Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

PHP dan Terlalu Lebay, Pamor Risma Ancur Gegara Corona

PHP dan Terlalu Lebay, Pamor Risma Ancur Gegara Corona
WE Online, Jakarta -

Perkembangan Corona di Surabaya "tak sehijau" seperti yang dibilang Wali Kota Tri Rismaharini. Jumlah yang positif terus naik, jumlah yang meninggal juga naik. Lalu apa yang turun? Mungkin, pamor ibu Risma saja yang tak seterang dulu.

Setelah diklaim sebagai zona hijau, kasus Corona di surabaya kembali pecahkan rekor. Hingga kemarin siang, data positif Covid-19 di surabaya bertambah 105 kasus. Ini menjadikan Kota Pahlawan itu sebagai penyumbang kasus corona terbesar di Jawa Timur yang secara keseluruhan kemarin bertambah 432 kasus.

Baca Juga: Risma Sebut Surabaya Zona Hijau, Dinkes: RT yang Sudah Hijau

Dikutip dari http://infocovid19.jatimprov.go.id secara keseluruhan ada 9.087 kasus positif Covid-19 di Surabaya, kemarin. Yang sudah sembuh ada 5.707 orang, atau naik 110 orang dari hari sebelumnya.

Sementara yang meninggal naik 13 orang menjadi 794 orang. Fatality rate atau tingkat kematian di Surabaya mencapai 8,74 persen. Kemudian, suspek alias yang dicurigai ada 2.806, bertambah 505 dari hari sebelumnya.

Surabaya dalam kategori wilayah zona merah penularan Covid-19. Dengan begitu, klaim Walikota Surabaya Tri Rismaharini bahwa kotanya sudah masuk zona hijau pun terbantahkan.

Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo menyebut, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi yang dilaporkan ke pusat, Surabaya belum masuk zona hijau. Soalnya, kasus baru masih terus ada. Selain itu, merujuk pada angka tingkat penularan atau Rate of Transmission (RT) corona, Surabaya belum memenuhi syarat. “RT Covid-19 di Surabaya fluktuatif,” tuturnya.

Selain itu, angka tingkat kematian atau fatality rate akibat Covid-19 di Surabaya, dua kali dari angka nasional. Di Kota Buaya itu, fatality rate-nya 8,74 persen. Sementara Nasional kurang dari 4,5 persen. Sedangkan badan kesehatan dunia alias WHO menargetkan 2 persen. “Jadi tingkat keamanan Surabaya masih jauh. Hijau di Kota Surabaya adalah hijau semangka. Jadi hijaunya di kulit, tapi sesungguhnya di dalamnya merah,” kritik Windhu.

Windhu meminta Risma pun tidak terburu-buru mengklaim Surabaya sebagai zona hijau. Klaim itu, kata Windhu, bisa berbahaya. “Itu nanti malah menyesatkan, sehingga masyarakat akan keluyuran dan itu justru berbahaya,” wanti-wantinya.

Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Profesor Budyatna melihat sisi lain dari kasus Corona di Surabaya. Kata dia, tingginya angka penyebaran corona selama beberapa bulan belakangan berdampak pada pamor Risma. “Soalnya dia kan mengklaim Surabaya sudah masuk zona hijau. Tapi, nyatanya kasus positif dan kematian terus bertambah, tentu saja pamornya meredup,” ujar Guru Besar Politik UI Prof Budyatna.

Menurutnya, Risma terlalu terburu-buru mengklaim Surabaya sudah masuk zona hijau. Sementara kenyataannya, tidak. Akhirnya, banyak orang yang meragukan politisi PDIP itu. Risma dianggap tidak kredibel dan seolah memaksakan kehendak. “Risma ini semacam jadi PHP alias pemberi harapan palsu. Jadi banyak yang kecewa ketika harapan itu tak se suai kenyataan,” imbuhnya.

Apalagi, selama ini Risma terlihat seperti over acting dalam penanganan virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, China itu. Mulai dari ribut-ribut dengan Gubernur Khofifah, sampai berlutut dan sujud sambil nangis-nangis di kaki dokter.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Surabaya, Tri Rismaharini

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Didik Suhartono

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68