Kenapa Pasca Reformasi Dinasti Politik Makin Kuat?

Kenapa Pasca Reformasi Dinasti Politik Makin Kuat? Kredit Foto: Antara/Setpres/Kris

Banyak partai politik yang muncul pada perjalanan reformasi pada akhirnya justru terjebak pada oligarki dan politik dinasti, kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie.

"Ada problem internal di dalam partai-partai, partai yang lahir di era reformasi," kata Jimly, Minggu (23/8) malam.

Sebenarnya, Jimly menjelaskan reformasi itu merupakan upaya untuk membalikkan keadaan yang kecenderungannya negatif supaya kembali baik, seperti Orde Lama dikoreksi Orde Baru, kemudian Orde Baru dikoreksi oleh Reformasi setelah 32 berjalan.

Baca Juga: Kader PDIP dalam Pusaran Dinasti Politik, Kali Ini Anaknya Risma

Memasuki perjalanan reformasi, kata dia, muncul partai-partai yang mengusung "democracy of law", tetapi dalam praktiknya justru berbeda. Menurut dia, kebanyakan partai yang masih saja dipimpin oleh tokoh-tokoh tua sehingga mengalami gerontokrasi.

Dikhawatirkan, kata Jimly, kecenderungannya pergantian kepemimpinan di parpol akan semakin panjang. Meski banyak tokoh muda yang sekarang ini ditunjuk menjadi menteri, kata dia, namun pada dasarnya parpol yang dipimpin golongan tua yang menentukan karena mereka adalah petugas partai.

"Sementara, partai mengalami gerontokrasi dan di dalam dirinya berubah menjadi dinasti-dinasti politik. Muncul keluarga-keluarga tertentu menjadi oligarki-oligarki politik yang berkolaborasi karena makin mahalnya demokrasi," jelasnya.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini