Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.

Seperti Apa Urgensi Peningkatan Kualitas SDM Indonesia?

Seperti Apa Urgensi Peningkatan Kualitas SDM Indonesia?
WE Online, Jakarta -

Era normal baru dan perubahan masif revolusi industri, telah memaksa pendidikan tinggi untuk beradaptasi dalam pembelajaran, termasuk di bidang akuntansi dan keuangan. Pendidikan berbasis hasil (outcome based education/OBE) dinilai sebagai langkah ideal dalam dinamika pendidikan terkini, karena memang berorientasi pada hasil, kemampuan, dan penciptaan perilaku yang baik dari lulusan pendidikan tinggi. Dalam kapasitas ini, keterkaitan atau link & match antara dunia pendidikan, industri, dan profesi, menjadi penting untuk menentukan strategi pengembangan SDM akuntansi dan keuangan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI), Prof. Mardiasmo, ketika membuka Workshop Series Kurikulum OBE: Pengembangan Berbasis Misi dan Capaian Pembelajaran. Workshop yang diselenggarakan dalam rangka membangun kapasitas SDM Indonesia, khususnya di bidang akuntansi dan keuangan, merupakan kerjasama Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd) IAI, Universitas Airlangga, dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEBI), diselenggarakan secara serial mulai akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2020.

Prof. Mardiasmo menekankan keterlibatan asosiasi profesi dan industri dalam proses pengembangan kompetensi SDM, harus dioptimalkan karena tren atau dinamika lingkungan berubah sangat cepat, sementara kurikulum belum menyesuaikan. “IAI sendiri telah memiliki program IAI Affiliated Campus, yang merupakan program kerjasama profesi dengan perguruan tinggi, yang memberikan value antara lain pengembangan kurikulum dan silabus akuntansi, serta capacity building bagi civitas academica,” ujar Prof. Mardiasmo yang kini menjadi Ketua Komisi Pengawas Perpajakan Kementerian Keuangan RI.

Baca Juga: RI Butuh 9 Juta Lebih SDM Digital, Jokowi Perintah Johnny untuk..

Mantan Wamenkeu itu menambahkan, aktivitas KAPd IAI ini dapat dimaknai sebagai tindaklanjut profesi atas arahan Presiden RI pada Sidang Paripurna MPR RI, terkait lima fokus pembangunan tahun 2020-2024 yang terdiri dari: Pembangunan SDM, Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi. Selain itu, ketika menerima delegasi IAI di Istana Negara pada pembukaan Kongres IAI ke-13, Presiden meminta akuntan bisa mengurai complexity menjadi clarity, dalam rangka memberikan kontribusi untuk mewujudkan prosperous society.

IAI sendiri telah memberikan respon atas harapan presiden, dengan menginisiasi Prakarsa 6.1: Menguasai Perubahan Menyiapkan Masa Depan. Prakarsa 6.1 merupakan program strategis DPN IAI periode 2018-2022 untuk memastikan profesi ini mampu melewati tantangan dan meraih sukses di masa depan. “Di dalamnya terdapat Prakarsa 2, yaitu IAI berupaya menyesuaikan kurikulum pendidikan akuntansi dan pendidikan profesi yang mengakomodir perkembangan teknologi dan disrupsi bisnis,” jelas Ketua DPN IAI.

Prakarsa 2 mengamanatkan IAI untuk mengembangkan pendidikan akuntansi dan profesi yang mengakomodir teknologi bisnis, serta meningkatkan peran inklusif akuntan pendidik melalui riset akuntansi, keuangan dan bisnis. Terkait hal itu pula, IAI bersama ISEI dan AFEBI telah memprakarsai terbentuknya Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).

Pada kesempatan itu, Prof. Mardiasmo mengingatkan jika produk dan layanan yang dihasilkan revolusi industri, seperti hadirnya artificial intelligence, e-commerce, big data, fintech, block chain dan crypto currency, pasti akan mengubah pendekatan akuntansi dan mentranformasi menjadi digital accounting. “Para akuntan harus bersiap dengan perubahan ini. Akuntan di masa kini dan di masa depan harus menguasai big data, proses-proses otomasi, cloud computing, dan mampu menjalankan proses secara real time,” ujarnya.

Baca Juga: Wamendag: SDM Metrologi Mesti Siap Sokong Perdagangan

Karena itu, tranformasi ini akan membawa evolusi profesi akuntan dan membekalinya dengan berbagai skills masa depan yang dapat diandalkan. Mulai dari keterampilan teknis dan etika, dipadu dengan pengalaman, kematangan inteligensi dan kreativitas, dilengkapi kemampuan menguasai artefak digital, serta disempurnakan dengan aspek pengendalian emosi yang baik dan visi yang jernih, akan menjadi bekal unggul akuntan di masa depan.

Prof. Mardiasmo mengatakan, dalam dinamika hari ini, kemampuan memecahkan masalah, kognitif, dan sosial, akan menjadi semakin penting. Sebaliknya keterampilan fisik justru akan semakin berkurang. Ini juga berdampak dalam setiap proses dan aktivitas profesi akuntan.

Diakui atau tidak, pandemi Covid-19 telah mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat, baik di pendidikan maupun dunia kerja. Beberapa hal yang telah berubah seperti pembelajaran jarak jauh, percepatan transformasi digital di semua industri, hingga tekanan untuk memperbaharui keterampilan.

Baca Juga: Demi Kualitas Petani Milenial, BPPSDMP Kuatkan Pendidikan Vokasi

Pada kesempatan yang sama, Ketua KAPd IAI Prof. Dian Agustia memaparkan adanya evolusi akan keterampilan SDM di masa kini. Di era digital, kemampuan untuk memecahkan masalah yang baru dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata (complex problem solving), menjadi kebutuhan tertinggi, mencapai porsi 36% dari total keseluruhan. Sementara social skills atau kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga emotional intelligence dibutuhkan sebesar19%.

Process skills yang terdiridari active listening, logical thinking, dan monitoring self and the others dibutuhkan sebesar 18%, dan system skills atau kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan, dibutuhkan pada tingkat 17%. Sebaliknya, hanya 12% kebutuhan atas technical skills, yang berarti bahwa kemampuan tradisional di bidang akuntansi dan keuangan kini tidak lagi cukup sebagai satu-satunya senjata untuk memenangkan persaingan di era digital.

“Akuntan harus beradaptasi dengan kondisi ini, dan pendidikan tinggi harus berevolusi untuk menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan industri,” pungkas Guru Besar Akuntansi FEB Universitas Airlangga itu.

Baca Juga

Tag: Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, Sektor Industri, ikatan akuntan indonesia, sistem akuntansi

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59