Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,60% pada level 24.531.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,39% pada level 2.351.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,39% pada level 22.329.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,96% pada level 3.354.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,51% pada level 2.546.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,06% pada level 6.023.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Pertamina & Kimia Farma Tingkatkan Industri Farmasi Nasional

Pertamina & Kimia Farma Tingkatkan Industri Farmasi Nasional
WE Online, Jakarta -

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai subholding refinery and petrochemical dari PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan PT Kimia Farma Tbk mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan Petrokimia menjadi bahan baku farmasi seperti Paracetamol.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) untuk menggali potensi kerja sama pengembangan industri penyedia bahan baku farmasi. Penandatanganan MoU dilakukan secara virtual antara Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Ignatius Tallulembang, dan Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo, dengan disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN- Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama PT Pertamina (Persero)-Nicke Widyawati, dan Direktur Utama Holding BUMN Farmasi (PT Biofarma (Persero) Tbk)-Honesti Basyir.

Baca Juga: Indonesia-India Jajaki Kerja Sama Pengembangan Farmasi

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, sinergi ini sesuai arahan Presiden RI untuk meningkatkan kemandirian industri farmasi nasional dan sekaligus membantu menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia di sektor farmasi, mengingat 95% dari total kebutuhan bahan baku farmasi Indonesia masih dipasok melalui impor.

Menurutnya, sinergi ini berawal dari penjelasan dan kajian yang dilakukan Pertamina untuk mengoptimalkan bahan baku di Kilang Cilacap menjadi bahan baku farmasi.

"Tidak sampai satu bulan kajian sudah keluar. Saya bangga dan mengucapkan selamat kepada tim Pertamina atas kegesitannya dan kecepatannya merespons permintaan pemegang saham dalam hal ini pemerintah," ujar Budi dalam keterangan pers, Sabtu (25/7/2020).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi impor bahan baku farmasi, Pertamina telah menetapkan bahwa produk Petrokimia menjadi business line yang menjadi andalan di masa depan ketika terjadi transisi energi.

"Untuk itu, Pertamina mencoba identifikasi peluang untuk masuk pada bahan baku farmasi dan logistik. Gayung bersambut dengan Kimia Farma dan kita sudah melakukan penjajakan. Kami berterima kasih atas support pemerintah," ujar Nicke, Sabtu (25/7/2020).

Menurut Nicke, secara teknis Pertamina telah melakukan kajian bersama Kimia Farma sehingga selanjutnya akan diformulasikan dalam bentuk perjanjian kerja sama. Untuk mendukung realisasinya, Kilang Cilacap sudah dipersiapkan dan salah satunya untuk pengolahan Petrokimia.

Nicke menambahkan, setelah di Kilang Cilacap, akan dilanjutkan di kilang lainnya dengan skala dan jenis yang lebih banyak lagi karena salah satu fokus bisnis Pertamina di masa depan adalah Petrokimia. Sebagai holding, Pertamina akan mengawal proses ini agar dapat terwujud sesuai harapan Ppemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Holding BUMN Farmasi Honesti Basyir mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kimia Farma ini berupa sinergi kerja sama industri dalam pengembangan penyedia bahan baku farmasi, yang meliputi aspek tekno-ekonomi dan aspek penelitian dan pengembangan.

"Satu hal yang menjadi fokus kami bahwa integrasi bisnis di Holding BUMN Farmasi perlu diiringi dengan menggandeng partner strategis untuk memperkuat kemampuan kompetitif terutama dalam menjamin suplai bahan baku farmasi dan pengembangan produk Petrokimia sehingga kami berharap dapat merasakan efisiensi dari kerja sama bisnis ini. Semoga kerja sama dengan Kilang Pertamina Internasional yang dinaungi oleh PT Pertamina (Persero) dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kita semua," ucap Honesti, Sabtu (25/7/2020).

Tag: PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Farmasi

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Pertamina

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23