Portal Berita Ekonomi Jum'at, 07 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,60% pada level 24.531.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,39% pada level 2.351.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,39% pada level 22.329.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,96% pada level 3.354.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,51% pada level 2.546.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,06% pada level 6.023.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Turki Siap Tingkatkan Pengerahan Pasukan di Libya

Turki Siap Tingkatkan Pengerahan Pasukan di Libya
WE Online, Tripoli -

Turki berencana meningkatkan jumlah pasukan militernya untuk mengantisipasi kemungkinan intervensi Mesir di Libya.

Hal ini sebagaimana laporan surat kabar Turkish Zaman yang dikutip Al Arabiya, merujuk pada pernyataan pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga: Menhan Prabowo ke Turki? Oh, Mau Bahas Senjata Pak?

Laporan tersebut menyampaikan, pemerintah Turki menyiapkan rencana itu setelah parlemen Mesir pada Senin lalu mengizinkan pengerahan pasukan di luar negara itu. Sehingga ini memungkinkan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi untuk bertindak atas ancaman tindakan militernya terhadap pasukan yang didukung Turki di Libya.

Sumber-sumber Turki yang dikutip surat kabar Zaman menyebutkan, bahwa Turki siap menghadapi setiap serangan yang dilancarkan terhadap pasukannya di Libya.

"Kami siap menanggapi setiap serangan terhadap pasukan (Turki) di Libya, siapa pun penyerangnya," kata sumber itu.

Lebih lanjut, sumber tersebut menyebut, jika Mesir mengirim pasukan militer ke Libya, Turki memiliki rencana untuk meningkatkan pasukan dan peralatan militernya di Libya untuk menghadapi pasukan Mesir.

Penasihat keamanan utama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin baru-baru ini mengatakan negaranya tidak ingin meningkatkan ketegangan di Libya atau untuk menghadapi Mesir di negara Afrika Utara.

Namun dia menekankan, bagaimanapun, Ankara terus mendukung Government of National Accord (GNA), yakni pemerintahan Libya yang diakui PBB.

Libya telah jatuh ke dalam kekacauan sejak penggulingan diktator Moammar Gaddafi pada 2011. Bentrokan antara dua pihak yang bertikai di negara Afrika Utara, Tentara Nasional Libya (LNA), yang dikomandoi Khalifa Haftar dan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), yang dipimpin Fayez al-Serraj, telah meningkat baru-baru ini.

Banyak kekuatan asing yang mendukung berbagai sisi konflik dengan berbagai tingkat dukungan. Negara-negara yang paling menonjol adalah Turki yang mendukung GNA dan Mesir yang mendukung LNA.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: Turki, Militer Turki, Mesir, Libya, Konflik Libya

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23