Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,63% pada level 24.377.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,48% pada level 2.386.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 22.329.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,75% pada level 3.379.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,53% pada level 2.545.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 6,96 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,15% terhadap Dollar AS pada level 14.648 IDR/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,19% pada level 6.043.

Bawahan Edhy ke Susi: Ribuan Nelayan Nangis, Bu! Ayo ke Lapangan!

Bawahan Edhy ke Susi: Ribuan Nelayan Nangis, Bu! Ayo ke Lapangan!
WE Online, Jakarta -

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, yakni Tb. Ardi Januar mempertanyakan kekecewaan mantan Meteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, terhadap kebijakan lobster di era kepemimpinan Menteri Edhy.

Menurut Ardi, tangisan susi berbanding terbalik dengan nelayan penangkap lobster yang justru menyambut baik kebijakan pencabutan larangan penangkapan benih lobster ini.

Baca Juga: Ada Dana Triliunan Nganggur, Sri Mulyani Colek Ganjar & Khofifah

"Jika Permen 12 Tahun 2020 bikin Ibu Susi Pujiastuti menangis, lantas bagaimana dengan ribuan nelayan yang selama bertahun-tahun menangis karena hancur ekonominya, merintih karena hilang mata pencahariannya, dan menjerit karena dipenjara keluarganya akibat Permen 56 Tahun 2016?" kata Ardi kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Susi Pudjiastuti menangisi kebijakan baru pengelolaan lobster ini, saat menjadi pembicara dalam diskusi Rembug Nasional Muhammadiyah bertajuk “Ancaman Atas Kedaulatan Sumber Daya Laut,” Jumat (24/7/2020) lalu. Pengusaha ikan asal Pangandaran ini menyebut keputusan Menteri KP Edhy Prabowo yang mengizinkan penangkapan bibit lobster akan berdampak buruk pada ekosistem laut, sebab benur lobster merupakan plasma nutfah yang harus dijaga, bukan diperjualbelikan.

Menurut Ardi, Permen KP 12/2020 yang mencabut Permen KP No. 56/2016 tentang larangan penangkapan lobster, baik untuk keperluan budidaya maupun ekspor itu, dibuat bukan untuk mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu. Aturan ini murni untuk memberikan kesempatan kepada nelayan yang menggantungkan hidup dari menangkap benih lobster.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti: Meski SMP, Ekspor Benih Lobster Tak Benar!

Aturan itu juga ditujukan untuk menyelamatkan kehidupan benih bening lobster yang tingkat kehidupannya sangat kecil jika dibiarkan di alam liar. Permen itu sekaligus untuk mengembangkan budidaya dengan tetap mengedepankan keberlanjutan, yang dicerminkan dari kewajiban untuk melepasliarkan sebanyak 2 persen lobster hasil budidaya ke alam.

"Ini permen bukan muncul asal-asalan, tapi sudah melalui tahap kajian. Ada para pakar, guru besar, peneliti, pelaku usaha, hingga aspirasi dari para nelayan. Tak percaya? Mari kita turun ke lapangan," tantang Ardi.

Terakhir, Ardi meminta Susi untuk menghormati semua kebijakan yang dibuat Menteri Edhy dan memberikan kesempatan untuk pemerintah saat ini untuk lebih menyejahterakan nelayan.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lobster, Nelayan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,952.16 3,912.41
British Pound GBP 1.00 19,383.54 19,189.20
China Yuan CNY 1.00 2,127.16 2,105.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,823.75 14,676.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,628.63 10,521.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,912.67 1,893.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.48 10,693.08
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,492.03 17,312.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.36 3,494.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,015.08 13,871.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5157.834 13.941 698
2 Agriculture 1196.835 14.709 23
3 Mining 1430.960 10.921 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.125 10.099 80
5 Miscellanous Industry 917.814 -18.704 52
6 Consumer Goods 1912.827 11.449 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.005 3.307 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 887.705 -3.693 78
9 Finance 1124.737 1.036 93
10 Trade & Service 636.358 1.343 174
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 139 187 48 34.53
2 SGER 108 145 37 34.26
3 BPTR 74 99 25 33.78
4 KJEN 1,100 1,375 275 25.00
5 TOYS 545 680 135 24.77
6 DUCK 314 386 72 22.93
7 ARGO 1,485 1,805 320 21.55
8 ATIC 575 690 115 20.00
9 GHON 1,355 1,600 245 18.08
10 KOIN 100 118 18 18.00
No Code Prev Close Change %
1 GSMF 100 93 -7 -7.00
2 POLU 1,000 930 -70 -7.00
3 FREN 143 133 -10 -6.99
4 PEGE 143 133 -10 -6.99
5 GOLD 202 188 -14 -6.93
6 RIGS 232 216 -16 -6.90
7 PGLI 190 177 -13 -6.84
8 GLVA 322 300 -22 -6.83
9 POLI 1,245 1,160 -85 -6.83
10 RONY 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 3,180 3,330 150 4.72
2 TOWR 1,080 1,085 5 0.46
3 TKIM 6,675 7,200 525 7.87
4 FREN 143 133 -10 -6.99
5 TLKM 2,980 2,970 -10 -0.34
6 INAF 3,190 3,330 140 4.39
7 INKP 8,575 9,675 1,100 12.83
8 PURA 126 126 0 0.00
9 DOID 278 294 16 5.76
10 MDKA 2,050 1,980 -70 -3.41