Portal Berita Ekonomi Kamis, 06 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 41,72 USD/barel.
  • 16:04 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 44,91 USD/barel.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,20% terhadap Euro pada level 1,1839 USD/EUR.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,42% terhadap Poundsterling pada level 1,3169 USD/GBP.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,00% pada level 2.557. 
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yen pada level 105,68 JPY/USD.
  • 16:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 2.047 USD/troy ounce.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,69% pada level 24.930.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,26% pada level 3.386.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,33% pada level 2.342.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,43% pada level 22.418.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,51% pada level 6.012.
  • 15:55 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.585 IDR/USD.

Sri Mulyani Beberkan Fakta di Balik Bengkaknya Utang Indonesia

Sri Mulyani Beberkan Fakta di Balik Bengkaknya Utang Indonesia
WE Online, Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang Indonesia saat ini didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merinci posisi utang pemerintah per akhir Juni 2020 meningkat menjadi Rp5.264,07 triliun. Utang tersebut bertambah Rp484,8 triliun dari posisi akhir 2019 Rp4.779 triliun seiring kebutuhan dana untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Segera Sebar Gaji ke-13, PNS Inginkan...

"Pembiayaan utang dengan instrumen utang secara hati-hati serta prudent, efisien, dan akuntabel," kata Sri Mulyani dalam webinar di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Kata dia, seiring kenaikan tersebut, rasio utang pemerintah terhadap PDB pun membengkak menjadi 32,67% dibandingkan akhir 2019 sebesar 29,8%. Rasio utang ini juga diprediksi akan terus meningkat hingga 2021.

"Komposisi utang pemerintah masih didominasi dalam bentuk SBN yakni 83,9% atau Rp4.472,22 triliun. Sementara itu, porsi pinjaman 16,1% atau Rp791,85 triliun," jelasnya.

Sri Mulyani menjelaskan, kondisi pasar Surat Berharga Negara (SBN) RI sudah makin membaik saat ini. Hal tersebut terlihat dari kinerja lelang dan imbal hasil alias yield SBN. "Kami berharap konfiden serta kepercayaan kepada RI akan terus menguat," kata Sri Mulyani.

Dari kinerja lelang, Sri Mulyani menjelaskan, makin membaiknya kondisi pasar SBN Indonesia terlihat dari jumlah penawaran yang masuk alias incoming bids. Hingga semester II 2020, total incoming bids SBN tercatat mencapai Rp1.423 triliun.

Apalagi, partisipasi Bank Indonesia yang ikut turun ke lelang SBN di pasar primer menurut dia memberi kepercayaan pasar yang luar biasa. "Kerja sama pemerintah dengan BI untuk terus jaga ekonomi yang tertekan dinilai sangat penting," imbuhnya.

Selain itu, perbaikan kondisi pasar SBN disebutkan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga tercermin dari penurunan imbal hasil alias yield SBN. Adapun, yield SBN 10 tahun RI turun dari kisaran 8,2% pada 2019 menjadi 7% pada pertengahan Juli 2020.

Maka dari itu, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha memulihkan ekonomi dari dampak negatif pandemi. "Sehingga kepercayaan investor akan menguat dan ini akan muncul dalam bentuk penurunan yield yang diharapkan dapat terus berlanjut," tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Tag: Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.21 3,869.80
British Pound GBP 1.00 19,245.57 19,048.27
China Yuan CNY 1.00 2,110.35 2,089.11
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,659.94 14,514.07
Dolar Australia AUD 1.00 10,543.43 10,431.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,891.56 1,872.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,703.03 10,592.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,401.35 17,222.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,499.63 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,887.78 13,748.29
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5178.272 51.221 697
2 Agriculture 1177.625 22.493 23
3 Mining 1437.436 37.770 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.746 8.624 80
5 Miscellanous Industry 931.181 25.631 52
6 Consumer Goods 1919.109 7.491 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.734 2.476 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 907.067 2.843 78
9 Finance 1130.600 8.009 93
10 Trade & Service 627.775 12.067 173
No Code Prev Close Change %
1 TOYS 350 436 86 24.57
2 BBHI 122 146 24 19.67
3 MBTO 65 75 10 15.38
4 DOID 252 286 34 13.49
5 PSDN 100 113 13 13.00
6 SOCI 118 133 15 12.71
7 PSGO 105 118 13 12.38
8 INAF 2,850 3,190 340 11.93
9 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
10 TRIS 192 214 22 11.46
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 61 55 -6 -9.84
2 DPNS 286 266 -20 -6.99
3 OASA 430 400 -30 -6.98
4 GSMF 115 107 -8 -6.96
5 TUGU 2,600 2,420 -180 -6.92
6 MAPB 1,375 1,280 -95 -6.91
7 APEX 160 149 -11 -6.88
8 ATIC 655 610 -45 -6.87
9 SOSS 380 354 -26 -6.84
10 CASA 354 330 -24 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
2 TOWR 1,160 1,150 -10 -0.86
3 ANTM 750 835 85 11.33
4 INAF 2,850 3,190 340 11.93
5 PAMG 74 78 4 5.41
6 MDKA 1,935 2,020 85 4.39
7 BBRI 3,080 3,110 30 0.97
8 PSAB 290 284 -6 -2.07
9 SMBR 545 520 -25 -4.59
10 BRPT 900 920 20 2.22