Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,42% pada level 25.244.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,57% pada level 2.432.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,41% pada level 22.843.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 3.319.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,58% pada level 2.558.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,78% pada level 6.202.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,55% terhadap Dollar AS pada level 14.760 IDR/USD.

Denny Siregar Tak Kunjung Dipanggil, Eh... Kuasa Hukumnya Bilang

Denny Siregar Tak Kunjung Dipanggil, Eh... Kuasa Hukumnya Bilang
WE Online, Jakarta -

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) menggelar aksi di halaman Bale Kota Tasikmalaya, pada Senin (27/7/2020). Aksi itu merupakan bentuk tuntutan kepada polisi untuk segera memproses kasus pegiat media sosial Denny Siregar.

Sebelumnya, Denny Siregar dilaporkan ke kepolisian pada Kamis (2/7). Laporan itu merupakan respons atas pernyataan Denny dalam status Facebook-nya pada 27 Juni 2020. Dalam status itu, ia menulis status berjudul "ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG" dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Baca Juga: Soal Kasus Denny Siregar Hina Santri, Polisi Bocorkan Progresnya

Terlapor diduga tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA dan/atau penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Terlapor diduga melanggar Pasal 45A ayat 2 dan/atau Pasal 45 ayat 3, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Dalam kasus ini, Polsekta Tasikmalaya sudah memeriksa beberapa santri sebagai saksi, tetapi belum memanggil Denny selaku terlapor. Pada Selasa (28/7), kuasa hukum Denny, Muannas Alaidid, malah berani mengklaim bahwa kasus kliennya sudah selesai.

Muannas berasalan, yang disoal Denny dalam status Facebook-nya itu adalah foto anak kecil yang dilibatkan dalam aksi demonstrasi. Menurut dia, pelibatan anak dalam aksi merupakan tindak pidana yang bertentangan dengan UU Perlindungan Anak.

"Jadi lucu kalau (kasus) anak kecilnya tidak diproses, masak Denny diproses. Mereka tidak ditangkap saja itu sudah bagus," kata dia kepada Republika, Senin (27/7) malam.

Muannas menjelaskan, pesan yang disampaikan dalam tulisan Denny itu jelas, yaitu keprihatinannya terhadap pelibatan anak dalam kegiatan politik. Menurut dia, pelibatan anak dalam kegiatan politik adalah bentuk eksploitasi yang dilarang menurut UU Perlindungan Anak.

"Jadi kalau ada dugaan pencemaran nama baik menggunakan foto itu yang ancaman pidananya kecil dan belum tentu dapat dibuktikan. Tapi kalau melibatkan anak dalam kegiatan demo yang ancaman pidananya tinggi dan itu sudah terang-benderang malah enggak diproses, kan aneh namanya," ujar dia.

Muannas juga merasa pihaknya tak perlu membuat laporan terkait kasus pelibatan anak dalam kegiatan politik. Sebab, menurut dia, kasus itu bukan merupakan delik aduan. Dilaporkan atau tidak itu, kata dia, pelaku bisa langsung ditangkap.

Karena itu, menurut dia, para pelaku pelibatan anak dalam kegiatan politik itu harus bersyukur karena tak dihukum. Padahal, ia menilai bukti pelibatan anak dalam kegiatan politik sudah jelas, yaitu foto-foto anak yang menggubakan atribut demonstras, dibawa ke mobil komando dan jelas ikut aksi demo.

"Masak foto dalam tampilan itu ngaji? Kita logika saja. Dalam artikel yang kita kumpulan, anak ada di mobil komando," kata dia.

Membantah pernyataan Muannas, pihak Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa foto yang disebarkan Denny Siregar melalui akun Facebook-nya bukan merupakan kegiatan politik. Anak-anak dalam foto yang disebarkan Denny Siregar itu disebut usai melakukan kegiatan mengaji di Masjid Istiqlal ketika Aksi 313 beberapa tahun silam.

Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya, Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani mengatakan, Aksi 313 bukanlah merupakan aksi politik, melainkan aksi bela Islam. Sementara, santri yang ada dalam foto itu sosok santri usai mengaji, bukan ikut aksi. "Santri tidak diterjunkan di tengah peserta aksi," kata dia, Selasa (28/7).

Ahmad menjelaskan, sebelum aksi dimulai, para santri mengaji. Saat aksi dimulai, para santri itu tetap menghafal Alquran di dalam masjid. Ihwal santri di atas mobil komando, Ruslan mengakui santrinya pernah melakukan itu dalam sebuah aksi bela Islam. Namun, menurut dia, ketika itu santri mengaji, bukan orasi.

"Itu mengaji. Apa salahnya santri mengaji? Namanya diundang mengaji, untuk acara apapun, kita datang," kata dia.

Ruslan mengaku siap menghadapi tuntuan hukum jika pihak Denny Siregar menyoal masalah pelibatan anak dalam aksi. Meski tak punya pengacara terkenal, lanjut dia, pihak pesantren tak akan gentar. "Walaupun mereka punya pengacara hebat, pendukung hebat, kita punya Allah yang akan menolong kami, yang membela Islam," kata dia.

Ahmad juga mengatakan, orang tua santri di pesantrennya akan didatangkan sebagai saksi terkait kasus ini. Rencananya, orang tua santri akan datang setelah Iduladha. "Nanti setelah Iduladha akan ada orang tua santri akan membuat laporan sebagai saksi," kata dia.

Salah seorang santri yang ikut diperiksa polisi beberapa hari lalu, AKA (18 tahun) mengaku sangat malu dan tersinggung disebut sebagai calon teroris. Padahal, foto dirinya yang diunggah Denny Siregar adalah kegiatan setelah mengaji di Masjid Istiqlal saat aksi 313 pada 2017 silam.

"Waktu itu lagi ngaji. Saya sangat malu disebut calon teroris. Siapa sih yang mau dibilang calon teroris? Enggak ada yang mau," kata dia beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kegiatan para santri di pesantren juga jauh dari ajaran terorisme. Menurut dia, para santri di pesantren tempatnya menimba ilmu hanya terus mengaji dan belajar mengenai Islam. Ia meminta Denny Siregar secara jantan datang ke Tasikmalaya untuk melakukan klarifikasi atas pernyataannya. Pihaknya, kata dia, pasti akan menyambut baik kedatangan Denny.

"Kita tabayun bersama. Kalau dia gentle, datang dengan hati terbuka, Insyaallah kita memaafkan. Tapi proses hukum terus saya serahkan ke polisi," kata dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, pihaknya masih terus memproses kasus tersebut. Namun, ia tak bisa berbicara lebih lanjut mengenai kasus Denny Siregar.

"Intinya proses Denny Siregar masih berlanjut," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Selasa (28/7).

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: Denny Siregar, Hukum, Pondok Pesantren

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Twitter/dennysiregar7

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.13 3,920.52
British Pound GBP 1.00 19,355.16 19,161.11
China Yuan CNY 1.00 2,135.01 2,113.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,850.89 14,703.12
Dolar Australia AUD 1.00 10,579.77 10,473.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.22 1,897.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.58 10,693.18
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,415.64 17,236.47
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.93 3,496.58
Yen Jepang JPY 100.00 13,924.89 13,785.04
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5233.452 43.286 698
2 Agriculture 1188.962 -10.769 23
3 Mining 1395.598 -30.035 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.498 -0.452 80
5 Miscellanous Industry 953.527 21.512 52
6 Consumer Goods 1915.276 -1.055 58
7 Cons., Property & Real Estate 296.661 1.011 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 884.277 2.523 78
9 Finance 1165.350 25.274 93
10 Trade & Service 637.516 2.101 174
No Code Prev Close Change %
1 SGER 195 262 67 34.36
2 BMTR 212 264 52 24.53
3 BBLD 382 450 68 17.80
4 MREI 4,500 5,200 700 15.56
5 RUIS 196 224 28 14.29
6 AGRO 242 274 32 13.22
7 PRAS 122 138 16 13.11
8 GOLD 181 204 23 12.71
9 DIVA 1,960 2,200 240 12.24
10 POLI 1,080 1,210 130 12.04
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 262 244 -18 -6.87
2 PGLI 204 190 -14 -6.86
3 RMBA 264 246 -18 -6.82
4 MSKY 1,100 1,025 -75 -6.82
5 RONY 103 96 -7 -6.80
6 MDLN 59 55 -4 -6.78
7 UNSP 59 55 -4 -6.78
8 WOMF 266 248 -18 -6.77
9 LRNA 178 166 -12 -6.74
10 SSTM 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,190 3,350 160 5.02
2 BRIS 570 590 20 3.51
3 BBNI 4,780 5,125 345 7.22
4 MNCN 880 955 75 8.52
5 TOWR 1,070 1,090 20 1.87
6 MDKA 1,915 1,810 -105 -5.48
7 AGRO 242 274 32 13.22
8 KPIG 109 109 0 0.00
9 PURA 129 129 0 0.00
10 TLKM 2,930 2,950 20 0.68