Portal Berita Ekonomi Kamis, 06 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,39 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,50 USD/barel.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,26% terhadap Euro pada level 1,1894 USD/EUR.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Poundsterling pada level 1,3143 USD/GBP.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yen pada level 105,44 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 2.049 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,85% pada akkhir sesi I.

Covid Buka Mata Kita, Bamsoet: Masa Depan Indonesia Ada di Desa

Covid Buka Mata Kita, Bamsoet: Masa Depan Indonesia Ada di Desa
WE Online, Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menekankan masa depan Indonesia bukanlah berada di pusat bisnis perkotaan, melainkan berada di desa sebagai penyedia utama pangan.

Pandemi Covid-19 telah membuka mata semua pemangku kebijakan, mulai pemimpin daerah hingga pusat sudah menyadari bahwa kedaulatan terhadap pangan harus diutamakan. Tak bisa lagi Indonesia bergantung kepada impor pangan.

Baca Juga: Bamsoet: Ketahanan Nasional Harus Dituntaskan dengan Vaksin

"Mencukupi kebutuhan pangan 267 juta penduduk sebenarnya bukanlah hal sulit. Mengingat Indonesia dianugerahi tanah yang subur untuk pertanian, laut yang luas untuk perikanan, maupun udara segar untuk perkebunan. Tak ada yang tak bisa ditanam disini," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Ditegaskan Bamsoet, tinggal bagaimana Indonesia mengelolanya secara bijak. Karena itulah, menurutnya, gagasan Presiden Joko Widodo merealisasikan food estate dengan membuka lahan pertanian seluas 165.000 hektare di Kalimantan Tengah patut didukung.

Hal itu disampaikan Bamsoet saat menerima Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI) di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Pengurus BKNDI yang hadir antara lain Dewan Penasehat Mayjend TNI (Purn) Suprapto, Ketua Umum Isra Sanaky, Bendahara Umum Novita Tuahuns, dan Ketua Koperasi Konsumen BKNDI Mandiri Darwis.

Mantan Ketua DPR RI ini memaparkan, laporan The Global Hunger Index (2019) menempatkan Indonesia di peringkat ke-130 dari 197 negara dengan tingkat kelaparan serius. Diperkirakan 8,3 persen populasi tak mendapat gizi cukup dan 32,7 persen anak balita mengalami stunting.

"Jika di masa normal saja kondisi pangan bisa sesulit itu, apalagi di kondisi pandemi Covid-19. Badan Pangan Dunia (FAO) sudah memperingatkan adanya krisis pangan dunia akibat terganggunya jalur supply karena pandemi Covid-19. Kejadian tersebut menjadi cambuk bagi Indonesia untuk serius membenahi sektor pangan. Pembangunan desa harus digenjot sehingga para pemuda tak lagi melakukan urbanisasi. Pemuda harus bangga menjadi petani," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, dengan luas lahan mencapai 570.000 km persegi, sektor pertanian belum mampu mempersembahkan yang terbaik. Salah satunya karena impor yang merajalela. Sejak tahun 1960-an hingga kini, Indonesia masih mengimpor beras. Sejak 1989, Indonesia juga mengimpor jagung.

"Padahal, pemajuan sektor pertanian juga akan berdampak luas terhadap penerimaan devisa negara serta mampu membuka banyak lapangan pekerjaan, yang pada akhirnya akan menanggulangi kemiskinan. Pandemi Covid-19 telah membawa pelajaran besar agar kita tak lagi meninggalkan sektor pangan," pungkas Bamsoet.

Tag: Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, perdesaan, Ketahanan Pangan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: MPR

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.21 3,869.80
British Pound GBP 1.00 19,245.57 19,048.27
China Yuan CNY 1.00 2,110.35 2,089.11
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,659.94 14,514.07
Dolar Australia AUD 1.00 10,543.43 10,431.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,891.56 1,872.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,703.03 10,592.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,401.35 17,222.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,499.63 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,887.78 13,748.29
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5127.051 52.049 696
2 Agriculture 1155.132 -0.286 23
3 Mining 1399.666 40.451 48
4 Basic Industry and Chemicals 749.122 6.097 80
5 Miscellanous Industry 905.550 12.406 52
6 Consumer Goods 1911.618 34.786 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.258 0.452 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 904.224 19.899 78
9 Finance 1122.591 2.025 93
10 Trade & Service 615.708 4.701 173
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 INAF 2,280 2,850 570 25.00
3 PEHA 1,390 1,735 345 24.82
4 PYFA 775 965 190 24.52
5 CENT 106 128 22 20.75
6 ALTO 334 400 66 19.76
7 JIHD 470 560 90 19.15
8 CNTX 218 258 40 18.35
9 PGLI 178 210 32 17.98
10 DPNS 246 286 40 16.26
No Code Prev Close Change %
1 UANG 412 384 -28 -6.80
2 KBAG 324 302 -22 -6.79
3 DART 236 220 -16 -6.78
4 LUCK 266 248 -18 -6.77
5 SRAJ 148 138 -10 -6.76
6 WOWS 74 69 -5 -6.76
7 RICY 89 83 -6 -6.74
8 PCAR 386 360 -26 -6.74
9 SINI 476 444 -32 -6.72
10 KICI 268 250 -18 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 PSAB 262 290 28 10.69
3 MDKA 1,810 1,935 125 6.91
4 BBRI 3,080 3,080 0 0.00
5 FREN 132 144 12 9.09
6 INAF 2,280 2,850 570 25.00
7 TOWR 1,160 1,160 0 0.00
8 TLKM 2,950 3,020 70 2.37
9 MSIN 270 270 0 0.00
10 BRIS 535 550 15 2.80