PLN Targetkan Selisih Listrik EBT 5 GW Rampung 4 Tahun Lagi

PLN Targetkan Selisih Listrik EBT 5 GW Rampung 4 Tahun Lagi Kredit Foto: Antara/Akbar Tado

PT PLN (Persero) saat ini tengah fokus meningkatkan rasio energi baru terbarukan (EBT). Sebab dalam rencana jangka panjang perusahaan (RPJPP), PLN menargetkan kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 12,8 giga watt (GW) pada 2024.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menyampaikan, sampai dengan akhir 2019, realisasi daya pembangkit yang terpasang baru mencapai 7,8 GW. Dengan begitu, masih ada defisit 5 GW untuk dapat mencapai target yang dipasang perseroan pada 2024. Bahkan, jika mengacu kepada rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL), defisit kapasitas pembangkit listrik EBT jauh lebih besar.

"Untuk 2024, RUPTL menargetkan 16,3 GW, sehingga ada selisih antara RPJPP dan RUPTL sebesar 3,5 GW. Dan 2025 pemerintah sudah mengatakan bahwa kita ingin mencapai 23 persen EBT di 2025," ujar Zulfikli dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Amankan Aset-aset Kelistrikan, PLN Terima 117 Sertifikat

Baca Juga: PGN Terus Ekspansi Jaringan Gas di Kawasan Industri

Zulkifli menjelaskan, untuk menggenjot pembangunan pembangkit listrik EBT, PLN fokus terhadap tiga implentasi utama, yakni implementasi RPJPP, pelaksanaan green booster, dan pembangunan EBT berskala besar.

Untuk pelaksanaan green booster, PLN akan menggenjot bauran biomassa sebagai pengganti batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik diesel.

"Yang kedua dieselisasi. Mengurangi ketergantungan pembangkit diesel. Kita tahu solar itu harus diimpor sehingga intinya kita mencari sumber energi yang lebih green, tetapi juga tidak impor," ucap Zulkifli.

Selain itu, PLN juga berencana meningkatkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan memanfaatkan lahan tambang yang sudah tidak digunakan.

"Itu kita akan kita coba gunakan untuk menjadi pembangkit surya, PLTS," tutur Zulkifli.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini