Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Alamak! Defisit RAPBN 2021 Jadi 5,2%, Sri Mulyani Jelaskan...

Alamak! Defisit RAPBN 2021 Jadi 5,2%, Sri Mulyani Jelaskan...
WE Online, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa dengan pelebaran defisit menjadi 5,2% dalam RAPBN 2021, cadangan belanja yang dimiliki pemerintah sebesar Rp179 triliun. Dia mengatakan, hal ini akan digunakan untuk belanja-belanja yang mendukung pemulihan ekonomi tahun depan.

"Kita akan memiliki cadangan belanja sebesar Rp179 triliun. Yang presiden akan tetapkan prioritas belanja untuk betul-betul mendukung pemulihan ekonomi nasional tahun depan," katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: Dapat Rp30 T dari Sri Mulyani, Bank Himbara Alirkan Dana Rp43,5 T

Dia mengatakan, ada prioritas-prioritas itu yang akan didukung untuk ada penambahan belanja. Sektor tersebut salah satunya adalah ketahanan pangan. Selain itu, pembangunan kawasan industri yang didukung infrastruktur. Lainnya, bidang teknologi informasi untuk meningkatkan dan pemerataan konektivitas Indonesia dari sisi teknologi digital.

"Presiden juga menekankan bidang pendidikan dan kesehatan. Terutama untuk penanganan Covid-19 pasca-2020. Juga dukungan untuk biaya vaksin," ujarnya.

Sri mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan kembali melakukan rapat untuk penggunaan anggaran tambahan dari adanya defisit ini. Hal ini untuk memastikan belanja benar-benar produktif dan didukung oleh rencana belanja yang baik.

"Dimintakan bahwa belanja ini benar-benar bisa tingkatkan produktivitas, kurangi kemiskinan dan pengangguran, serta menimbulkan dampak ekonomi atau manfaat yang paling tinggi. Itu yang ditekankan presiden," ungkapnya.

Dia mengaku bahwa Kemenkeu dan Bappenas sudah dapat banyak tambahan usulan belanja dari seluruh kementerian/lembaga. Dia mengatakan, Presiden Jokowi memintanya untuk memfokuskan kembali belanja-belanja tersebut agar benar-benar dapat memulihkan perekonomian Indonesia.

"Bisa dilakukan untuk pulihkan ekonomi dan ciptakan kesempatan kerja. Serta kurangi kemiskinan secara lebih cepat. Untuk mengejar lagi dampak Covid tahun ini yang tingkatkan jumlah pengangguran atau kemiskinan," tuturnya.

Sri Mulyani akan segera menuntaskan penyusunan program-program prioritas. Pasalnya, Presiden Jokowi akan segera menyampaikannya dalam pidato tahunan di DPR tanggal 14 Agustus 2020.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Tag: Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), RAPBN, Sri Mulyani Indrawati, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23