Portal Berita Ekonomi Selasa, 04 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:23 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,38% terhadap Dollar AS pada level 14.575 IDR/USD.
  • 09:22 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 1,47% pada level 10.902.
  • 09:21 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,78 USD/barel.
  • 09:20 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,88 USD/barel.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1764 USD/EUR.
  • 09:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,3079 USD/GBP.
  • 09:17 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,89% pada level 26.664.
  • 09:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,31% pada level 2.280.
  • 09:14 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 1,34% pada level 22.492.
  • 09:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,05% pada level 3.366.
  • 09:08 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,72% pada level 3.294.
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka positif 0,45% pada level 2.496.
  • 09:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 09:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,22% terhadap Yen pada level 106,18 JPY/USD.
  • 09:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.975 USD/troy ounce.

5 Cara Hindari Risiko Peningkatan Peretasan Selama Pandemi

5 Cara Hindari Risiko Peningkatan Peretasan Selama Pandemi
WE Online, Jakarta -

Grant Thornton, salah satu organisasi global yang menyediakan jasa audit, tax, dan advisory, baru-baru ini melakukan polling kepada 615 orang terkait latar belakang profesi seperti CFO, Controller, Akuntan, Auditor Internal, Analis Keuangan, dan Tax Professional untuk melihat gambaran nyata kenaikan fraud selama pandemi.

Pandemi global Covid-19 mendorong terjadinya disrupsi dalam bisnis yang juga meningkatkan risiko penipuan berbasis teknologi/ penipuan siber. Hal ini didasari pada beberapa hal seperti banyaknya pekerja yang bekerja dari luar kantor menggunakan teknologi sehingga meningkatkan risiko keamanan siber dengan traffic yang berkali lipat. Selain itu, stimulus bisnis berjumlah triliunan yang dikeluarkan untuk memutar kembali roda perekonomian di berbagai negara menimbulkan banyak celah untuk terjadinya fraud.

Baca Juga: Gilak! Ada Lonjakan Serangan Siber, 375 Ancaman Baru per Menit

"Meskipun sejak sebelum pandemi ancaman peretasan siber sudah terasa nyata, saat ini manajemen perusahaan perlu dua kali lipat lebih waspada dan memprioritaskan pembangunan sistem perlindungan yang memadai untuk menghindari ancaman kerugian yang lebih besar," kata Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2020).

Berdasarkan penelusuran Cybernews, pencarian terkait hacking, scamming, dan berbagai bentuk kejahatan siber lainnya meningkat pesat sejak Maret-Mei 2020. Sejalan dengan data tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mencatat kenaikan serangan siber selama pandemi di Indonesia hingga hampir enam kali lipat!

Dalam survei tersebut terlihat 17% dari responden telah mengalami fraud sepanjang pandemi ini dan hanya 18% responden yang telah memiliki rencana penanggulangan fraud Covid–19. Mereka juga berpendapat ada 3 (tiga) peretasan yang dirasa paling berbahaya saat ini, yaitu pengambilalihan akun, penipuan berbasis aplikasi, serta ancaman dari orang dalam.

Memasuki new normal, Grant Thornton Indonesia memaparkan lima langkah yang akan membantu membendung risiko peretasan yang dihadapi perusahaan. 

Perlu menunjuk ahli anti-peretasan dalam perusahaan untuk memimpin tim ini. Orang tersebut  harus memiliki akuntabilitas untuk semua program anti-peretasan terkait pandemi, mungkin saja orang atau tim tersebut bisa saja sudah menjadi bagian dari perusahaan, tetapi pastikan bahwa ini bukanlah tugas biasa karena mereka akan bertanggung jawab untuk beradaptasi dan melakukan eksekusi dengan cepat.

