Karena Blokir Huawei, Inggris Jadi Bergantung ke Nokia-Ericsson?

Karena Blokir Huawei, Inggris Jadi Bergantung ke Nokia-Ericsson? Kredit Foto: Reuters/Mikko Stig

Inggris mengklaim perlu melindungi Nokia dan Swedia setelah memboikot komponen teknologi Huawei dari jaringan 5G-nya.

Sebab, dengan melarang Huawei, Inggris mengurangi jumlah pemasok telekomunikasi krusial menjadi hanya dua; sehingga negara itu tak bisa kehilangan pemasok lagi.

"Risiko tunggal terbesar saat ini ialah kehilangan vendor lain, sehingga melahirkan pertimbangan yang kuat dalam diskusi kami," ujar Sekretaris Budaya, Media, dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden kepada anggota Parlemen, seperti dilansir dariĀ Bloomberg, Sabtu (25/7/2020).

Baca Juga: 'Klaim China ke 90% Laut China Selatan Tak Masuk Akal!'

Baca Juga: Orang PKS Ini Kritik Kebijakan Susi Soal Larangan Tangkap Benur

Masalah permodalan kedua perusahaan juga akan menjadi bahan diskusi Inggris, demi mengambil langkah yang tepat.

Dowden berujar, "kami perlu melihat apakah ada langkah lebih lanjut yang harus kami ambil sehubungan dengan itu?"

Asal tahu saja, pekan lalu, pemerintah Inggris memerintahkan operator harus menghapus komponen teknologi Huawei pada akhir 2027 dengan alasan dampak sanksi baru AS terhadap keberlanjutan dan keamanan peralatan Huawei.

Larangan itu terjadi setelah bertahun-tahun Amerika Serikat (AS) melobi para sekutu untuk memboikot Huawei. Bahkan, AS sudah meminta Inggris membatalkan keputusan pemberian peran terbatas terhadap Huawei.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini