Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.

PLN Berikan Stimulus Tarif Tenaga Listrik Sebesar Rp3 Triliun

PLN Berikan Stimulus Tarif Tenaga Listrik Sebesar Rp3 Triliun
WE Online, Jakarta -

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) memberikan stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar Rp3 triliun bagi tiga golongan pelanggan, yakni Sosial, Bisnis, dan Industri. Insentif Rp3 triliun ini terdiri dari Rp285,9 miliar untuk listrik pengguna sosial; Rp1,3 triliun untuk bisnis; dan Rp1,4 triliun untuk industri.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan bahwa stimulus TTL tersebut bisa dinikmati pelanggan dengan daya minimum 1300 VA ke atas.

Baca Juga: PLN Terangi Satu Kecamatan di Sumbawa

"Apabila pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, pelanggan cukup membayar sesuai pemakaian kWh," ujar Bob dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Bob menyampaikan, stimulus ini juga diberikan kepada pelanggan sosial daya 220 VA s.d. 900 VA, pelanggan bisnis, dan industri daya 900 VA berupa pengurangan biaya beban. "Sebagai BUMN, PLN siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan biaya beban," ucap Bob.

Dengan adanya stimulus TTL tersebut, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sementara, selisih dari Rekening Minimum atau Jam Nyala Minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta Biaya Beban menjadi stimulus yang dibayar pemerintah.

"Contohnya suatu pelanggan bisnis 1300 VA  memakai listrik. Karena Covid-19, hanya 10 jam saja atau equivalent dengan 13 kWh, pelanggan itu berdasarkan aturannya harus membayar 40 jam nyala di dalam satu bulan itu karena batas minimun 40 jamnya yaitu 52 kWh. Nah, 52 kWh itu tidak perlu dibayar oleh pelanggan, tetapi hanya 13 kWh yang equivalent dengan Rp12.558 yang seharusnya mereka bayar ke PLN adalah Rp50.232, selisihnya sebesar Rp37.674 itu dibayarkan pemerintah ke PLN dalam bentuk stimulus Covid-19 untuk peningkatan ekonomi nasional," ujar Bob, Selasa (4/8/2020).

Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember tahun 2020.

PLN memastikan stimulus ini tidak akan mengganggu keuangan PLN. Pasalnya, setiap stimulus yang diberikan akan diganti pemerintah melalui mekanisme kompensasi seperti halnya stimulus yang telah diberikan kepada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi serta industri dan bisnis kecil berdaya 450 VA.

Berikut daftar program stimulus TTL yang dikeluarkan PLN:

1. Pembebasan penerapan ketentuan Rekening Minimum bagi pelanggan yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala), diberlakukan bagi:

- Pelanggan Golongan Sosial daya 1300 VA ke atas (S2/1300 VA s.d. S-3/> 200 kVA)

- Pelanggan Golongan Bisnis daya 1300 VA ke atas (B1/1.300 VA s.d. B-3/> 200 kVA)

- Pelanggan Golongan Industri daya 1300 VA ke atas (I-1/1.300 VA s.d. I-4/30.000 kVA ke atas)

2. Pembebasan penerapan ketentuan Jam Nyala Minimum bagi pelanggan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

3. Pembebasan Biaya Beban, diberlakukan bagi:

- Pelanggan Golongan Sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA)

- Pelanggan Golongan Bisnis daya 900 VA (B-1/900 VA)

- Pelanggan Golongan Industri daya 900 VA (1-1/900 VA).

Baca Juga

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Energi Listrik

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: PLN

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15