Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,7149 CNY/USD.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,53% pada level 24.787.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,56% pada level 2.330.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,04% pada level 23.485.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,10% pada level 3.254.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,28% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,21% pada level 5.779.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Naik 8%, Jasa Armada Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp54 Miliar

Naik 8%, Jasa Armada Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp54 Miliar
WE Online, Jakarta -

Meski di tengah wabah Covid-19, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) tetap berhasil membukukan pertumbuhan kinerja positif dengan pendapatan mencapai Rp338 miliar, naik sebesar 3,42% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp327 miliar.

IPCM mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp71 miliar, meningkat 6,61% dari tahun lalu yang berjumlah Rp66 miliar. Secara keseluruhan, IPCM berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 8,54% menjadi Rp54 miliar, naik dari tahun lalu sebesar Rp50 miliar.

Baca Juga: Laba Meningkat, Jasa Armada Bagikan Dividen 75%

"Total aset IPCM per 30 Juni 2020 adalah Rp1,4 triliun, naik 10,54% dibanding posisi akhir tahun 2019 sebesar Rp1,28 triliun. Pendapatan sebesar Rp338 miliar diperoleh dari kontribusi jasa penundaan kapal (towage) sebesar Rp295,5 miliar atau 87%, jasa pengelolaan kapal sebesar Rp28 miliar atau 8,3%, serta jasa pemanduan (pilotage) sebesar Rp13 miliar atau 4%," ujar Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Yusuf Amri, dalam keterangan pers, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, dari pendapatan penundaan kapal sebesar Rp295,5 miliar tersebut, 76% atau Rp224 miliar merupakan kontribusi penundaan kapal di Pelabuhan Umum, diikuti penundaan kapal di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar 13% atau Rp39,6 miliar, dan dari Penundaan Kapal di Terminal Khusus (Tersus) sebesar 11% atau Rp31,5 miliar.

"Perseroan akan terus melakukan upaya peningkatan layanan, kecepatan, dan menjaga keandalan armada kapal tunda sesuai kebutuhan pelanggan dan juga memenuhi aspek keselamatan pelayaran dalam hal mendukung kelancaran sistem logistik nasional. Di sisi lain, IPCM juga melakukan berbagai upaya untuk menangkap peluang pasar lebih besar untuk TUKS dan Tersus pada situasi new normal ini, termasuk menjaga likuiditas serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam melayani pelanggan serta mendukung proses kerja," tutur Amri.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM Rizki Pribadi Hasan menambahkan, menghadapi pandemi ini sejak akhir triwulan pertama 2020, IPCM telah melakukan kajian, termasuk stress test sesuai dengan beberapa skenario pemulihan ekonomi.

"Perseroan terus memantau perkembangan situasi serta melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk menjaga kinerja secara umum," ucap Rizki dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Beberapa pekan lalu, IPCM telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang antara lain menyetujui laporan keuangan dan laporan tahunan 2019, pembagian dividen tunai sebesar 75% dari laba tahun 2019, serta perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Baca Juga

Tag: PT Jasa Armada Indonesia (JAI), laba, Bursa

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Jasa Armada Indonesia

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5128.225 -15.824 706
2 Agriculture 1199.635 11.974 24
3 Mining 1418.022 -8.590 47
4 Basic Industry and Chemicals 762.316 -5.896 80
5 Miscellanous Industry 958.056 5.481 53
6 Consumer Goods 1805.203 -6.371 60
7 Cons., Property & Real Estate 330.972 -2.821 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 808.578 -6.192 79
9 Finance 1139.651 -2.041 93
10 Trade & Service 642.879 0.640 175
No Code Prev Close Change %
1 SOHO 4,850 6,050 1,200 24.74
2 WIIM 372 464 92 24.73
3 KOTA 260 324 64 24.62
4 ALMI 204 240 36 17.65
5 DFAM 286 332 46 16.08
6 SAME 143 166 23 16.08
7 AIMS 113 131 18 15.93
8 OMRE 294 340 46 15.65
9 JAYA 112 128 16 14.29
10 ATIC 550 615 65 11.82
No Code Prev Close Change %
1 PLAN 284 264 -20 -7.04
2 OKAS 115 107 -8 -6.96
3 POLL 6,475 6,025 -450 -6.95
4 DEAL 173 161 -12 -6.94
5 KBAG 58 54 -4 -6.90
6 PALM 380 354 -26 -6.84
7 CBMF 352 328 -24 -6.82
8 TGRA 103 96 -7 -6.80
9 ROCK 1,185 1,105 -80 -6.75
10 PTPW 1,340 1,250 -90 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 234 220 -14 -5.98
2 SAME 143 166 23 16.08
3 BRIS 1,250 1,235 -15 -1.20
4 BHIT 50 50 0 0.00
5 TLKM 2,650 2,620 -30 -1.13
6 BBNI 4,850 4,740 -110 -2.27
7 BBRI 3,340 3,360 20 0.60
8 AGRO 358 372 14 3.91
9 WIIM 372 464 92 24.73
10 ANTM 1,060 1,055 -5 -0.47