Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.

Pegang Uang di Tengah Resesi, Pentingkah?

Pegang Uang di Tengah Resesi, Pentingkah?
WE Online, Bogor -

Cash is king dalam kondisi ketidakpastian ekonomi Indonesia saat ini menjadi topik yang sangat penting. Ancaman resesi karena pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadikan uang tunaisebagai hal yang sangat penting.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang tunai menjadi hal yang sangat penting. Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang tunai.

Terkait hal tersebut, bacalah fakta-fakta mengenai cash is king atau penting memegang uang tunai, Jakarta berikut ini:

Baca Juga: Akankah Pekerja Informal Dapat BLT Rp600 Ribu?

Baca Juga: Transaksi Non-tunai di SPBU Wilayah Ini Naik 185%, Karena Apa?

1. Tidak Cukup Meng-cover Semua Kebutuhan

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, jika hanya mengandalkan uang tunai yang dalam hal ini berupa dana darurat, tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

"Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar," jelasnya.

2. Siapkan Sumber Dana Selain Dana Darurat

Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan.

"Yang harus kita sediakan tadi ya dana darurat tadi gabungan dengan investasi kita. Kalau mengandalkan itu akan sangat besar. Oleh karena itu disiasati dengan adanya asuransi," kata Mike.

Menurut Mike, nantinya likuiditas ini lah yang akan digunakan untuk menghadapi situasi tersulit seperti resesi ekonomi karena pandemi. Sehingga pada saat situasi seburuk apapun sudah bisa tercover seluruhnya.

3. Tunda Keperluan Konsumtif

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.

"Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita alokasikan untuk dana darurat," kata Andi.

4. Investasi yang Mudah Dicairkan

"Kalau mau investasi boleh tapi taruhlah di instrumen investasi yang cenderung rendah risikonya. Misalnya di deposito lah logam mulia misalnya gitu dibandingkan misalnya di pasar saham kecuali dia trader," jelas Perencana Keuangan Andi Nugroho.

5. Uang Cash Jadi Modal Ketika Situasi Sulit

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja.

Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak seimbang dengan pemasukan.

"Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Resesi, Keuangan, Finansial

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59