Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,14% terhadap Yen pada level 106,11 JPY/USD.
  • 16:21 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,48 USD/barel.
  • 16:20 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,44 USD/barel.
  • 16:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,35% terhadap Euro pada level 1,1779 USD/EUR.
  • 16:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,19% terhadap Poundsterling pada level 1,3098 USD/GBP.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,11% pada level 24.890.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,35% pada level 2.418.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,88% pada level 22.750.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,15% pada level 3.340.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,19% pada level 2.540.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,21% pada level 6.184.
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.680 IDR/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Yen pada level 106,10 JPY/USD.
  • 16:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.990 USD/troy ounce. 

Survei: 50% Perusahaan Indonesia Utamakan Transformasi Digital

Survei: 50% Perusahaan Indonesia Utamakan Transformasi Digital
WE Online, Jakarta -

Workday, sebuah perusahaan global penyedia teknologi manajemen keuangan dan sumber daya manusia, mengumumkan hasil studi independennya yang mengeksplorasi dampak pandemi Covid-19 terhadap proses transformasi digital perusahaan di Indonesia.

Studi ini menemukan bahwa 50% perusahaan Indonesia menjadikan transformasi digital prioritas utama selama masa pandemi, sedangkan 31% perusahaan justru memperlambat transformasi digital mereka.

Baca Juga: Mengelola Infrastruktur Digital dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

"Tahun ini, banyak perusahaan yang harus memperbarui sistem bisnis mereka secara signifikan dalam waktu yang singkat. Studi kami membuktikan bahwa proses bisnis yang masih luring adalah salah satu rintangan terbesar," kata Presiden Workday Asia, Rob Wells, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2020).

Studi yang berjudul Workday Digital Agility Index ini dilakukan bersama perusahaan market intelligence IDC dan surveinya mencakup hampir 900 pemimpin bisnis di bidang sumber daya manusia, keuangan, dan teknologi informasi dari sembilan negara di Asia Pasifik. Hasil survei ini menangkap ketangkasan digital (digital agility) berbagai perusahaan selama masa pandemi Covid-19 secara rinci.

Workday mendapatkan tiga hasil utama dari studi tersebut: (1) kebanyakan perusahaan kesulitan beradaptasi selama masa pandemi; (2) kurangnya kecakapan dalam memanfaatkan sarana digital menjadi masalah utama perusahaan; dan (3) sebagian besar perusahaan tengah berusaha mempercepat transformasi digital selama masa pandemi.

Sebagai akibat dari kurangnya ketangkasan digital, empat dari lima (80%) perusahaan mengalami kesulitan dalam mengubah rencana keuangan tahun ini. Selain itu, 69% perusahaan juga menghadapi kesulitan dalam mengubah struktur organisasinya. Jumlah yang sama juga mengakui bahwa mereka tidak memiliki catatan atas keahlian karyawan. Hal ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat menyusun gugus tugas khusus untuk menangani perubahan drastis yang dibawa oleh pandemi Covid-19.

Masalah juga muncul pada pengelolaan bisnis sehari-hari dengan 41% perusahaan kesulitan mengelola cara-cara baru dalam merunut rantai perizinan (approval) dan kegiatan operasional lainnya. Ketika ditanya bagian mana yang paling terpengaruh oleh pandemi, perusahaan Indonesia menjawab penjualan (54%), pelayanan konsumen (50%), dan keuangan (46%).

Kurangnya kemampuan dalam memanfaatkan sarana digital merupakan salah satu tantangan terbesar perusahaan dalam mewujudkan transformasi digital selama pandemi. Sekitar 61% perusahaan di Indonesia tidak memiliki budaya kerja yang memberi penekanan pada ketangkasan dalam beradaptasi. Sementara itu, 63% perusahaan menilai kurang dari setengah karyawan mereka memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memanfaatkan sarana digital. Kemudian, hingga 6% perusahaan bahkan menilai karyawannya tidak ada yang memiliki kemampuan digital sama sekali.

Kurangnya keahlian karyawan dalam memanfaatkan sarana digital dapat disebabkan pola pikir lama perusahaan Indonesia yang cenderung tidak melihat keahlian karyawan sebagai keunggulan dalam berkompetisi sehingga tidak banyak perusahaan yang secara strategis berinvestasi dalam mencari dan mengembangkan keahlian karyawan.

Sebanyak 78% perusahaan Indonesia tidak menganggap keahlian karyawan sebagai aset strategis dan tidak memiliki sarana serta proses yang mumpuni untuk mengelola potensi karyawan. Pola pikir ini juga memengaruhi pengalaman karyawan dalam bekerja (employee experience). Hanya 31% perusahaan menganggap pengalaman karyawan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.

Sebanyak 93% dari perusahaan yang disurvei menjadikan transformasi digital salah satu prioritas usaha dan 85% di antaranya menggunakan teknologi digital untuk terus dapat menjalankan rencana bisnis selama pandemi Covid-19.

Di 12-18 bulan ke depan, fokus utama transformasi digital perusahaan akan berada di sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan pelanggan lini terdepan (67%), sistem back-end keuangan (65%), dan sistem front-end pemasukan (56%).

Sementara itu, bagian yang dinilai belum perlu transformasi digital adalah sistem back-end administrasi (44%) dan sistem back-end sumber daya manusia (37%).

Tag: Digital Economy, Transformasi Digital

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Istimewa

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,947.21 3,907.62
British Pound GBP 1.00 19,379.79 19,185.49
China Yuan CNY 1.00 2,130.13 2,108.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,801.64 14,654.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,621.66 10,508.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.86 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,783.65 10,670.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,388.97 17,214.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,526.72 3,484.98
Yen Jepang JPY 100.00 13,965.13 13,824.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5190.166 32.332 698
2 Agriculture 1199.731 2.896 23
3 Mining 1425.633 -5.327 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.950 4.825 80
5 Miscellanous Industry 932.015 14.201 52
6 Consumer Goods 1916.331 3.504 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.650 4.645 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 881.754 -5.951 78
9 Finance 1140.076 15.339 93
10 Trade & Service 635.415 -0.943 174
No Code Prev Close Change %
1 SGER 145 195 50 34.48
2 IMAS 565 705 140 24.78
3 WOMF 218 266 48 22.02
4 LRNA 146 178 32 21.92
5 RUIS 167 196 29 17.37
6 PRAS 104 122 18 17.31
7 IMJS 232 272 40 17.24
8 NOBU 665 770 105 15.79
9 PGLI 177 204 27 15.25
10 MEDC 492 565 73 14.84
No Code Prev Close Change %
1 IKAN 645 600 -45 -6.98
2 KJEN 1,375 1,280 -95 -6.91
3 POLI 1,160 1,080 -80 -6.90
4 APEX 160 149 -11 -6.88
5 DNAR 262 244 -18 -6.87
6 YULE 206 192 -14 -6.80
7 KOIN 118 110 -8 -6.78
8 BIKA 192 179 -13 -6.77
9 FORU 89 83 -6 -6.74
10 JMAS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,970 2,930 -40 -1.35
2 FREN 133 130 -3 -2.26
3 BBRI 3,130 3,190 60 1.92
4 MEDC 492 565 73 14.84
5 PURA 126 129 3 2.38
6 BBNI 4,620 4,780 160 3.46
7 TOWR 1,085 1,070 -15 -1.38
8 MDKA 1,980 1,915 -65 -3.28
9 KAEF 3,330 3,350 20 0.60
10 DOID 294 286 -8 -2.72