Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Aesler Siapkan Hunian Adaptif Covid untuk Segmen Milenial

Aesler Siapkan Hunian Adaptif Covid untuk Segmen Milenial
WE Online, Jakarta -

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung 8 bulan lebih, membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tak terkecuali golongan milenial yang mungkin saat ini tengah “senang-senangnya” bekerja dan sedang memantapkan karir. Pengalaman berbulan-bulan bekerja dan melakukan berbagai aktivitas dari rumah, ternyata membuat mereka semakin menyadari pentingnya memiliki hunian sendiri.

Mengutip hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study di semester I 2020 yang dilakukan terhadap 1.007 responden sepanjang Januari-Juni 2020 lalu, hasrat untuk memiliki hunian sendiri pasca pandemi Covid-19 ini paling banyak diungkapkan oleh responden dari kalangan muda usia 22-29 tahun, yakni sebanyak 44%.Keinginan yang sama juga dilontarkan 36% responden dari golongan usia 30-39 tahun, dan 27% dari kelompok usia 40-49 tahun. Sementara sisanya (16%) dilontarkan oleh responden dengan usia 50-59 tahun.

Bagi pelaku bisnis arsitektur, angka-angka di atas menggambarkan adanya dua PR (pekerjaan rumah) besar terkait dengan pasar masa depan. Pertama, bagaimana menjawab keinginan dan kebutuhan segmen milenial yang aktif dan dinamis. Dan kedua, secara bersamaan juga harus mampu menjawab tuntutan adaptif terhadap efek pandemic covid-19 yang diperkirakan akan terus menetap.

Baca Juga: Dear Milenial, Summarecon Rilis Lagi Nih Klaster Agnesi, Minat?

Arsitek Rubi Roesli memahami bahwa masalah covid-19 adalah tantangan terbesar bagi dunia arsitektur karena sifat bisnis mereka yang sangat fisikal. Menurutnya, apapun inovasi arsitektur yang dilakukan saat ini (termasuk untuk memenuhi hasrat kemilenialan), kuncinya adalah perhatian terhadap problem kesehatan. “Jadi segala macam bentuk desain harus dibawa ke sana,” ujar founder “Biroe Architecture & Interior” tersebut, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Rubi mengamati, ada kecenderungan perubahan gaya hidup baru di kalangan masyarakat sebagai respon atas kondisi pandemik ini.Ia melihat, orang-orang menjadi lebih peduli terhadap faktor kesehatan yang diperlihatkan melalui pilihan makanan sehat dan gaya hidup sehat seperti meningkatnya aktivitas berolahraga.

“Bayangkan, sekarang banyak yang tiba-tiba bercocok tanam sayuran di rumah. Selain merupakan tren lifestyle untuk mendapatkan makanan dari sumber yang lebih dekat dan segar, hal itu mungkin juga dilatari kekhawatiran terhadap masalah distribusi pangan,” tambahnya.

Perubahan lain yang ia lihat adalah meningkatnya kecenderungan orang untuk berbelanja online guna meminimalisir interaksi dengan orang lain karena kekhawatiran terhadap penularan kuman.Selain itu jangan lupa, ada “budaya baru” di kalangan karyawan yang dipaksa bekerja di rumah (wfh - work from home) selama berbulan-bulan terakhir.

Ruby menangkap, kebutuhan yang terlihat jelas di kalangan konsumen properti terkait kondisi pandemik saat ini adalah space untuk berolahraga dan melakukan hobinya di rumah (walau ukurannya minimalis) serta ruangan yang bisa mengakomodasi kebutuhan bekerja di rumah.

“Saya kira, kecenderungan-kecenderungan seperti ini harus direspon para arsitek. Di saat orang butuh ruang jarak jauh, bisa meeting online dan bicara nyaman di zoom tanpa terganggu suara anak-anak, sementara di sisi lain anak-anak juga butuh ruang untuk belajar online. Dan nggak bisa dipungkiri, orang yang bekerja di rumah juga butuh ‘me time space,” ujarnya lagi. Namun Rubi percaya, dunia arsitek serta developer properti akan semakin kreatif mencari solusi atas berbagai masalah tersebut.

Baca Juga: BP Tapera: Rumah, Investasi Milenial Paling Ideal

Adanya consumer insights di atas dibenarkan oleh Presiden Direktur PT Aesler Grup International (Aesler), Jang Rony Yuwono. Dalam konferensi pers pasca IPO April lalu, ia mengakui ada cukup banyak permintaan penyesuaian desain arsitektur dengan banyaknya penerapan wfh sejak masa pandemik Covid-19.

Bagi Aesler, kata Jang Rony, merebaknya virus corona adalah tantangan tersendiri untuk menghadirkan desain arsitektur ruang yang lebih kreatif dan mengintegrasikan pola hidup baru. Untuk menghadapi berbagai kejadian tidak terduga seperti pandemic corona ini, Aesler sudah menyiapkan desain hunian dengan konsep yang mereka sebut “Future Proofing Homes”.

Konsep Future Proofing Homes, papar Jang Rony, adalah sebuah konsep dalam mendesain sebuah bangunan terutama hunian dengan mindset "antisipasi" terhadap kejadian tidak terduga di masa depan. Desain itu harus mampu meminimalisasi shock effect dan physical stresses yang terjadi akibat kejadian tidak terduga tersebut.

“Konsep ini berbeda dengan yang selama ini diusung oleh beberapa arsitek lainnya, yang notabene kebanyakan memberikan solusi sebatas ruang-ruang dengan social distancing ataupun pencegahan melalui penggunaan sekat ruang,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kejadian insidental, Jang Rony memahami bahwa kejadian seperti Covid bisa saja terjadi rutin bahkan menjadi siklus tahunan dalam bentuk berbeda. Karena itu, “Ketika mendesain sebuah hunian berskala besar, seorang arsitek juga harus memikirkan berbagai kemungkinan krisis seperti food scarce atau economy breakdown, political war, dll yang akan mempengaruhi pola hidup dan produk hunian,” ujarnya.

Menurut Jang Rony, konsep desain bertema “antipasi” ini, juga memberikan kepastian investasi bagi calon investor maupun end user hunian untuk menjaga "value" property tersebut hingga di masa depan. Ia yakin, produk properti yang didesain dengan konsep ini mampu menjadi "resilient" atau "tahan banting" terhadap risiko akibat kejadian tidak terduga di masa depan.

Baca Juga

Tag: PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), Properti, Generasi Milenial

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Unsplash/Breno Assis

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19