Portal Berita Ekonomi Kamis, 29 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Laju Operasional Manufaktur Asean Perlahan Bangkit dari Kubur

Laju Operasional Manufaktur Asean Perlahan Bangkit dari Kubur
WE Online, Jakarta -

Kondisi operasional di seluruh sektor manufaktur Asean perlahan pulih. Hal ini tercermin dalam laporan IHS Markit yang menyebutkan purchasing managers' index (PMI) atau indeks manajer pembelian pada Juli 2020 sebesar 46,5 atau naik tipis 2,8 poin dari 43,7 pada Juni 2020.

Ekonom IHS Markit, Lewis Cooper mengatakan penurunan di sektor manufaktur Asean masih berlanjut di Juli. Namun, laju penurunan ini terus berkurang akibat tingkat penurunan di semua indeks melambat dengan output dan pesanan baru turun pada tingkat paling lambat selama lima bulan.

Seperti diketahui PMI di atas 50 menunjukkan manufaktur tengah ekspansif, sedangkan di bawah 50 menunjukkan manufaktur mengalami resesi.

Baca Juga: Gotong Royong UMKM: Kunci Ketahanan Ekonomi di Masa Pagebluk

Baca Juga: Indonesia Gandeng Inggris Percepat Ekonomi Rendah Karbon

"Data terbaru memang menunjukkan tanda-tanda menggembirakan menuju pemulihan memasuki pertengahan kedua tahun ini karena penurunan terburuk tampaknya telah berlalu. Meski demikian, secara keseluruhan permintaan perlu ditingkatkan dan pabrik-pabrik perlu meningkatkan produksi lebih lanjut menuju kapasitas penuh sebelum kita melihat pemulihan yang berarti. Mengingat potensi kemunculan kembali pandemi dan pengenalan kembali langkah lockdown, risiko penurunan tetap harus diperhatikan," kata Lewis pada Senin (3/8/2020).

Lewis menambahkan pusat kontraksi terbaru adalah penurunan output dan pesanan baru meskipun tingkat penurunan adalah yang paling lambat yang tercatat selama lima bulan.

"Data pendukung menunjukkan bahwa setiap peningkatan penjualan terutama didorong oleh permintaan domestik yang lebih kuat karena pesanan ekspor kembali menurun. Bersamaan dengan itu, perusahaan mengurangi tingkat penyusunan staf selama empat belas bulan berjalan, dengan tingkat pelepasan kerja tetap tajam," tambahnya.

Sementara itu, dari tujuh negara konstituen, hanya Myanmar yang mencatat peningkatan kondisi operasional selama Juli. Pada posisi 51,7, angka PMI Myanmar merupakan yang tertinggi selama enam bulan, dengan ekspansi keseluruhan terutama didorong oleh pertumbuhan yang lebih kuat pada output dan pesanan baru.

Baca Juga

Tag: Industri Manufaktur, Manufaktur, PMI Manufaktur ASEAN

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Risky Andrianto

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10