Kemungkinan akan terdapat banyak perubahan dalam proses bisnis untuk merespons secara cepat perubahan program pemerintah, peraturan, paket stimulus, faktor ekonomi, dan keputusan bisnis di tingkat eksekutif. Kemungkinan sistem yang ada saat ini tidak relevan untuk mencatat data terkait prosedur baru. Rencanakan untuk melakukan penyesuaian maupun improvisasi dari sistem saat ini agar dapat berjalan sesuai proses yang baru.

Dalam masa yang penuh ketidakpastian, akan sangat penting untuk proaktif dalam mengidentifikasi berbagai ancaman baru. Bentuk tim untuk mengevaluasi skema peretasan yang mungkin timbul dan kumpulkan informasi intelijen dari teman, regulator, maupun mitra. Berkolaborasi dengan tim keamanan siber juga direkomendasikan untuk menemukan berbagai sumber ancaman yang ada.

Saat teknik pemodelan yang diawasi mungkin tidak menjadi terlalu akurat ketika perilaku berubah secara dramatis, pengaktifan metode yang tidak diawasi (otomatisasi) seperti deteksi anomali, analisa jaringan, dan sistemisasi pengaturan, semuanya dapat memberikan penambahan nilai keamanan dengan cepat.

Deteksi peretasan bukanlah sebuah proses "set-and-forget" sehingga perusahaan harus tetap waspada terhadap ancaman siber yang dapat berevolusi dari waktu ke waktu. Otomatisasi proses, peringatan untuk hibernasi, serta berbagai metode lainnya dapat membantu tim anti-peretasan menangani peningkatan volume peringatan fraud yang mungkin mereka hadapi.

Tag: Grant Thornton, Digital Economy, tips keamanan siber, Serangan siber

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kaspersky

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.77 3,903.33
British Pound GBP 1.00 19,346.75 19,151.32
China Yuan CNY 1.00 2,119.66 2,097.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,786.57 14,639.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,545.78 10,439.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,907.90 1,888.89
Dolar Singapura SGD 1.00 10,749.96 10,639.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,403.79 17,224.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.52 3,451.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,972.00 13,831.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5006.223 -143.404 696
2 Agriculture 1132.922 -23.402 23
3 Mining 1339.654 -30.521 48
4 Basic Industry and Chemicals 729.440 -22.638 80
5 Miscellanous Industry 879.860 -41.872 52
6 Consumer Goods 1844.749 -41.299 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.410 -11.086 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.177 -32.885 78
9 Finance 1104.883 -30.046 93
10 Trade & Service 608.529 -14.465 173
No Code Prev Close Change %
1 RELI 280 350 70 25.00
2 UANG 354 442 88 24.86
3 MEGA 6,700 7,900 1,200 17.91
4 FIRE 124 139 15 12.10
5 AMFG 2,700 2,970 270 10.00
6 SBAT 158 173 15 9.49
7 MREI 4,100 4,480 380 9.27
8 KICI 250 268 18 7.20
9 DNAR 240 254 14 5.83
10 TPMA 344 364 20 5.81
No Code Prev Close Change %
1 FREN 143 133 -10 -6.99
2 SAME 86 80 -6 -6.98
3 ISSP 129 120 -9 -6.98
4 ADMG 115 107 -8 -6.96
5 KBAG 374 348 -26 -6.95
6 MBTO 72 67 -5 -6.94
7 IPCC 432 402 -30 -6.94
8 NIKL 865 805 -60 -6.94
9 KBLV 346 322 -24 -6.94
10 DIVA 2,020 1,880 -140 -6.93
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,160 2,990 -170 -5.38
2 TLKM 3,050 2,920 -130 -4.26
3 BBNI 4,600 4,440 -160 -3.48
4 BBCA 31,200 30,650 -550 -1.76
5 PTBA 2,030 1,975 -55 -2.71
6 TOWR 1,135 1,130 -5 -0.44
7 ASII 5,150 4,880 -270 -5.24
8 BRIS 540 515 -25 -4.63
9 MNCN 820 790 -30 -3.66
10 BMRI 5,800 5,500 -300 -5.17