Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Peringkat Satu, Anies Baswedan Tinggalkan Ridwan Kamil & Ganjar

Peringkat Satu, Anies Baswedan Tinggalkan Ridwan Kamil & Ganjar
WE Online, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai sebagai kepala daerah yang paling memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap krisis selama pandemi Covid-19 berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia. Ia berada di peringkat pertama dengan nilai 72,9 dari 100.

"Anies Baswedan paling tinggi, tapi beda tidak terlalu banyak dengan Ridwan Kamil dan Ganjar," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalan rilis yang disampaikan secara virtual, Kamis (20/8/2020).

Baca Juga: Anies Baswedan Gandeng KSAD dan Polri Tangani Covid-19

Peringkat kedua ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan nilai 72,1. Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tepat berada di bawahnya dengan nilai 72,0.

Kepekaan Anies terhadap krisis Covid-19 berdampak baik pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). DKI Jakarta menjadi provinisi terefektif kedua dalam menjalankan kebijakan tersebut.

"Sumatera Barat paling tinggi, terus DKI Jakarta (skor 66,3), Jawa Barat (skor 66,3), Jawa Tengah (skor 65,8), Riau (skor 62,3)," ujar Burhanuddin.

DKI Jakarta juga mendapatkan nilai paling tinggi karena menjadi provinsi yang berhasil menekan angka kematian akibat Covid-19. "Sebanyak 67,6 persen responden menilai DKI Jakarta paling efektif. Jawa Barat di urutan kedua dengan skor 67,4 persen dan Sumbar 67,2 persen," ujar Burhanuddin.

Survei tersebut digelar Indikator Politik sejak awal Juli hingga awal Agustus 2020. Adapun jumlah responden sebanyak 304 elite dari 20 kota di Indonesia.

Ihwal tingkat kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta yang rendah, Anies mengaku senang. Menurut Anies, persentase kematian di DKI Jakarta lebih rendah dari seluruh wilayah di Indonesia yang terimbas pandemi yang bermula dari Wuhan (China) itu.

"Alhamdulillah atas izin Allah, dengan ikhtiar itu, maka di Jakarta ini tingkat fatalitasnya separuh dari tempat-tempat lain yang mengalami wabah seperti Jakarta," kata Anies, Kamis (20/8/2020).

Adapun terkait angka positif Covid-19 yang terus meningkat, Anies menilai bukanlah sebagai kabar buruk, melainkan sesuatu yang menggembirakan. Karena itu, kata dia, persepsi masyarakat Jakarta dalam melihat kasus Covid-19 perlu ditata ulang.

"Kita bangun kesadaran sama-sama. Sering kali kalau dengar ditemukan kasus positif, diasosiasikan sebagai kabar buruk," kata Anies di Jakarta, Kamis.

Menurut Anies, dengan penemuan kasus baru, pihaknya bisa segera melakukan tindakan isolasi terhadap pasien positif Covid-19 sehingga risiko penularan wabah makin kecil. Sesungguhnya, Anies melanjutkan, temuan kasus positif dalam kondisi wabah artinya kabar baik.

"Karena kalau tidak ditemukan, mereka bepergian ke mana-mana menularkan wabah," katanya.

Sejauh ini, Anies mengklaim pihaknya gencar melakukan pelacakan kasus Covid-19 dengan menyasar 40 ribu penduduk Jakarta per pekan. Jumlah yang disasar di atas standar yang diberikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga tidak heran jika kasus harian di Jakarta meningkat tajam.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, apabila pelacakan terhadap warga pengidap penyakit menular itu dilakukan sekadarnya saja, akan berimbas fatal. Apalagi, saat ini sebagian besar kasus baru yang ditemukan adalah orang tanpa gejala.

"Karena dikejar, maka ketemu. Karena ketemu, angka positif jadi tinggi. Kalau mereka tidak ketemu sedang berkeliling tanpa sadar karena 2/3 tidak bergejala. Tapi kalau ketemu dengan orang tua, ketemu dengan orang yang punya penyakit bawaan, tertular, maka efeknya fatal," katanya.

Pada Kamis (20/8/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta bertambah sebanyak 595 sehingga total menjadi 31.757 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menerangkan bahwa penambahan 595 kasus Covid-19 ini adalah dari hasil tes polymerase chain reaction (PCR) pada 7.742 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.391 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 595 positif dan 5.796 negatif.

"Untuk rate tes PCR total per satu juta penduduk sebanyak 50.386. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 48.477," katanya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan sampai 19 Agustus 2020 sudah ada 665.494 sampel yang telah diperiksa dengan tes PCR untuk mengetahui jejak Covid-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium. Dari total 31.757 kasus, sebanyak 21.795 orang dinyatakan telah sembuh.

Terdapat 1.061 orang di DKI Jakarta meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 68,6 persen dan tingkat kematian 3,3 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan hari ini sebesar 7,9 persen (sebelumnya 8,6 persen). Sementara, persentase kasus positif secara total sebesar 5,9 persen (standar WHO 5 persen).

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Anies Baswedan, Covid-19, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19