Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:37 WIB. Nikkei - 22.750 (11/8), 22.843 (12/8), 23.249 (13/8), 23.289 (14/8). 
  • 09:34 WIB. FTSE 100 - 6.050 (10/8), 6.154 (11/8), 6.280 (12/8), 6.185 (13/8), 6.090 (14/8).
  • 09:31 WIB. S&P 500 - 3.360 (10/8), 3.333 (11/8), 3.380 (12/8), 3.373 (13/8), 3.372 (14/8).
  • 09:29 WIB. Dow Jones - 27.791 (10/8), 27.686 (11/8), 27.976 (12/8), 27.896 (13/8), 27.931 (14/8).
  • 09:27 WIB. Nasdaq - 10.968 (10/8), 10.782 (11/8), 11.012 (12/8), 11.042 (13/8), 11.019 (14/8).

Jawaban Menohok Wakil Wali Kota Depok Dituding Selingkuh

Jawaban Menohok Wakil Wali Kota Depok Dituding Selingkuh

Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan wakilnya, Pradi Supriatna diprediksi bakal bertarung pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020. Perpisahan keduanya semakin santer setelah masing-masing kubu ngotot untuk maju sebagi orang nomor satu di kota tersebut.  

Pada awak media, Idris bahkan sempat mengungkapkan sederet alasan dirinya harus berpisah. Pria yang kala itu diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bahkan menuding jika rekan koalisinya tersebut telah ‘berselingkuh’.

Pernyataan itu muncul setelah Pradi bakal diusung oleh Gerindra sebagai wali kota dengan wakilnya adalah Afifah Alia, kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketika disinggung soal pernyataan Idris yang terkesan menyudutkan dirinya, Pradi pun angkat bicara.

"Aduh bisa-bisanya aja itu, yang selingkuh duluan siapa," katanya, Sabtu (25/7/2020).

Menurut Pradi, apa yang dilakukannya adalah rangkaian dari setiap proses perhelatan pilkada dengan mekanisme sesuai arahan partai. "Tentunya kompromi politik dan komunikasi politik harus kami lakukan," ujarnya.

Pradi menegaskan, dirinya berusaha bersikap bijak menanggapi pernyataan tersebut. "Kalau disampaikan demikian (selingkuh), faktanya kan rekomendasi saat itu belum muncul. Artinya itu bagian dari proses dari komunikasi politik," tegasnya.

Pradi mengakui jika saat ini dirinya telah mendapat dukungan dari PDIP untuk maju sebagai bakal calon wali kota. Namun jauh sebelumnya, Pradi dan Gerindra telah berusaha membangun komunikasi politik dengan Idris, namun sayangnya usaha tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.  

"Jauh sebelumnya kita telah membangun komunikasi, tapi tidak mendapat jawaban yang kongkrit. Kita tidak biasa dengan hal seperti itu. Kita butuh yang kongkrit. Nah kalau sudah sampai saat ini kan bukan ranah kami, sudah dari pusat (DPP Gerindra)," tuturnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Depok itu mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ini hasil rekomendasi dari pengurus partai di tingkat pusat untuk dirinya akan keluar. 

Namun selain karena faktor tadi, alasan utamanya maju sebagai bakal calon Wali Kota Depok ialah panggilan hati. "Yang pastinya output-nya kepuasan di masyarakat. Dari hasil kajian yang kami lakukan," terang Pradi.

Menurut Pradi, ada beberapa hal yang harus dibenahi di Kota Depok, dan ini tidak bisa dilakukan secara utuh ketika berada di posisi nomor dua (wakil).

"Ada hal-hal yang menurut kami harus disegerakan, misalnya penataan kota, kemudian persoalan kemacetan, termasuk juga pelayanan yang harus dimudahkan di masyrakat, termasuk pendidikan dan kesehatan," tegasnya.

Dengan sederet persoalan tersebut, Pradi mengaku siap bertarung di ajang Pilkada Depok. "Karena ada yang memang menjadi dasar keinginan warga masyarakat, itu dari hasil kajian kami," ungkapnya.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Tag: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Depok, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Viva

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5247.690 8.440 698
2 Agriculture 1191.965 -5.185 23
3 Mining 1411.043 13.217 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.095 1.164 80
5 Miscellanous Industry 950.120 -3.080 52
6 Consumer Goods 1942.851 11.219 58
7 Cons., Property & Real Estate 293.644 -2.218 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 888.134 -1.335 78
9 Finance 1169.651 5.304 93
10 Trade & Service 626.647 -7.124 174
No Code Prev Close Change %
1 FOOD 122 164 42 34.43
2 MBAP 2,270 2,830 560 24.67
3 KDSI 730 900 170 23.29
4 SKBM 290 346 56 19.31
5 ARKA 288 340 52 18.06
6 TPMA 342 392 50 14.62
7 POLU 850 960 110 12.94
8 NZIA 170 189 19 11.18
9 SRSN 54 60 6 11.11
10 AMAN 196 216 20 10.20
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 93 -7 -7.00
2 POLI 1,145 1,065 -80 -6.99
3 DVLA 3,040 2,830 -210 -6.91
4 PEGE 145 135 -10 -6.90
5 MNCN 945 880 -65 -6.88
6 MSKY 955 890 -65 -6.81
7 ASJT 118 110 -8 -6.78
8 PRAS 134 125 -9 -6.72
9 KREN 90 84 -6 -6.67
10 BBLD 420 392 -28 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 FREN 120 112 -8 -6.67
2 KAEF 3,260 3,350 90 2.76
3 MNCN 945 880 -65 -6.88
4 PURA 134 126 -8 -5.97
5 TOWR 1,030 1,035 5 0.49
6 MDKA 1,770 1,810 40 2.26
7 EXCL 2,610 2,550 -60 -2.30
8 BBNI 5,075 5,000 -75 -1.48
9 ANTM 770 785 15 1.95
10 TLKM 3,010 3,030 20 0.66