Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kisah Perusahaan Raksasa: CNPC, Pewaris Kilang Minyak Raksasa

Kisah Perusahaan Raksasa: CNPC, Pewaris Kilang Minyak Raksasa
WE Online, Jakarta -

China National Petroleum Corporation --selanjutnya CNPC-- dikenal sebagai produsen dan pemasok minyak dan gas terbesar di China. CNPC kini menjadi salah satu pemilik ladang minyak utama dunia dan kontraktor terkenal secara global dalam konstruksi teknik.

Bisnis-bisnis CNPC mencakup eksplorasi & produksi minyak bumi, gas alam & jaringan pipa, penyulingan & pemasaran, layanan ladang minyak, konstruksi teknik, manufaktur peralatan minyak bumi dan pengembangan energi baru, serta layanan manajemen modal, keuangan dan asuransi.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Royal Dutch Shell, Kilang Cuan Eropa

CNPC merupakan perusahaan induk milik negara dari produsen minyak terbesar kedua di China, PetroChina, seperti dalam laporan Fortune pada Global 500. CNPC biasa mengeksplorasi, memurnikan, dan menjual minyak mentah dan gas alam, selain peralatan manufaktur dan menawarkan layanan ladang minyak.

Hal itu ditambah dengan diversifikasi internasional dalam beberapa tahun terakhir, telah mendorong perusahaan raksasa itu naik ke peringkat No. 4 di antara perusahaan besar di seluruh dunia --posisi yang telah dipegangnya selama tiga tahun.

Perseroan milik China itu memiliki pendapatan (revenues) sebesar 392,9 miliar dolar AS, dengan keuntungan (profit) 2,27 triliun dolar AS. Total aset yang dimiliki CNPC sebesar 601,8 miliar dollar AS. Total pegawainya saat ini sebanyak 1.382.401 orang, cukup fantastis bukan?!

Bagaimana perusahaan berkator pusat di Beijing itu memperoleh kesuksesan besar dalam bidang minyak dan gas dan menjadi salah satu perusahaan raksasa di dunia? Berikut ulasan Warta Ekonomi dikutip dan diolah dari berbagai sumber, Senin (10/8/2020).

Asal-usul terbentuknya CNPC bisa ditelusuri kembali pada masa awal kekuasaan komunis di China. Pada 27 Maret 1950, China dan pemerintah Uni Soviet menyetujui kesepakatan untuk bersama-sama mendirikan Sino-Russian Petroleum Co. Ltd. Tujuannya tidak lain adalah mengembangkan tambang minyak Dushanzi di Xinjiang.

Pada 23 April 1950, pemerintah China membentuk Biro Umum Administrasi Perminyakan sebelum dibentuknya Kementerian Industri Perminyakan --selanjutnya MOPI--. Tugasnya yaitu mengawasi produksi dan konstruksi di industri perminyakan negara tersebut. Lalu, MOPI baru dibentuk lima tahun setelahnya (Juli 1955), yang kemudian menjadi cikal-bakal perusahaan CNPC.

Dengan alasan reorganisasi sektor minyak bumi, batu bara, dan kimia, pemerintah China membentuk Kementerian Industri Bahan Bakar dan Kimia pada 22 Juni 1970. Itu artinya, Kementerian Industri Perminyakan dihapuskan. Pada bulan Agustus tahun yang sama, konstruksi pipa jarak jauh pertama di China dimulai, yang membentang dari Daqing ke Fushun.

Kementerian Industri Bahan Bakar dan Kimia diganti dengan Kementerian Industri Perminyakan dan Kimia pada Januari 1975. Pada bulan Juni itu, pembangunan Pipa Minyak Qinhuangdao ke Beijing. Segera China akan menjadi produsen utama dunia.

2019-08-08T034306Z_1362292888_RC12ED1C5B50_RTRMADP_2_CHINA-OIL.JPG?itok=lZ6BOYLV

Pada bulan Maret 1978, MOPI dipulihkan, menggantikan Kementerian Perminyakan dan Industri Kimia yang baru berusia tiga tahun. Pada akhir tahun, negara tersebut menghasilkan 100 juta ton minyak per tahun.

Sebelum 1983, menurut Haijiang Henry Wang, industri perminyakan China sedang kacau balau. Kepemilikannya sangat terfragmentasi, terbagi di antara berbagai perusahaan dan badan pemerintah.

Untuk mengkonsolidasikan industri, dua perusahaan baru didirikan pada 1982 dan 1983 --Perusahaan Minyak Lepas Pantai Nasional China (CNOOC) dan Perusahaan Petrokimia Nasional China (Sinopec).

Baca Juga

Tag: Perusahaan Raksasa, China National Petroleum Company (CNPC)

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68