Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 3,08% pada level 5.822.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.

Pertanian Kebal Covid-19, Kondisi Petani Terus Membaik

Pertanian Kebal Covid-19, Kondisi Petani Terus Membaik
WE Online, Jakarta -

Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian justru mengalami pertumbuhan positif. Ini terlihat dari penerimaan petani atas harga gabah yang terus meningkat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, menjelaskan bahwa harga gabah selama bulan Juli 2020 meningkat sebesar 1,44 persen. Dengan pertumbuhan ini, kata dia, rata-rata harga gabah di tingkat petani mencapai Rp4.788 perkilogram atau harga di tingkat penggilingan sebesar Rp4.883 perkilogram.

Baca Juga: Kementan: Milenial Strategis untuk Kembangkan Bisnis Pertanian

"Sementara, harga gabah naik 1,32 persen jika dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Kemudian penerimaan petani atas harga gabah meningkat dan harga beras di tingkat konsumen turun. Ini membuktikan bahwa petani menerima harga yang lebih baik," ujar Suhariyanto, Senin (3/8/2020).

Suhariyanto mengatakan, jika dibandingkan dengan Juli 2019, rata-rata harga beras premium dan medium di penggilingan pada Juli 2020 naik sebesar 4,33 persen dan 1,14 persen. Sementara, untuk beras luar kualitas mengakami penurunan sebesar 0,13 persen.

"Hal ini menggambarkan bahwa beras yang kita miliki sangat melimpah di pasar," katanya.

Perlu diketahui, dari 1.629 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Juli 2020, sebanyak 60,28 persen di antaranya merupakan gabah kering panen (GKP). Sementara, 20,81 lainya merupakan gabah kering giling. "18,91 sisanya adalah gabah luar kualitas," katanya.

Suhariyanto berharap, capaian ini bisa terus dipertahankan supaya petani Indonesia mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dan pangan Indonesia tetap tersedia dengan baik.

Perlu diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan yang cukup tajam. Bahkan, angkanya mencapai 100,09 atau naik 0,49 persen jika dibanding dengan NTP sebelumnya. Kenaikan terjadi lantaran Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47 persen.

Kenaikan yang sama juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional yang mencapai 100,53 atau 0,28 persen. Angka ini jauh lebih besar jika dibanding NTUP pada bulan sebelumnya.

Sebagai contoh, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. NTP juga merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatanya menyampaikan bahwa sektor pertanian tidak pernah mengenal pandemi dan krisis, termasuk pandemi Covid-19. Menurut Mentan, pertanian terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan jutaan masyarakat Indonesia.

"Dalam kondisi Covid-19 dan krisis apa saja, selama ini pertanian jadi jawaban. Makanya, ayo sama-sama kita galakkan pertanian. Tak perlu lahan besar. Di lahan keluarga atau di sekitar kita juga bisa," katanya.

Sementara itu, Ekonom sekaligus peneliti dari Institute for Development Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menyebut bahwa perekonomian Indonesia akan segera pulih dalam waktu yang tidak lama. Menurut dia, dalam masa pemulihan ini ada 2 sektor kunci yang berperan signifikan. Salah satunya adalah sektor pertanian.

"Indonesia punya sumber daya pertanian yang melimpah. Karenanya, kunci untuk mendukung recovery adalah hilirisasi produk pertanian, inovasi, dan regenerasi petani muda," katanya.

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Agribisnis, Petani, Badan Pusat Statistik (BPS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Wahdi Septiawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15