Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 1,57% pada penutupan sesi I.
  • 09:38 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 1,07% pada level 23.487.
  • 09:37 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 2,02% pada level 2.286.
  • 09:36 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka melemah 0,66% pada level 23.193.
  • 09:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,95% pada level 3.248.
  • 09:34 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 1,05% pada level 2.455.
  • 09:33 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 6,81 CNY/USD.
  • 09:32 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 14.855 IDR/USD.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,95% pada pembukaan sesi I.
  • 08:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 105,44 JPY/USD.
  • 08:10 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 3,02% pada level 10.632.
  • 08:09 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,61 USD/barel.
  • 08:08 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,47 USD/barel.
  • 08:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Euro pada level 1,1675 USD/EUR.
  • 08:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2732 USD/GBP.

YLKI: Bea Cukai, Tangkap Semua Pengedar Ponsel Black Market!

YLKI: Bea Cukai, Tangkap Semua Pengedar Ponsel Black Market!
WE Online, Jakarta -

Industri dan pelaku bisnis smartphone mengapresisasi langkah Bea Cukai yang menangkap pengedar ponsel black market pada 23 Juli 2020 yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta. Pelaku dijerat dengan pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Disebutkan dalam operasi tersebut ditemukan barang bukti antara lain 190 handphone bekas berbagai merek dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp61.300.000. Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita di tahap penyidikan dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp500.000.000, rumah senilai Rp1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp50.000.000.

Baca Juga: Kemendagri Buka Data Kependudukan ke Pinjol, YLKI Keberatan Jika...

"Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal," ungkap @bckanwiljakarta, IG resmi bea cukai wilayah Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Andi Gusena, Direktur Marketing Advan mengatakan mendukung langkah pihak Bea Cukai untuk memberantas peredaran ponsel black market. Dia berharap penangkapan itu menjadi langkah awal untuk menghentikan ponsel black market.

CEO Mito, Hansen, pun berharap langkah Bea Cukai tidak berhenti di situ. Hansen mendorong agar para pelaku lainnya ditertibkan untuk membuat ekosistem industri lebih kondusif. Langkah Bea Cukai dipandang sangat positif sebagai langkah strategis dan menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius memberantas peredaran ponsel black market.

"Ini selaras dengan kebijakan aturan validasi IMEI. Sebagai produsen nasional, tentunya kami berharap pula agar pemerintah terus melakukan operasi yustisi untuk memepersempit gerakan para pengedar ponsel black market yang merugikan negara dan konsumen," ungkap Hansen, Selasa (4/8/2020).

Sebagaimana diketahui, aturan validasi IMEI yang mengatur pemblokiran ponsel black market sudah diterapkan sejak 18 April 2020 lalu. Kendati sudah diterapkan, peredaran ponsel black market masih marak di pasar dan masih mendapatkan layanan operator selular.

"Di tengah masih belum optimalnya software validasi IMEI, kami kira langkah Bea Cukai sudah tepat,"  imbuh Hansen.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membentuk Gugus Tugas pengelolaan sementara central equipment identity register dalam rangka implementasi pengendalian IME.

Dirjend SDPPI, Ismail, menyatakan bahwa SK pengangkatan Satuan Tugas tersebut sudah ditandatangani oleh kedua kementerian dalam hal ini MoU Dirjen ILMATE, Kementerian Perindustrin dan Dirjen SDPPI Kemenkominfo. Adapun salah satu poin penting perjanjian kerja sama tersebut terkait hibah CEIR. Untuk kegiatan transfer data IMEI ke CIER dari PUSDATIN, pengoperasian dan pengendalian IMEI dalam pengawasan bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kominfo dalam bentuk Gugus Tugas.

Sementara ini, sistem akan dijalankan secara cloud computing untuk sementara waktu karena perangkat fisik untuk memasang system CEIR masih dalam proses. Diharapkan dengan adanya Gugus Tugas tersebut bisa terjadi sinergisasi kinerja untuk mengoptimalkan pengendalian IMEI.

