Pakar Jelaskan Beda Hilang Penciuman Akibat Corona dan Flu Biasa

Pakar Jelaskan Beda Hilang Penciuman Akibat Corona dan Flu Biasa Kredit Foto: Shutterstock

Kehilangan penciuman yang dapat menyertai infeksi virus corona adalah gejala unik dan berbeda dari yang dialami oleh orang yang menderita demam atau flu parah, menurut sekelompok peneliti di Eropa yang telah mempelajari pengalaman pasien.

Ketika pasien Covid-19 kehilangan penciuman, itu cenderung terjadi secara tiba-tiba dan dalam tingkat yang parah.

Baca Juga: Seluruh Rakyat Australia Dipastikan Dapat Vaksin Covid-19

Dan hidung mereka biasanya tidak tersumbat atau meler kebanyakan orang yang terinfeksi virus corona masih bisa bernapas lega. Hal lain yang membedakan mereka ialah hilangnya kemampuan merasa.

Bukannya kemampuan merasa mereka agak terganggu karena indera penciuman yang tidak berfungsi, kata para peneliti dalam makalah di jurnal Rhinology. Para pasien virus corona yang kehilangan indera perasa benar-benar tidak mampu membedakan antara pahit atau manis.

Para pakar menduga hal ini dikarenakan virus menyerang sel saraf yang terlibat langsung dengan sensasi penciuman dan rasa.

Gejala utama virus corona adalah:

  • suhu tubuh tinggi
  • batuk terus menerus
  • kehilangan indera penciuman atau perasa

Siapapun yang mengalami gejala ini harus mengisolasi diri dan menjalani tes usap untuk mengecek apakah mereka telah terinfeksi virus. Orang-orang di rumah tangga mereka juga harus diisolasi demi mencegah kemungkinan penyebaran.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini