Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Polytama Terbitkan Obligasi, Dana yang Diincar Capai Rp450 M

Polytama Terbitkan Obligasi, Dana yang Diincar Capai Rp450 M
WE Online, Jakarta -

Perusahaan penghasil polypropylene resin, PT Polytama Propindo (Polytama) berencana menerbitkan Obligasi senilai Rp450 miliar dan Sukuk Ijarah senilai Rp300 miliar. Adapun bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah ini ditawarkan di kisaran 9,00% hingga 12,00%.

Direktur Keuangan Polytama, Uray Azhari mengatakan bhawa Polytama menawarkan Obligasi dan Sukuk Ijarah, masing masing terdiri dari tiga Seri, yaitu Seri A dengan tenor 370 hari kalender dengan bunga 9,00%-10,00%, Seri B tiga tahun bunganya dikisaran 10.25%-11,25%, dan Seri C dikisarn 11,00%-12,00% dengan tenor lima tahun. Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap 3 bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah untuk Sukuk Ijarah.

"Pembayaran Bunga Obligasi dan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dilakukan pada 9 Desember 2020. Sedangkan pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing pada tanggal 19 September 2021 untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah Seri A, 9 September 2023 untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah seri B, dan tanggal 9 September 2025 untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah seri C." kata Uray dalam paparan Virtual Investor Gathering maupun Press Conference yang digelar, di Jakarta (14/8/2020).

Baca Juga: Waskita Beton Buka Suara Soal Penundaan Pembayaran Obligasi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Polytama, Didik Susilo dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini mayoritas saham Polytama dimiliki oleh PT Tuban Petrochemical Industries yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yakni sebesar 80%. Sedangkan sisanya sebesar 20% sahamnya dimiliki oleh Pasio Investment BV (Belanda) yang merupakan anak perusahaan Pasio Holding N.V Curacao (Dutch Caribbean).

"PT Tuban Petrochemical Industries resmi menjadi bagian dari Pertamina Group setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyetoran modal sebesar IDR3,1 Triliun dan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 51%."ungkapnya.

Didik juga menambahkan, dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan digunakan seluruhnya untuk melakukan pembayaran sebagian utang pokok Perseroan dengan memperhatikan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

Baca Juga: Lewat Obligasi, Indomobil Raup Pendanaan Super Jumbo!

Sementara, periode bookbuilding telah dimulai sejak tanggal 13 Agustus 2020 dan berakhir pada tanggal 25 Agustus 2020 mendatang. Para Penjamin Pelaksana Emisi memperkirakan jika pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didapatkan pada tanggal 31 Agustus 2020, Masa Penawaran Umum akan dilaksanakan pada tanggal 1-4 September 2020. Selanjutnya Penjatahan akan dilakukan pada 7 September 2020. Sedangkan Distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah secara elektronik akan dilakukan pada 9 September 2020 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 10 September 2020.

Dalam Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini Perseroan menunjuk PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah.

"Sebagai perusahaan penghasil polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia, bahkan satu satunya di Asia Pasifik dalam bentuk granule, kami optimis dapat terus mengembangkan sayapnya di pasar Polypropylene Indonesia terlebih saat ini industri petrokmia yang merupakan industri hulu memiliki peran vital dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,"tambahnya.

Meskipun ekonomi secara global mengalami penurunan namun permintaan Polypropylene (PP) dari sector packaging cenderung bertahan kuat selama periode Pendemi, dimana sector packaging adalah kontributor terbesar sebagai PP end-user. Menurut Uray Azhari, Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perseroan berplat merah PT Pertamina (Persero) menunjukkan kinerja keuangan yang cukup baik dengan berhasil membukukan volume produksi yang terus bertumbuh dengan CAGR sebesar 6,9% untuk periode 2016-2019, yang diikuti pertumbuhan penjualan dengan CAGR sebesar 6,4% dan EBITDA dengan CAGR sebesar 14,6%, setelah menjadi bagian dari Pertamina perusahaan juga merasakan dampak positif dengan menurunnya Total Liabilitas sebagai dampak telah dilunasinya utang perbankan, selain itu dalam hal asset Turnover Ratio juga mengalami kenaikan pada 2019 dan Net Debt/EBITDA yang terus menurun.

Baca Juga

Tag: polytama, PT Polytama Propindo, Obligasi

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59