Ketua YLKI, Tulus Abadi, menilai dengan telah terbentuknya Gugus Tugas tersebut, diharapkan benar-benar bisa mengerem peredaran ponsel black market di masa transisi antara cloud computing ke perangkat fisik CEIR.

Tulus berharap, Gusus Tugas bisa bekerja secara efektif karena beberapa waktu lalu ponsel black market masih bisa nyala dan dapat layanan selular. Selain itu, operasi yustisi yang dilakukan pihak Bea Cukai pun harus terus digalakkan dan benar-benar menyentuh para pelaku bisnis ponsel gelap.

"Jangan sampai ada kesan tebang pilih. Hajar semua para pelakunya karena merugikan konsumen dan negara," ungkap Tulus.

YLKI, lanjut Tulus, menunggu kiprah Bea Cukai lebh agresif memberantas para pelaku ponsel black market. Termasuk juga pihak terkait lainnya untuk benar-benar secara simultan berkomitmen menegakkan aturan main.

"Kalau tidak salah dengar, kemarin yang ditangkap oleh pihak Bea Cukai sekarang menjadi tahanan kota. Kami akan terus memantau terhadap progres penanganan para pelaku bisnis ponsel black maket agar jangan sampai lolos begitu saja," tandas Tulus.

Baca Juga

Tag: Digital Economy, Smartphone, Ponsel ilegal, Bea Cukai, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: YLKI

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,005.48 3,965.52
British Pound GBP 1.00 19,107.21 18,915.60
China Yuan CNY 1.00 2,203.70 2,181.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,023.75 14,874.26
Dolar Australia AUD 1.00 10,603.76 10,496.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.55 1,919.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,941.48 10,831.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,522.20 17,343.39
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,604.55 3,564.40
Yen Jepang JPY 100.00 14,249.98 14,106.85
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4917.955 -16.138 707
2 Agriculture 1147.040 -9.918 24
3 Mining 1335.730 -4.818 47
4 Basic Industry and Chemicals 701.678 -1.192 80
5 Miscellanous Industry 840.977 -8.156 53
6 Consumer Goods 1836.486 -9.725 60
7 Cons., Property & Real Estate 340.206 -1.933 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.279 1.092 79
9 Finance 1057.789 -3.880 94
10 Trade & Service 627.050 0.507 175
No Code Prev Close Change %
1 ROCK 1,300 1,625 325 25.00
2 TUGU 1,390 1,695 305 21.94
3 LMSH 228 276 48 21.05
4 SIPD 1,005 1,200 195 19.40
5 IFSH 312 370 58 18.59
6 ARGO 1,740 2,000 260 14.94
7 TRUK 127 144 17 13.39
8 FIRE 143 162 19 13.29
9 BMAS 264 296 32 12.12
10 JMAS 178 198 20 11.24
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 41 37 -4 -9.76
2 SOHO 13,600 12,650 -950 -6.99
3 PBSA 505 470 -35 -6.93
4 SPMA 290 270 -20 -6.90
5 DFAM 350 326 -24 -6.86
6 MTPS 470 438 -32 -6.81
7 KKGI 206 192 -14 -6.80
8 HELI 194 181 -13 -6.70
9 RELI 360 336 -24 -6.67
10 ASBI 334 312 -22 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,130 3,080 -50 -1.60
2 BRIS 770 750 -20 -2.60
3 BBCA 27,250 27,525 275 1.01
4 BBNI 4,540 4,420 -120 -2.64
5 PURA 144 136 -8 -5.56
6 BEST 168 175 7 4.17
7 TOWR 1,020 1,010 -10 -0.98
8 TLKM 2,780 2,800 20 0.72
9 PGAS 1,020 1,005 -15 -1.47
10 DEAL 144 141 -3 -2.08