Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 3,08% pada level 5.822.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.

Tanggapan Nyeleneh Bos Global Mediacom Soal Gugatan Pailit

Tanggapan Nyeleneh Bos Global Mediacom Soal Gugatan Pailit
WE Online, Jakarta -

Manajemen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menyatakan bahwa gugatan pailit yang dilayangkan oleh KT Corporation merupakan hal biasa yang dialami oleh perusahaan besar. Hal ini disampaikan oleh Direktur Global Mediacom David Fernando Audy, saat dihubungi, Selasa (11/8/2020).

David bahkan mengungkapkan bahwa jika sebuah perusahaan tidak mau ada masalah maka jangan menjadi perusahaan yang besar. “Biasa kok, namanya perusahaan besar, urusah hukum, gugatan ya pasti ada. Kalau gak mau ada masalah gugatan, jangan jadi perusahaan besar,” ucapnya.

Baca Juga: Perusahaan Pemilik RCTI Optimis Kinerja Bakal Menanjak

Terlebih lagi, tambah Audy, Global Mediacom bukan hanya perusahaan besar tapi juga merupakan perusahaan yang sudah terbuka sehingga masalah hukum itu menjadi biasa. “Masalah hukum itu biasa, apalagi untuk perusahaan tbk. yang penting semua sudah di disclose di notes to financial statements,” jelasnya.

Sementara, terkait dengan citra negatif yang melekat kepada perusahaan setelah gugaatan pailit, David mengelak hal tersebut. “Citra negative? Ya menurut saya sih tidak lah,” tutupnya.

Baca Juga: Profil Perusahaan Hary Tanoe yang Digugat Perusahaan Korsel

Sebelumnya, Direktur dan Chief Legal Counsel BMTR, Christophorus Taufik Siswandi, mengungkapkan hal itu merupakan salah satu upaya pencemaran nama baik perusahaan. Oleh karena itu, BMTR tegas akan melaporkan balik KT Corporation ke pihak kepolisian. 

"BMTR akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya, termasuk menempuh pelaporan secara pidana kepada pihak kepolisian," tegasnya, Jakarta, Senin 3 Agustus 2020.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa KT Corporation berupaya mencari sensasi dengan jalan pengajuan gugatan pailit terhadap BMTR. Taufik berharap, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan pailit tersebut, mengingat gugatan yang diajukan tidak berdasarkan pada fakta hukum yang valid.

"Permohonan diajukan sebagai bagian dari upaya mencari sensasi di tengah ekonomi dunia yang sedang menghadapi pandemi Covid-19," tegasnya lagi.

Baca Juga: Kisruh Sama Perusahaan Korea, Emiten Hary Tanoe Gak Tinggal Diam!

Perlu diketahui, gugatan pailit ini diajukan setelah KT Corporation menilai BMTR tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada yang bersangkutan. Sementara dari sisi BMTR, manajemen mengaku penyelesaian kasus tersebut sudah selesai sejak tahun 2006, di mana BMTR tidak lagi berhubungan dengan KT Corporation dan beralih kepada PT KTF Indonesia. 

"Bahwa yang mengajukan permohonan adalah KT Corporation yang patut dipertanyakan validitasnya, mengingat pada tahun 2003 yang berhubungan dengan Perseroan adalah KT Freetel Co Ltd, dan kemudian pada tahun 2006 hubungan tersebut beralih kepada PT KTF Indonesia. Permohonan tersebut tidak berdasar/tidak valid karena perjanjian yang dijadikan dasar dari permohonan telah dibatalkan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No 97/Pdt.G/2017/PN.Jak.Sel tanggal 4 Mei 2017 yang telah berkekuatan hukum tetap," lanjutnya.

Baca Juga

Tag: PT Global Mediacom Tbk, Hary Tanoesoedibjo, MNC Grup, Pailit

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15