Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.

Bayang-bayang Resesi Makin Nyata, Pengusaha Bisa Apa?

Bayang-bayang Resesi Makin Nyata, Pengusaha Bisa Apa?
WE Online, Jakarta -

Hantu resesi mengintai seluruh negara di dunia tahun ini akibat pandemi Covid-19. Sejumlah negara telah mengumumkan kejatuhan resesi, seperti Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Inggris, Jerman, bahkan Amerika Serikat.

Indonesia pun diprediksi tak kebal akan resesi. Satu indikator awalnya, produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2020 terkontraksi minus 5,32%, seperti yang telah diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/8/2020) kemarin. Bila kuartal selanjutnya pertumbuhan juga minus, otomatis Indonesia terjerembap ke dalam lubang resesi.

Baca Juga: 9 Negara Udah Jeblos ke Jurang Resesi, RI Bakal Jadi yang Ke-10?

Bagai efek domino. Negara-negara sekelas Negeri Paman Sam saja ekonominya bisa dibilang sudah kadung porak-poranda. Apalagi Indonesia, yang selama ini bergantung pada negara maju. Resesi tak bisa dihindari.

"Ini (resesi) melanda seluruh dunia, sudah pasti terjadi karena ini sifatnya sudah global. Semua mengalami krisis efek domino. (Resesi) di negara maju berimbas ke negara berkembang. Apalagi ancaman resesi (akibat pandemi), bukan hanya Singapura, ada Korea Selatan, Amerika Serikat sendiri sudah melorot (ekonominya). Masuk krisis ekonomi yang hebat sekali kali ini," kata Jahja B Soenarjo, Pendiri sekaligus Ketua Umum CEO Biz Forum (CBF), kepada redaksi Warta Ekonomi, Rabu (5/8/2020) malam.

Menurut Jahja, krisis kali ini bukan sekadar krisis moneter atau krisis ekonomi. Akan tetapi, krisis ditimbulkan oleh faktor non-ekonomi; pandemi. Kebijakan ekonomi apa pun akan sulit untuk membendung kejatuhan ekonomi.

Dia menjelaskan, "kalau krisis ekonomi akibat nilai tukar, masih bisa dikendalikan oleh kebijakan ekonomi. Tapi, ini adalah krisis yang sulit dikendalikan oleh kebijakan ekonomi apa pun. Itu masalahnya."

Sebetulnya bisa-bisa saja pertumbuhan ekonomi RI tak jatuh terlalu dalam. Masalahnya, di awal-awal pandemi pemerintah Indonesia kurang cekatan melakukan antisipasi baik di sektor kesehatan maupun ekonomi. Bahkan, pemerintah terkesan menganggap remeh persoalan pandemi Covid-19 ini.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira membeberkan, "kuartal kedua ini cukup aneh; pertumbuhan belanja pemerintah lebih rendah dari pertumbuhan konsumi rumah tangga. Ternyata, minusnya sampai 6,9% untuk belanja pemerintah secara tahunan."

Padahal, kata Bhima, ketika konsumsi masyarakat turun, investasi rendah, maka seharusnya belanja pemerintah menjadi motor utama, tapi nyatanya tak mampu mendorong pemulihan ekonomi secara nasional.

Menurut dia, belanja pemerintah yang tak kunjung dicairkan menjadi salah satu penyebab Indonesia dipastikan jatuh ke jurang resesi di kuartal III-2020 nanti.

"Ini jadi catatan yang cukup serius. Ternyata belanja (pemerintah) itu ditahan, bukan dicairkan justru di saat-saat genting seperti sekarang. Apakah ada masalah birokrasi atau masalah ego sektoral, ataukah ada masalah inkompetensi dari pejabatnya sehingga situasi ekonomi ini akan bisa semakin memburuk jika tidak segera ditangani," ujar Bhima saat dihubungi kemarin.

Ekonomi Sudah Negatif, Penguasa Mestinya Makin Agresif 

Resesi atau tidak resesi. Secara sejarah, Indonesia sudah pernah mengalami resesi ekonomi 22 tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi saat itu terkontraksi selama enam bulan pada 1997, berikutnya minus lagi sembilan bulan awal tahun 1998.

Pemerintah sebagai penguasa dan pengatur negeri dengan populasi terbesar di Asean saat ini harus segera turun tangan, agresif eksekusi setiap kebijakan, alih-alih jatuh di lubang yang sama seperti 1988. Utang luar negeri membengkak, perusahaan-perusahaan bangkrut, sampai pasar modal babak belur tak boleh terulang lagi.

Baca Juga

Tag: Resesi, Pertumbuhan Ekonomi

Penulis: Rosmayanti

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59