Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.775 IDR/USD.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 0,04% pada level 2.462.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,04% pada level 23.706.
  • 09:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,57% pada level 2.319.
  • 09:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,67% pada level 23.203.
  • 09:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,10% pada level 3.271.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,36% pada pembukaan sesi I.
  • 08:35 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup menguat 0,43% pada level 5.829.
  • 08:34 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,71% pada level 10.963.
  • 08:33 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,60 USD/barel.
  • 08:32 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,54 USD/barel.
  • 08:32 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,23% terhadap Euro pada level 1,1681 USD/EUR.
  • 08:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2722 USD/GBP.
  • 08:29 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,52% pada level 27.288.

Penerimaan Cukai Rokok Naik Jadi Rp178,47 T, Misbakhun Bilang...

Penerimaan Cukai Rokok Naik Jadi Rp178,47 T, Misbakhun Bilang...
WE Online, Jakarta -

Pemerintah berencana akan menyesuaikan kembali tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2021. Penyesuaian ini dilakukan seiring target penerimaan cukai pada tahun depan sebesar Rp178,47 triliun.

Merujuk buku Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 2021, target penerimaan cukai 2021 meningkat 3,6 persen dibandingkan outlook tahun anggaran 2020. Pada RAPBN 2021, penerimaan cukai ditargetkan sebesar Rp 178,47 triliun.

Target penerimaan cukai di 2021, terdiri atas cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp 172,75 triliun, sisanya ditargetkan pada pendapatan cukai MMEA, cukai EA, dan penerimaan cukai lainnya sebesar Rp 5,71 triliun.

Baca Juga: Barang Impor Senilai Lebih Rp500 Juta Dimusnahkan Bea Cukai

Anggota komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan, industri hasil tembakau (IHT) merupakan salah satu industri strategis nasional yang mempunyai andil besar dalam perekonomian Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, IHT juga pasti kena dampaknya.

“Penerimaan cukai merupakan kontributor ketiga terbesar dalam penerimaan dalam negeri, di mana 95 persen berasal dari Cukai Hasil Tembakau (CHT),” kata Misbakhun dalam seminar webinar Akurat.co bertajuk “Kepastian Hukum Industri Hasil Tembakau sebagai Industri Strategis”, Sabtu (15/8/2020).

Baca Juga: Harga Rokok Naik Tahun Depan? Ini Jawaban Sri Mulyani

Legislator Partai Golkar itu menambahkan, IHT memiliki rantai bisnis industri yang luas sehingga menciptakan efek pengganda yang besar. Antara lain, terbukanya lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung, utamanya pekerja pada IHT Sigaret Kretek Tangan (SKT). 

“Kretek sebagai produk khas IHT Indonesia memiliki daya tawar yang tinggi di pasar lokal maupun internasional (ekspor). Kretek memiliki ciri khas dan keunikan dibanding produk IHT negara lain,” imbuh Misbakhun.

Sebagai industri strategis, IHT termasuk industri yang memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. IHT menggunakan bahan baku mayoritas di dalam negeri (cengkeh dan tembakau).

“Artinya, IHT juga memiliki potensi yang besar menarik dan mengembangkan sektor hulu (pertanian),” kata dia.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Supriadi mengatakan, IHT masih dilihat secara parsial, dari perspektif kesehatan semata. Padahal, IHT berkontribusi sangat besar bagi Negara dan memberikan dampak luas baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya terhadap pembanguan bangsa.

“Karenanya, kerangka yang digunakan untuk mengatur industri hasil tembakau tidak semata-mata pendekatan kesehatan masyarakat, namun pendekatan industri,” kata Supriadi.

Baca Juga: Modus Peredaran Rokok Ilegal di Kudus Juga Gunakan E-Commerce

Supriadi menekankan pentingnya penyusunan Roadmap IHT yang komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, pendapatan negara, tenaga kerja, dan pertanian.

“Aspek kesehatan dan sosial ekonomi harusnya berdampingan, bukan saling mematikan karena sektor kesehatan masih memerlukan subsidi yang bisa dipenuhi dari kontribusi IHT terhadap penerimaan negara," tukas Supriadi. 

Sementara itu, Dosen Hukum Bisnis Universitas Jember, Fendi Setyawan berpendapat, IHT selalu dihadapkan pada polemik yang berkepanjangan. Besarnya potensi kontribusi cukai hasil tembakau menyebabkan kebijakan cukai semakin eksesif. Hal itu terlihat CHT justru lebih berorientasi pencapaian target penerimaan, daripada pengendalian atau pembatasan konsumsi rokok. 

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: cukai rokok, Industri hasil tembakau (IHT), Mukhamad Misbakhun, perekonomian

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Ferry Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4934.093 -65.267 707
2 Agriculture 1156.958 -29.674 24
3 Mining 1340.548 -15.994 47
4 Basic Industry and Chemicals 702.870 -6.150 80
5 Miscellanous Industry 849.133 -3.159 53
6 Consumer Goods 1846.211 -22.465 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.139 -2.692 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 813.187 -6.744 79
9 Finance 1061.669 -21.366 94
10 Trade & Service 626.543 -4.189 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 88 113 25 28.41
2 MTPS 376 470 94 25.00
3 KBAG 68 84 16 23.53
4 EPAC 336 398 62 18.45
5 NFCX 1,690 2,000 310 18.34
6 SGER 324 382 58 17.90
7 HELI 169 194 25 14.79
8 MTLA 354 400 46 12.99
9 DPNS 228 254 26 11.40
10 HOMI 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 100 93 -7 -7.00
2 SSTM 406 378 -28 -6.90
3 SINI 466 434 -32 -6.87
4 SQMI 176 164 -12 -6.82
5 PSGO 132 123 -9 -6.82
6 ROCK 1,395 1,300 -95 -6.81
7 DSFI 59 55 -4 -6.78
8 AGRO 326 304 -22 -6.75
9 DPUM 89 83 -6 -6.74
10 MASA 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,025 27,250 -775 -2.77
2 BBRI 3,190 3,130 -60 -1.88
3 BRIS 825 770 -55 -6.67
4 BBNI 4,590 4,540 -50 -1.09
5 BEST 169 168 -1 -0.59
6 PURA 136 144 8 5.88
7 TLKM 2,810 2,780 -30 -1.07
8 DEAL 132 144 12 9.09
9 BMRI 5,475 5,300 -175 -3.20
10 TOWR 1,025 1,020 -5 -0.49