Portal Berita Ekonomi Senin, 03 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,56% pada level 24.458.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,07% pada level 2.251.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 2,24% pada level 22.195.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,75% pada level 3.367.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,71% pada level 2.486.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,97 CNY/USD.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,28% pada level 5.881.
  • 15:55 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.630 IDR/USD.

Ogah Pakai Masker karena Sulit Bernapas, Dokter: Tak Masuk Akal

Ogah Pakai Masker karena Sulit Bernapas, Dokter: Tak Masuk Akal
WE Online, Jakarta -

Sebagian orang menentang penggunaan masker karena mengaku sulit bernapas ketika menggunakannya. Di luar negeri, beberapa orang bahkan menjadikan penyakit yang mereka derita sebagai alasan untuk bebas dari penggunaan masker.

Spesialis paru Dr Mike Hansen mengatakan, alasan-alasan tersebut adalah hal yang tak masuk akal. Hansen menegaskan bahwa dalam kondisi pandemi seperti ini tiap orang harus menggunakan masker.

Baca Juga: Tolak Gunakan Masker, Pendukung Trump Meninggal karena Covid-19

"Alasan seperti ini bagaikan orang-orang yang tidak disabilitas memarkir mobil di area parkir disabilitas," ujar Hansen seperti dilansir Men's Health.

Mengacu pada aturan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC AS, hanya ada segelintir kelompok yang tidak diperkenankan menggunakan masker. Berdasarkan aturan tersebut, masker kain tidak diperkenankan untuk dipakaikan pada anak di bawah dua tahun, orang yang mengalami kesulitan bernapas, orang yang tidak sadar, orang yang lumpuh atau yang tidak bisa melepas masker sendiri tanpa bantuan.

Di luar kelompok-kelompok itu, masker bisa digunakan tanpa masalah. Udara bisa keluar dan masuk ke area di sekitar masker dengan bebas. Kacamata yang berembun pada saat seseorang menggunakan masker merupakan salah satu bukti bahwa udara bisa keluar dan masuk dengan bebas melalui masker.

Dengan kata lain, kesulitan bernapas tak akan terjadi selama masker digunakan dengan benar. Sering kali perasaan sulit bernapas saat menggunakan masker disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan masker itu sendiri. Masker yang digunakan mungkin terlalu tebal atau terlalu ketat pada wajah.

"Orang-orang bisa merasa 'saya merasa kesulitan bernapas' tanpa mengalami kesulitan bernapas yang sebenarnya," jelas Dr Hansen.

Meski aturan CDC sudah jelas terkait siapa yang tak boleh menggunakan masker, beberapa negara bagian di Amerika Serikat mengeluarkan aturan sendiri. Di Kalifornia, misalnya, orang-orang yang menderita penyakit, masalah kesehatan mental, atau disabilitas diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker.

Hansen menilai aturan pengecualian seperti ini tak jelas karena tidak memuat secara spesifik kondisi kesehatan seperti apa yang boleh tidak menggunakan masker. Hansen menilai, hal ini terjadi karena memang tak ada pengecualian medis terkait penggunaan masker.

"Kecuali seseorang mengalami maasalah kondisi kulit yang berat pada wajah mereka, seperti luka bakar tingkat dua atau tiga," papar Hansen.

Hansen mencontohkan, dia memiliki banyak pasien yang benar-benar mengalami kesulitan bernapas. Pasien-pasien tersebut kerap membutuhkan tambahan oksigen sepanjang waktu.

"Mereka pun tetap bisa menggunakan masker," ungkap Dr Hansen.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: Virus Corona, COVID-19, Masker

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Irwansyah Putra

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.77 3,903.33
British Pound GBP 1.00 19,346.75 19,151.32
China Yuan CNY 1.00 2,119.66 2,097.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,786.57 14,639.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,545.78 10,439.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,907.90 1,888.89
Dolar Singapura SGD 1.00 10,749.96 10,639.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,403.79 17,224.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.52 3,451.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,972.00 13,831.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5006.223 -143.404 696
2 Agriculture 1132.922 -23.402 23
3 Mining 1339.654 -30.521 48
4 Basic Industry and Chemicals 729.440 -22.638 80
5 Miscellanous Industry 879.860 -41.872 52
6 Consumer Goods 1844.749 -41.299 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.410 -11.086 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.177 -32.885 78
9 Finance 1104.883 -30.046 93
10 Trade & Service 608.529 -14.465 173
No Code Prev Close Change %
1 RELI 280 350 70 25.00
2 UANG 354 442 88 24.86
3 MEGA 6,700 7,900 1,200 17.91
4 FIRE 124 139 15 12.10
5 AMFG 2,700 2,970 270 10.00
6 SBAT 158 173 15 9.49
7 MREI 4,100 4,480 380 9.27
8 KICI 250 268 18 7.20
9 DNAR 240 254 14 5.83
10 TPMA 344 364 20 5.81
No Code Prev Close Change %
1 FREN 143 133 -10 -6.99
2 SAME 86 80 -6 -6.98
3 ISSP 129 120 -9 -6.98
4 ADMG 115 107 -8 -6.96
5 KBAG 374 348 -26 -6.95
6 MBTO 72 67 -5 -6.94
7 IPCC 432 402 -30 -6.94
8 NIKL 865 805 -60 -6.94
9 KBLV 346 322 -24 -6.94
10 DIVA 2,020 1,880 -140 -6.93
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,160 2,990 -170 -5.38
2 TLKM 3,050 2,920 -130 -4.26
3 BBNI 4,600 4,440 -160 -3.48
4 BBCA 31,200 30,650 -550 -1.76
5 PTBA 2,030 1,975 -55 -2.71
6 TOWR 1,135 1,130 -5 -0.44
7 ASII 5,150 4,880 -270 -5.24
8 BRIS 540 515 -25 -4.63
9 MNCN 820 790 -30 -3.66
10 BMRI 5,800 5,500 -300 -5.17