Penyalurannya Merosot Tajam, KPR Masih Jadi Favorit

Penyalurannya Merosot Tajam, KPR Masih Jadi Favorit Kredit Foto: Ist

Pembelian rumah menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama konsumen dalam melakukan transaksi pembelian rumah. Hasil survei Bank Indonesia (BI) pada triwulan II-2020 mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen atau 78,41% masih membeli rumah melalui KPR.

"Sebagian besar konsumen menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial," demikian laporan BI seperti dikutip Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Sementara itu, proporsi konsumen yang memilih skema pembayaran tunai bertahap sebesar 16,22% serta tunai sebesar 5,37%. Pertumbuhan penyaluran KPR dan KPA pada triwulan II-2020 secara tahunan tercatat semakin melambat 4,34% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 3,5% (yoy).

Baca Juga: Ya Tuhan, Pandemi Makin Gempur Sektor Properti Tanah Air

Baca Juga: Kenaikan Harga Melambat, Momentum Tepat Beli Properti

Sementara secara triwulanan, penyaluran KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) mengalami kontraksi -0,11% (qtq), menurun dari 0,51% (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Di sisi lain, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada triwulan II 2020 sebesar Rp4,544 triliun atau tumbuh sebesar 169,17% (yoy), meningkat signifikan dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat hanya sebesar 5,94% (yoy).

"Realisasi FLPP dalam triwulan II-2020 merupakan realisasi tertinggi dalam satu triwulan sejak 2018," kata BI.

Hasil survei BI juga mengungkapkan bahwa penjualan properti belum terlihat ada tanda kebangkitan. Pada triwulan II-2020 secara tahunan tercatat mengalami kontraksi sebesar -25,60% (yoy), sedikit membaik dari kontraksi -43,19% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Namun, masih lebih dalam dari kontraksi -15,79% (yoy) pada triwulan I-2019.

Penurunan penjualan ini serentak terjadi pada semua tipe rumah baik tipe rumah menengah, rumah tipe besar, dan rumah tipe kecil. Terhambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial disebabkan beberapa faktor terutama pandemi Covid-19, penerapan PSBB, serta suku bunga KPR.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini