Portal Berita Ekonomi Jum'at, 25 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,32% pada level 23.235.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,27% pada level 2.278.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,51% pada level 23.204.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,12% pada level 3.219.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,69% pada level 2.467.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,15% pada level 5.831.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,81 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,12% terhadap Dollar AS pada level 14.872 IDR/USD.

Catat! Gamaleya Institute Beberkan Cara Kerja Vaksin Ciptaannya

Catat! Gamaleya Institute Beberkan Cara Kerja Vaksin Ciptaannya
WE Online, Moskow -

Setelah Wakil Menteri Kesehatan Rusia Oleg Gridnev mengungkapkan bahwa negara itu akan mendaftarkan vaksin pertama di dunia untuk melawan virus corona pada Rabu (12/8/2020), kepala laboratorium yang mengembangkan vaksin itu mengungkapkan bagaimana vaksin akan bekerja melawan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

Rusia adalah salah satu dari beberapa negara yang berlomba menjadi yang pertama mengembangkan vaksin virus corona untuk menghentikan pandemi yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 727.288 orang di seluruh dunia.

Baca Juga: Vaksin AS-China Memble! Rusia Menangkan Global Vaccine Race

Alexander Gintsburg, direktur Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, mengklaim bahwa partikel virus corona yang digunakan dalam vaksin anti-COVID-19 tidak dapat membahayakan tubuh, dikutip Warta Ekonomi dari Sputnik, Rabu (12/8/2020).

Menurut Gintsburg, obat yang dibuat dari partikel mati berdasarkan adenovirus. Ia mengklaim bahwa vaksin tersebut tidak berpotensi membahayakan kesehatan seseorang.

“Partikel dan benda yang dapat mereproduksi jenisnya sendiri adalah yang dianggap hidup. Partikel yang dimaksud tidak dapat berkembang biak,” kata Gintsburg seperti dilansir Times Now News.

Sementara itu, seorang ahli virus Rusia mempertanyakan keamanan vaksin COVID-19 yang berkembang pesat di negara itu. Ia memperingatkan bahwa itu bisa saja berbahaya bagi mereka yang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Sebuah laporan di The Moscow Times, mengutip Alexander Chepurnov, mantan kepala lembaga penyakit menular di Vektor, menunjukkan kurangnya informasi dan data yang tersedia tentang uji klinis vaksin sebagai tanda bahaya.

"Bahayanya ada ... dalam hal kemungkinan meningkatkan penyakit [keparahan] dengan vaksin yang salah," kata Chepurnov kepada saluran Podyom Telegram.

Vaksin, yang telah dikembangkan bersama oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia, akan mendapatkan pendaftaran resmi minggu ini di tengah fase terakhir pengujian.

Uji klinis vaksin dimulai pada 18 Juni. Gridnev pernah mengatakan bahwa efektivitas vaksin akan ditentukan ketika relawan yang disuntik telah menampakkan kekebalan.

“Beberapa orang secara alami mengalami demam ketika sistem kekebalan orang yang divaksinasi menerima dorongan yang kuat tetapi efek samping ini dapat dengan mudah diatasi dengan menggunakan parasetamol,” tambah Gintsburg.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyuarakan keprihatinan atas vaksin COVID-19 setelah Moskow mengumumkan akan meluncurkan produksi massal pada September.

Badan kesehatan PBB mendesak Rusia untuk mengikuti pedoman vaksin yang telah ditetapkan sebelum diluncurkan. Sesuai dengan WHO, enam kandidat vaksin saat ini sedang dalam tahap uji klinis tahap akhir.

Baca Juga

Tag: Vaksin Corona, Covid-19, Virus Corona, Rusia, Vladimir Putin

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Creative Commons

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68