Portal Berita Ekonomi Selasa, 04 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:52 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,47 USD/barel.
  • 16:52 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,55 USD/barel.
  • 16:51 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,30% terhadap Euro pada level 1,1797 USD/EUR.
  • 16:51 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,3077 USD/GBP.
  • 16:50 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,00% pada level 24.946.
  • 16:50 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,29% pada level 2.279.
  • 16:49 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,70% pada level 22.573.
  • 16:49 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,11% pada level 3.371.
  • 16:48 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,24% pada level 2.515.
  • 16:47 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,08% pada level 6.028.
  • 16:45 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:45 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,03% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.
  • 16:44 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yen pada level 105,92 JPY/USD.
  • 16:43 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.976 USD/troy ounce.
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,37% pada akhir sesi II.

Soal Kasus Bank Permata, IBI dan Perbanas Diminta Audiensi

Soal Kasus Bank Permata, IBI dan Perbanas Diminta Audiensi
WE Online, Jakarta -

Salah satu terdakwa kasus debitur bermasalah yang menimpa PT Bank Permata Tbk, Ardi Sedaka, terus mendapatkan pembelaan dari sejumlah pihak. Diantaranya adalah Forum Komunikasi Alumnis SMA Kanisius Angkatan 1983 (CC83) dan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Angkatan 1983, yang merasa adanya kejanggalan atas proses hukum yang menimpa salah satu anggotanya tersebut. Atas kecurigaannya itu, kedua forum pun mengajukan permohonan audiensi kepada Ikatan Bankir Indonesia (IBI) dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).

Lewat forum tersebut, pihak forum alumni ingin menjelaskan secara detil dugaan kriminalisasi terhadap Ardi Sedaka. “Surat terbuka sudah kami sampaikan, yang intinya memohon adanya audiensi. Sebagai sesama alumni memang kami tidak lepas dari sikap subyektif untuk membela kawan kami. Namun secara obyektif kami mengidentifikasi adanya potensi moral hazard dari debitur nakal untuk mengkriminalisasi para bankir profesional dalam rangka melakukan penekanan atas kehendak mereka di luar batas wajar,” tulis CC83 dan Alumni FEUI 1983 dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).

Upaya kriminalisasi ini, menurut pihak alumni, mulai menjadi instrumen baru dalam rangka meloloskan para debitur yang tidak taat pada aturan bisnis wajar. Pihak alumni juga mengidentifikasi bahwa kasus yang menggunakan Pasal 49 ayat 2b bukan kali ini saja terjadi, dan bisa saja terus terjadi bila tidak ada upaya dari komunitas perbankan dan para penegak hukum untuk mengambil tindakan. “Kami berharap IBI dan Perbanas dapat turut membela profesi dan kepentingan industri perbankan dengan melakukan langkah-langkah agar dapat mencegah kasus Ardi Sedaka ini menjadi preseden kelam dalam perbankan nasional," ujarnya.

Dalam pandangannya, kasus ini bisa berpotensi melahirkan trauma dan sikap paranoid bagi para bankir, mulai dari tingkat teratas sampai tingkat terbawah. Jika hal itu benar-benar terjadi, maka tentu bakal berpengaruh terhadap kinerja perbankan nasional dan bahkan juga menghambat iklim investasi karena menimbulkan risiko bisnis yang juga tinggi.

Sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya, kasusnya bermula dari laporan Bank Permata kepada Penegak Hukum atas salah satu debitur bermasalah di tahun 2017 silam. Meski para debitur sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), akhirnya mereka berhasil ditangkap tim Buru Sergap (Buser) Bareskrim Polri pada November 2019 lalu. Saat ini para “debitur nakal” tersebut sudah diadili dan dinyatakan bersalah. Hal itu ternyata memicu laporan balik dari debitur nakal tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tembusan kepada Kabareskrim Polri. Laporan ini kemudian berkembang dan menyeret 11 orang mantan direksi dan karyawan Bank Permata menjadi tersangka dan 8 orang diantaranya telah menjadi terdakwa termasuk Ardi Sedaka. Ardi dan 7 terdakwa lainnya telah mendekam dalam tahanan kejaksaan/pengadilan sejak Juni 2020.

Tag: PT Bank Permata Tbk (PermataBank)

Penulis/Editor: Taufan Sukma

Foto: Rawpixel

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.17 3,898.46
British Pound GBP 1.00 19,321.28 19,126.10
China Yuan CNY 1.00 2,115.72 2,094.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,525.45 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.85 1,886.86
Dolar Singapura SGD 1.00 10,732.81 10,625.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,383.39 17,204.57
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,504.27 3,465.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,918.67 13,778.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5006.223 -143.404 696
2 Agriculture 1132.922 -23.402 23
3 Mining 1339.654 -30.521 48
4 Basic Industry and Chemicals 729.440 -22.638 80
5 Miscellanous Industry 879.860 -41.872 52
6 Consumer Goods 1844.749 -41.299 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.410 -11.086 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.177 -32.885 78
9 Finance 1104.883 -30.046 93
10 Trade & Service 608.529 -14.465 173
No Code Prev Close Change %
1 RELI 280 350 70 25.00
2 UANG 354 442 88 24.86
3 MEGA 6,700 7,900 1,200 17.91
4 FIRE 124 139 15 12.10
5 AMFG 2,700 2,970 270 10.00
6 SBAT 158 173 15 9.49
7 MREI 4,100 4,480 380 9.27
8 KICI 250 268 18 7.20
9 DNAR 240 254 14 5.83
10 TPMA 344 364 20 5.81
No Code Prev Close Change %
1 FREN 143 133 -10 -6.99
2 SAME 86 80 -6 -6.98
3 ISSP 129 120 -9 -6.98
4 ADMG 115 107 -8 -6.96
5 KBAG 374 348 -26 -6.95
6 MBTO 72 67 -5 -6.94
7 IPCC 432 402 -30 -6.94
8 NIKL 865 805 -60 -6.94
9 KBLV 346 322 -24 -6.94
10 DIVA 2,020 1,880 -140 -6.93
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,160 2,990 -170 -5.38
2 TLKM 3,050 2,920 -130 -4.26
3 BBNI 4,600 4,440 -160 -3.48
4 BBCA 31,200 30,650 -550 -1.76
5 PTBA 2,030 1,975 -55 -2.71
6 TOWR 1,135 1,130 -5 -0.44
7 ASII 5,150 4,880 -270 -5.24
8 BRIS 540 515 -25 -4.63
9 MNCN 820 790 -30 -3.66
10 BMRI 5,800 5,500 -300 -5.17