Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Bikin Rugi Bandar! Ini Biang Kerok Asuransi Alami Gagal Bayar

Bikin Rugi Bandar! Ini Biang Kerok Asuransi Alami Gagal Bayar
WE Online, Jakarta -

Badai gagal bayar yang tak kunjung surut tampaknya sedang menerpa industri asuransi di Tanah Air. Belum juga tuntas kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya, kini PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life juga mengalami hal yang sama.

Jauh sebelum ada dua kasus tersebut, nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie Life, AJB Bumiputera 1912, dan PT Asuransi Bumi Asih Jaya, juga bernasib malang karena kesulitan mendapat klaim asuransinya. Jadi, ada apa dengan dunia asuransi Indonesia belakangan ini?

Baca Juga: Carut-Marut! Daftar Perusahaan Asuransi RI yang Alami Gagal Bayar

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menjelaskan bahwa banyaknya kasus gagal bayar di industri asuransi karena tidak jelasnya batas-batas antara industri perbankan dan asuransi alias melenceng dari bidang bisnisnya.

"Ini ada evolusi atau transformasi bahwa produk bank itu masuk ranah asuransi atau produk asuransi sekarang berevolusi menjadi produk bank. Jadi batas-batas asuransi dan perbankan sudah tidak jelas," ujar Irvan kepada Warta Ekonomi, Jumat (21/8/2020).

Tidak jelasnya batas-batas antara kedua industri keuangan tersebut, karena asuransi juga ditugaskan untuk mencari funding/dana dari grupnya. Contohnya, Kresna Life mereka mengumpulkan dana untuk grupnya.

Kemudian, dalam kasus jiwasraya memang dia tidak ada grup, tetapi dia mencari dana untuk menambal solvabilitas dan likuiditas permintaan suntikan dana ke Kementerian Keuangan pada 2008 ditolak.

Baca Juga: Asuransi Sinar Mas Bayar Klaim Hingga Belasan Miliar Rupiah

Nah, untuk mengatasi gap tersebut Jiwasraya melakukan revaluasi dan financial reinsurance, namun itu tidak dapat memperbaiki operasional makanya ditempuhlah dengan meluncurkan produk saving plan (yang menyebabkan Jiwasraya gagal bayar).

"Memang menghasilkan likuiditas besar tapi akibatnya dia harus menempatkan investasi di instrumen investasi yang bunganya harus lebih tinggi dari apa yang dia janjikan di produk saving plan. Jadi kesalahannya baik Jiwasraya maupun Kresna Life karena menjual produk yang menjanjikan guaranted return/fix return akibatnya mereka mencari instrumen investasi yang fix juga goreng-goreng saham," jelas Irvan.

Inilah kesalahan fatalnya, produk Saving Plan milik Jiwasraya, menurutnya, merupakan produk investasi bukan produk proteksi, di mana produk investasi harusnya adalah produk perbankan. "Jadi kesalahannya karena investasi itu dijanjikan fix return, asuransi kan proteksi tapi dia menjanjikan return karena asuransi itu kan sesuatu yang tidak pasti," paparnya.

Oleh sebab itu, dia menyarankan regulator untuk menertibkan industri asuransi dan perbankan. Kembalikan mereka ke khittahnya.

"Jadi bank harus kembali sebagai lembaga investasi dan penyimpanan dana, dan asuransi kembali menjadi lembaga proteksi. Ya proteksi itu jangan menjual produk berbalut investasi," paparnya.

Adapun terkait produk unitlink, lanjut Irvan, itu memang produk asuransi, namun ikut menyertakan investasi. Tetapi kalau Saving Plan itu produk investasi terus proteksinya baru mengikut jadi kebalikannya dari unitlink. Unitlink risiko dtanggung nasabah ada laporan ke nasabahnya, sedangkan Saving Plan tidak ada laporan ke nasabah, semua dikelola asuransi.

"Jadi hentikanlah Saving Plan karena potensi skema ponzinya besar sekali. Kan Jiwasraya hancurnya waktu saving plan disetop, nah skema ponzi seperti itu begitu disetop tidak bisa bayar lagi dia," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Irvan, regulator juga harus memperketat pengawasan karena selama ini ada regulatory supervisory gap, yakni gap antara peraturan yang demikian ketat tetapi pengawasannya lemah.

"Ibaratnya Anda membuat aturan tapi enggak pernah ditegur," cetus Irvan.

Bila hal ini tidak dilakukan, Irvan khawatir kasus serupa akan terulang kembali. Imbasnya masyarakat jadi tidak percaya lagi dengan asuransi sehingga pada akhirnya terjadi penurunan pendapatan premi asuransi.

"Pada triwulan I dan II terjadi penurunan pendapatan premi memang termasuk dampak Covid-19 tetapi Ini sudah terjadi sebelum Covid-19 karena adanya (gagal bayar) Jiwasraya dan lain-lain," tutupnya.

Baca Juga

Tag: Gagal Bayar, Asuransi, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asuransi Jiwa Kresna, PT Bumi Asih Jaya, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, Irvan Rahardjo

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19