Portal Berita Ekonomi Jum'at, 07 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,00% pada level 2.557. 
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,69% pada level 24.930.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,26% pada level 3.386.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,33% pada level 2.342.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,43% pada level 22.418.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,51% pada level 6.012.
  • 15:55 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.585 IDR/USD.

Bea Cukai Fasilitasi Ekspor Industri Garmen di Yogyakarta

Bea Cukai Fasilitasi Ekspor Industri Garmen di Yogyakarta
WE Online, Jakarta -

Sektor ekonomi dan industri di Yogyakarta mulai menunjukan geliat setelah memasuki era kenormalan baru. Salah satunya PT Busana Remaja Agracipta (BRA) yang kembali berproduksi melalui aktivitas ekspor pada Jumat (17/7/2020) dengan memanfaatkan fasilitas kawasan berikat (KB) dari Bea Cukai.

Pada ekspor kali ini, PT BRA mengirim 203 karton berisi 27.396 pcs underwear ke negara tujuan United Kingdom (UK). Total nilai ekspor tersebut mencapai lebih dari Rp1,6 miliar rupiah.

Baca Juga: Semester I 2020, Bea Cukai Kediri dan Tangerang Capai 50% Target

"Volume ekspor sempat menurun karena krisis pandemi Covid-19. Namun, per Juli ini sudah terlihat peningkatan. Lini produksi kami mulai menambah kapasitas seiring antusiasme pasar di luar negeri," ungkap staf ekspor impor PT BRA, Winanti, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Industri garmen berupa underwear merupakan komoditas yang kompetitif. Selain harus berhadapan dengan persaingan harga dari kompetitor di Tiongkok, pasar yang tersedia sangat terbatas dan bersifat selektif. Menurut Winanti, PT BRA menunjukkan bahwa dengan strategi yang matang, perusahaan dapat berkompetisi hingga menjangkau 39 negara di dunia sejak 1993 silam.

Hal tersebut juga tak terlepas dari keputusan manajemen untuk mengoptimalkan fasilitas kawasan berikat yang telah disediakan oleh Bea Cukai. "Dengan fasilitas KB, pelaku industri dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya agar tetap kompetitif di era kenormalan baru," tambahnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky T.P. Aritonang, mengungkapkan bahwa fasilitas kawasan berikat merupakan bentuk nyata dari fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance, yaitu memfasilitasi dan mengasistensi pelaku industri untuk dapat berkembang hingga bersaing di pasar internasional.

Selaras dengan itu, jelas Hengky, Bea Cukai Yogyakarta terus mendorong industri garmen di DIY untuk memanfaatkan fasilitas lain yang telah disediakan seperti Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), KITE untuk Industri Kecil Menengah (IKM), Insentif Pajak untuk KITE IKM, dan sebagainya.

"Bea Cukai Yogyakarta berkomitmen untuk mendukung sektor industri melalui asistensi dan komunikasi terbuka dengan seluruh pengguna jasa dan pelaku usaha," tutup Hengky.

Tag: Bea Cukai, Ekspor, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Bea Cukai

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.21 3,869.80
British Pound GBP 1.00 19,245.57 19,048.27
China Yuan CNY 1.00 2,110.35 2,089.11
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,659.94 14,514.07
Dolar Australia AUD 1.00 10,543.43 10,431.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,891.56 1,872.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,703.03 10,592.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,401.35 17,222.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,499.63 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,887.78 13,748.29
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5178.272 51.221 697
2 Agriculture 1177.625 22.493 23
3 Mining 1437.436 37.770 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.746 8.624 80
5 Miscellanous Industry 931.181 25.631 52
6 Consumer Goods 1919.109 7.491 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.734 2.476 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 907.067 2.843 78
9 Finance 1130.600 8.009 93
10 Trade & Service 627.775 12.067 173
No Code Prev Close Change %
1 TOYS 350 436 86 24.57
2 BBHI 122 146 24 19.67
3 MBTO 65 75 10 15.38
4 DOID 252 286 34 13.49
5 PSDN 100 113 13 13.00
6 SOCI 118 133 15 12.71
7 PSGO 105 118 13 12.38
8 INAF 2,850 3,190 340 11.93
9 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
10 TRIS 192 214 22 11.46
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 61 55 -6 -9.84
2 DPNS 286 266 -20 -6.99
3 OASA 430 400 -30 -6.98
4 GSMF 115 107 -8 -6.96
5 TUGU 2,600 2,420 -180 -6.92
6 MAPB 1,375 1,280 -95 -6.91
7 APEX 160 149 -11 -6.88
8 ATIC 655 610 -45 -6.87
9 SOSS 380 354 -26 -6.84
10 CASA 354 330 -24 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
2 TOWR 1,160 1,150 -10 -0.86
3 ANTM 750 835 85 11.33
4 INAF 2,850 3,190 340 11.93
5 PAMG 74 78 4 5.41
6 MDKA 1,935 2,020 85 4.39
7 BBRI 3,080 3,110 30 0.97
8 PSAB 290 284 -6 -2.07
9 SMBR 545 520 -25 -4.59
10 BRPT 900 920 20 2.22