Milenial Perhutani Berinovasi: Sawah Masalah Jadi Rupiah

Milenial Perhutani Berinovasi: Sawah Masalah Jadi Rupiah Kredit Foto: Perum Perhutani

Perwakilan milenial Perum Perhutani meraih juara kedua kategori business strategy dalam ajang Millennial Innovation Summit yang diselenggarakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan judul inovasi "Sawah, Masalah Jadi Rupiah".

Perhutani mengirimkan 2 (dua) perwakilannya yaitu Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), Bluluk Munawar Sukowati, dan Expert Muda Sales Executive, Doddy Juli Irawan. Munawar menjelaskan, inovasi yang diajukan berupa pemanfaatan kawasan hutan bersama masyarakat yang telah diimplementasikan di BKPH Bluluk, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga: Perhutani Groundbreaking Jateng Valley

"Berusaha mengubah mindset pengelolaan hutan yang menyesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk itulah, kayu putih kami lihat sebagai solusi, di mana kayu putih dapat bertahan pada lahan becek, cepat dipanen, dan petani dapat menggarap lahan dengan tanaman pertanian yang sesuai. Selain itu, meningkatkan produktivitas dan kualitas ekologi lahan," ujar Munawar.

Sementara itu, Doddy mengutarakan bahwa Perhutani selama ini mengedepankan metode pendekatan sosial untuk menumbuhkan empati masyarakat agar tergerak mendukung Perhutani dan turut serta menjaga kelestarian hutan. Masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi untuk peningkatan kesejahtaeraan.

Dari hasil penerapan inovasi tersebut, penanaman kayu putih diproyeksikan dapat menyelesaikan permasalahan sawah hingga 1.392,90 ha di tahun 2022 dengan proyeksi menambah pendapatan sebesar Rp8,5 miliar pada tahun 2025.

Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani, Asep Rusnandar, menyampaikan bahwa Perhutani memberikan ruang dan dukungan bagi para milenial untuk mengembangkan diri dan berinovasi menjadi lebih profesional.

"Perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik sangat diharapkan hadir dari milenial. Yang tentunya sejalan dengan tujuan pada misi Perhutani, yaitu mengelola hutan secara lestari, bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan lingkungan, serta mengoptimalkan bisnis kehutanan," ujar Doddy.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini