Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Banyak Negara Resesi, Mata Tertuju ke Sri Mulyani

Banyak Negara Resesi, Mata Tertuju ke Sri Mulyani

Satu per satu negara jatuh ke jurang resesi akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Setelah Singapura, giliran Korea Selatan alias Korsel yang terseret ke jurang resesi.

Resesi juga membayangi Indonesia karena pertumbuhan ekonominya diprediksi negatif. Dengan kondisi ini, apa Menteri Keuangan Sri Mulyani masih bisa tidur nyenyak?

Baca Juga: Sri Mulyani Mau Utang Lagi ke Bank Dunia, Nilainya 3X Lebih Jumbo

Anjloknya ekonomi Korsel sudah terasa sejak awal tahun kemarin atau sejak pemerintahnya melakukan pembatasan sosial atau lockdown. Di kuartal I dampaknya mulai terasa. Ekonomi Korsel anjlok minus 1,3 persen.

Masuk kuartal II, dampaknya makin terasa. Bank Korea menyebut ekonomi kuartal II menyusut hingga minus 3,3 persen. Angka ini lebih dalam dari perkiraan para ekonom yang memprediksi negatif 2,3 persen.

Bank Korea menyebut ini penyusutan paling tajam sejak kuartal I-1998. Penyebab utama anjloknya ekonomi Korsel adalah lumpuhnya pabrik lantaran pemberlakuan pembatasan sosial. Hal ini menyebabkan penurunan ekspor yang sudah berjalan hampir dua dekade.

Padahal ekspor merupakan motor utama ekonomi Korsel. Ekspor tercatat turun 16,6 persen dan menjadi yang terburuk sejak 1963. Selain itu, hampir semua sektor ekonomi Korsel turun. Hanya konsumsi rumah tangga yang masih bisa naik meski naik tipis yaitu 1,4 persen. Kenaikan ini berkat adanya pemberian bantuan uang tunai kepada warga.

Menteri Keuangan Korsel, Hong Nam-ki mengatakan ekonomi kemungkinan baru akan pulih di kuartal III.

"Kita berharap bisa rebound seperti China pada kuartal III ketika pandemi melambat dan aktivitas produksi di luar negeri," kata Nam-ki.

Sebelum Korsel, Singapura lebih dulu mengumumkan resesi. Ekonomi di kuartal I dan kuartal II Negeri Singa itu berturut-turut negatif. Kabar ini tentu bikin cemas. Soalnya ancaman yang sama membayangi ekonomi RI. Apalagi pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini diprediksi minus 4,3 persen. Jika tak bisa rebound di kuartal selanjutnya, Indonesia dikhawatirkan akan mengikuti jejak Singapura dan Korsel. Masuk ke  jurang resesi.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Tag: Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23