelosok-pelosok untuk menangkap aspirasi dari nelayan dan pembudidaya. Salah satu yang diterima adalah adanya aktivitas ekonomi yang lumpuh sejak adanya larangan ekspor benih dan pembudidayaan lobster sehingga Menteri Edhy membentuk tim yang mengkaji permasalahan tersebut.

Tim tersebut, lanjutnya, juga berisi para pakar yang kompetensinya sudah teruji antara lain adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dan Guru Besar IPB Rokhmin Dahuri. Dengan adanya regulasi tersebut, masih menurut dia, semua pihak didengar aspirasinya termasuk nelayan yang menangkap benih, petambak yang menjalankan budi daya, serta negara juga mendapatkan pemasukan devisa.

"Negara mendapat untung, nelayan dan pembudidaya mendapat manfaat, dan pelestarian lingkungan tetap terjaga," kata Ardi.

Ardi mengajak berbagai pihak untuk mengawasi pelaksanaan Peraturan Menteri KP No 12/2020 dan pihaknya juga terbuka atas berbagai masukan dari masyarakat.

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati menyoroti transparansi mekanisme pemilihan perusahaan yang bisa mengekspor benih lobster. Sementara, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengingatkan bahwa regulasi pada era Menteri Susi yang melarang ekspor benih lobster membuat sejumlah stok di beberapa kawasan perairan menjadi naik.

Sementara itu, pakar lobster Bayu Priambodo memaparkan, kalau benih lobster dibiarkan saja di alam, hanya 0,01 persen saja yang bisa tumbuh menjadi dewasa. Sementara, bila melalui pembudidayaan, angka tersebut bisa mencapai 30-70 persen.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, Lobster

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.13 3,920.52
British Pound GBP 1.00 19,355.16 19,161.11
China Yuan CNY 1.00 2,135.01 2,113.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,850.89 14,703.12
Dolar Australia AUD 1.00 10,579.77 10,473.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.22 1,897.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.58 10,693.18
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,415.64 17,236.47
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.93 3,496.58
Yen Jepang JPY 100.00 13,924.89 13,785.04
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5233.452 43.286 698
2 Agriculture 1188.962 -10.769 23
3 Mining 1395.598 -30.035 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.498 -0.452 80
5 Miscellanous Industry 953.527 21.512 52
6 Consumer Goods 1915.276 -1.055 58
7 Cons., Property & Real Estate 296.661 1.011 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 884.277 2.523 78
9 Finance 1165.350 25.274 93
10 Trade & Service 637.516 2.101 174
No Code Prev Close Change %
1 SGER 195 262 67 34.36
2 BMTR 212 264 52 24.53
3 BBLD 382 450 68 17.80
4 MREI 4,500 5,200 700 15.56
5 RUIS 196 224 28 14.29
6 AGRO 242 274 32 13.22
7 PRAS 122 138 16 13.11
8 GOLD 181 204 23 12.71
9 DIVA 1,960 2,200 240 12.24
10 POLI 1,080 1,210 130 12.04
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 262 244 -18 -6.87
2 PGLI 204 190 -14 -6.86
3 RMBA 264 246 -18 -6.82
4 MSKY 1,100 1,025 -75 -6.82
5 RONY 103 96 -7 -6.80
6 MDLN 59 55 -4 -6.78
7 UNSP 59 55 -4 -6.78
8 WOMF 266 248 -18 -6.77
9 LRNA 178 166 -12 -6.74
10 SSTM 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,190 3,350 160 5.02
2 BRIS 570 590 20 3.51
3 BBNI 4,780 5,125 345 7.22
4 MNCN 880 955 75 8.52
5 TOWR 1,070 1,090 20 1.87
6 MDKA 1,915 1,810 -105 -5.48
7 AGRO 242 274 32 13.22
8 KPIG 109 109 0 0.00
9 PURA 129 129 0 0.00
10 TLKM 2,930 2,950 20 0.68