Setelah Medan, Inocycle Bakal Ekspansi Lagi ke Makassar

Setelah Medan, Inocycle Bakal Ekspansi Lagi ke Makassar Kredit Foto: Steve Johnson

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), perusahaan yang mendaur ulang sampah botol plastik menjadi serat daur ulang yaitu Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) melakukan ekspansi usaha dengan membuka fasilitas pencucian botol/washing facility di Medan tepatnya di Deli Serdang.

Direktur INOV, Victor Choi menuturkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperluas dan mengamankan rantai pasok bahan baku hingga Pulau Sumatra. Sebelumnya INOV sudah memiliki washing facility di Solo dan Mojokerto, selain di Medan INOV berencana untuk membuka washing facility di Makassar, Lampung dan Balikpapan.

“Pembukaan washing facility di Medan dilakukan dalam rangka memperluas kapasitas pasokan bahan baku untuk produk Re-PSF. Selain di Medan, INOV juga berencana membuka fasilitas serupa di Makassar. Masing-masing washing facility direncanakan memiliki kapasitas produksi 500 ton per bulan, washing facility di Medan sudah mulai mengumpulkan sampah botol plastik pada awal Juli 2020, sedangkan untuk fasilitas di Makassar akan mulai dibangun pada tahun 2021,” katanya dalam keterangan resmi di Jakartaaa, Jumagt (24/7/2020).

Baca Juga: Muantap, Anak Usaha Semen Indonesia Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar

Lebih lanjut Victor menjelaskan bilaa pada washing facility, sampah botol plastik yang terkumpul melewati beberapa proses seperti penyortiran, pencacahan, sampai pencucian hingga menghasilkan bijih plastik (flakes). Flakes ini yang kemudian akan diolah menjadi Re-PSF, INOV memiliki pabrik pengolahan flakes menjadi Re-PSF yang tersebar di Karanganyar (Solo), Mojokerto, dan Tangerang.

Washing facility di Medan nantinya akan dilengkapi juga dengan pabrik pengolahan bijih plastik untuk menjadi Re-PSF. Di Medan, per 1 Juli 2020 baru tahap pengumpulan botol sebagai persiapan kegiatan washing facility,” terangnya.

Baca Juga: Tahu Gak? Bank Sampah Jadi Salah Satu Penggerak Ekonomi, Kok Bisa??

Sebagai Informasi, dalam Laporan Keuangan pada kuartal pertama tahun 2020, INOV mencetak pendapatan Rp133,6 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 21% dari Rp110,1 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hal ini seiring dengan tren penggunaan bahan daur ulang dalam gaya hidup masyarakat yang terus meningkat, kesadaran akan kelestarian lingkungan juga ikut meningkat sejalan dengan merek-merek ternama dunia yang menunjukkan komitmen untuk menambah komponen daur ulang dalam seiap produknya.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini