Portal Berita Ekonomi Jum'at, 07 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,00% pada level 2.557. 
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,69% pada level 24.930.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,26% pada level 3.386.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,33% pada level 2.342.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,43% pada level 22.418.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,51% pada level 6.012.
  • 15:55 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.585 IDR/USD.

Utamakan Efektivitas, Ekspansi Bisnis BCA Syariah Lebih Selektif

Utamakan Efektivitas, Ekspansi Bisnis BCA Syariah Lebih Selektif
WE Online, Jakarta -

BCA Syariah tetap melakukan ekspansi di tengah wabah Covid-19 meski lebih selektif dan mengutamakan efektivitas bisnis. Di sisi lain, BCA Syariah akan mengoptimalkan Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) yang ada di induk.

Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih, mengatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menyalurkan pembiayaan dengan penuh kehati-hatian.

"Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk percepatan pemulihan ekonomi di Tanah Air," kata John dalam paparan kinerja semester I 2020 BCA Syariah, Senin (27/7/2020).

Baca Juga: Meski Optimis, BCA Pangkas Pertumbuhan Kredit dari 8% Jadi 2%

John mengatakan, tahun ini pertumbuhan diperkirakan akan landai baik dari sisi aset maupun pembiayaan. Perusahaan menerapkan pendekatan konservatif dan selektif. Dari sisi DPK, John memproyeksikan pertumbuhan sedikit di bawah tahun lalu karena akan lebih manfaatkan dana modal yang disuntikkan induk pada 2019 sebesar Rp 1 triliun.

Pertumbuhan jaringan fisik pun tidak ekspansif seperti tahun lalu. Pada semester pertama BCA Syariah menambah satu cabang dan semester kedua menambah satu cabang lagi di Sulawesi. John mengatakan, BCA Syariah akan lebih mengoptimalkan LSBU yang ada di induk.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak Drastis, Mata Uang Kripto Lain Menyusul

BCA Syariah telah melakukan pilot project layanan haji di cabang induk Bekasi dan Cibubur. John mengatakan selanjutnya LSBU akan direplikasi di beberapa cabang lain dan memiliki lebih banyak layanan. Target jumlah LSBU hingga akhir tahun sekitar 50 LSBU dan tahun depan mencapai 500.

"Ke depannya tidak hanya layanan haji, tapi juga layanan BCA Syariah lainnya, mulai dari pembukaan tabungan dan lainnya," kata John.

Dalam ekspansi pembiayaan, Direktur BCA Syariah, Rickyadi Widjaja menyampaikan, perusahaan akan tetap selektif. Mayoritas pembiayaan BCA Syariah berada di segmen komersial dan proporsinya akan tetap dipertahankan sambil membuka peluang baru.

Saat ini sektor paling banyak kena dampak adalah sektor konsumtif dan UMKM yang porsinya sedikit di BCA Syariah. Segmen komersial memiliki komposisi sebesar 76,4 persen diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar 21,3 persen dan konsumer hanya 2,3 persen.

"Kita geser ke komersial, kita akan salurkan di infrastruktur pemerintah, mulai dari listrik, jalan, manufaktur, perdagangan, perkebunan, perikanan, dan lainnya," kata John.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: PT Bank BCA Syariah, ekspansi bisnis, Perbankan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Cahyo Prayogo

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.21 3,869.80
British Pound GBP 1.00 19,245.57 19,048.27
China Yuan CNY 1.00 2,110.35 2,089.11
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,659.94 14,514.07
Dolar Australia AUD 1.00 10,543.43 10,431.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,891.56 1,872.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,703.03 10,592.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,401.35 17,222.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,499.63 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,887.78 13,748.29
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5178.272 51.221 697
2 Agriculture 1177.625 22.493 23
3 Mining 1437.436 37.770 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.746 8.624 80
5 Miscellanous Industry 931.181 25.631 52
6 Consumer Goods 1919.109 7.491 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.734 2.476 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 907.067 2.843 78
9 Finance 1130.600 8.009 93
10 Trade & Service 627.775 12.067 173
No Code Prev Close Change %
1 TOYS 350 436 86 24.57
2 BBHI 122 146 24 19.67
3 MBTO 65 75 10 15.38
4 DOID 252 286 34 13.49
5 PSDN 100 113 13 13.00
6 SOCI 118 133 15 12.71
7 PSGO 105 118 13 12.38
8 INAF 2,850 3,190 340 11.93
9 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
10 TRIS 192 214 22 11.46
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 61 55 -6 -9.84
2 DPNS 286 266 -20 -6.99
3 OASA 430 400 -30 -6.98
4 GSMF 115 107 -8 -6.96
5 TUGU 2,600 2,420 -180 -6.92
6 MAPB 1,375 1,280 -95 -6.91
7 APEX 160 149 -11 -6.88
8 ATIC 655 610 -45 -6.87
9 SOSS 380 354 -26 -6.84
10 CASA 354 330 -24 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
2 TOWR 1,160 1,150 -10 -0.86
3 ANTM 750 835 85 11.33
4 INAF 2,850 3,190 340 11.93
5 PAMG 74 78 4 5.41
6 MDKA 1,935 2,020 85 4.39
7 BBRI 3,080 3,110 30 0.97
8 PSAB 290 284 -6 -2.07
9 SMBR 545 520 -25 -4.59
10 BRPT 900 920 20 2.22