Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,11% pada level 23.742.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,03% pada level 2.333.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,06% pada level 23.346.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,17% pada level 3.279.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,94% pada level 2.486.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,02% pada level 5.947.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,20% terhadap Dollar AS pada level 14.815 IDR/USD.

Alasan Logis yang Membuat Indonesia Bela-belain Gak Lockdown

Alasan Logis yang Membuat Indonesia Bela-belain Gak Lockdown
WE Online, Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersyukur Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengambil kebijakan lockdown atau karantina wilayah di Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini disebut setiap daerah di Indonesia memiliki latar belakang yang berbeda satu sama lainnya.

"Karena setiap daerah berbeda karakteristiknya, beda tantangannya, karena lockdown itu tidak sesederhana hanya mengunci daerah," ujar Tito Karnavian saat berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (7/8/2020).

Karantina wilayah atau lockdown, lanjut Tito, bisa direalisasikan bila dua syarat utama terpenuhi. Pertama situasi geografis yang mendukung dan ada batas alam yang memungkinkan adanya penutupan wilayah.

"Kemudian ada kekuatan ekonomi dan keuangan untuk masyarakat tinggal di rumah masing-masing supaya tidak terjadi penularan," ucapnya.

Baca Juga: Filipina Di-lockdown Lagi, Pesan Duterte: Saya Paham Kalian Lelah

Mantan Kapolri itu menambahkan, Indonesia merupakan negara yang besar, satu daerah dengan daerah lainnya sama-sama saling melengkapi.

"Selandia Baru, Korea Selatan itu bisa lockdown karena (wilayah-red) mereka kecil. Areanya saja dengan Provinsi Jawa Timur, Selandia Baru saja penduduknya masih kalah dengan Kabupaten Malang. Kalau negara kecil, itu bisa dan mudah. Tapi ini Indonesia, tidak mudah, negaranya luas dan besar," ujarnya.

Berkaca pada aturan yang ada, Tito menerangkan, lockdown tak bisa sesederhana itu. Perlu adanya ketaatan masyarakat dan itu disebutnya sulit mengingat ada persoalan ekonomi yang harus dipenuhi setiap warga.

"Lockdown itu dalam undang-undang kita, orang luar tidak boleh masuk ke daerah itu, orang dari dalam tidak boleh keluar, dan semua harus ada di rumah," tuturnya.

Baca Juga: Gak Main-Main, Alasan RI Gak Lockdown Dibongkar Luhut, Ngeri Bos!

"Antar kabupaten/kota tidak ada batasnya, batas alamnya sulit. Pergerakan mobilitas masyarakat sangat tinggi. Jalan tol bisa ditutup, kereta api bisa dihentikan, tapi jalan tikus tidak bisa dihentikan dan ditutup," katanya.

Oleh karena itu Tito menyebut perlu cara lain yang selain melakukan karantina wilayah atau lockdown, salah satunya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Harus ada cara lain, karantina rumah, rumah sakit, PSBB. Tapi kita menemukan formula bahwa semua orang harus melakukan proteksi. Proteksi ini paling efektif adalah masker, cuci tangan, jaga jarak, kerumunan sosial," tuturnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Lockdown, Tito Karnavian, Covid-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,975.04 3,935.28
British Pound GBP 1.00 18,965.97 18,774.30
China Yuan CNY 1.00 2,193.95 2,171.80
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,909.18 14,760.83
Dolar Australia AUD 1.00 10,633.23 10,525.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,923.77 1,904.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.08 10,799.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,418.39 17,239.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,602.99 3,561.98
Yen Jepang JPY 100.00 14,184.36 14,039.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4917.955 -16.138 707
2 Agriculture 1147.040 -9.918 24
3 Mining 1335.730 -4.818 47
4 Basic Industry and Chemicals 701.678 -1.192 80
5 Miscellanous Industry 840.977 -8.156 53
6 Consumer Goods 1836.486 -9.725 60
7 Cons., Property & Real Estate 340.206 -1.933 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.279 1.092 79
9 Finance 1057.789 -3.880 94
10 Trade & Service 627.050 0.507 175
No Code Prev Close Change %
1 ROCK 1,300 1,625 325 25.00
2 TUGU 1,390 1,695 305 21.94
3 LMSH 228 276 48 21.05
4 SIPD 1,005 1,200 195 19.40
5 IFSH 312 370 58 18.59
6 ARGO 1,740 2,000 260 14.94
7 TRUK 127 144 17 13.39
8 FIRE 143 162 19 13.29
9 BMAS 264 296 32 12.12
10 JMAS 178 198 20 11.24
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 41 37 -4 -9.76
2 SOHO 13,600 12,650 -950 -6.99
3 PBSA 505 470 -35 -6.93
4 SPMA 290 270 -20 -6.90
5 DFAM 350 326 -24 -6.86
6 MTPS 470 438 -32 -6.81
7 KKGI 206 192 -14 -6.80
8 HELI 194 181 -13 -6.70
9 RELI 360 336 -24 -6.67
10 ASBI 334 312 -22 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,130 3,080 -50 -1.60
2 BRIS 770 750 -20 -2.60
3 BBCA 27,250 27,525 275 1.01
4 BBNI 4,540 4,420 -120 -2.64
5 PURA 144 136 -8 -5.56
6 BEST 168 175 7 4.17
7 TOWR 1,020 1,010 -10 -0.98
8 TLKM 2,780 2,800 20 0.72
9 PGAS 1,020 1,005 -15 -1.47
10 DEAL 144 141 -3 -2.08