MPR Bakal Bentuk Majelis Syuro Dunia & Museum Konstitusi

MPR Bakal Bentuk Majelis Syuro Dunia & Museum Konstitusi Kredit Foto: Humas MPR

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan MPR RI mewacanakan pembentukan Mahkamah Kehormatan Majelis (MKM) yang bertujuan menegakan kehormatan dan keluhuran martabat anggota MPR RI. Sekaligus memantau untuk mencegah anggota MPR RI melanggar kode etik dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana diatur dalam UU MD3.

Dia mempaparkan, sebagai penggagas Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagaimana diatur dalam TAP MPR RI Nomor VI/MPR/2001, MPR RI perlu memelopori kultur etika yang baik di masyarakat melalui penegakan kode etik oleh MKM. Walaupun DPR RI dan DPD RI memiliki badan kehormatan sendiri untuk menegakkan kode etik bagi anggotanya, tidak menjadi rancu apabila MPR RI juga memiliki badan kehormatan tersendiri.

"Masing-masing lembaga memiliki pedoman dan tata kerja yang berbeda, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Tata Tertib dan Kode Etik masing-masing lembaga," ujar Bamsoet usai memimpin Rapat Pimpinan MPR RI, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: Bamsoet Ingatkan Anak Muda Harus Selalu Berpedoman pada Pancasila

Baca Juga: Utang RI Makin Berkembang Biak, Sri Mulyani Berteriak

Turut hadir Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad serta Wakil Ketua MPR RI lainnya yang hadir secara virtual, antara lain Ahmad Basarah, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, dan Arsul Sani.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, pada Oktober 2020 MPR RI akan menyelenggarakan konferensi tentang etika kehidupan berbangsa dan bernegara serta pentingnya penataan infrastruktur etika jabatan publik untuk mengkaji lebih jauh tentang pentingnya kehadiran Peradilan Etik di Indonesia.

Sebelum menjalankan pembentukan MKM maupun konferensi peradilan etik, dalam waktu dekat MPR RI terlebih dahulu akan menyelenggarakan HUT ke-75 MPR RI pada Sabtu (29/8/2020). Agenda diisi dengan Seminar Nasional tentang Pembentukan Majelis Syuro Dunia.

Berbagai narasumber akan menyampaikan pemaparan, antara lain Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Azyumardi Azra, Mantan Ketua Program Kajian Timur Tengah UI M Luthfi Zuhdi, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara UI Fitra Arsil, dan Direktur Sosial Budaya Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemenlu RI Kamapradita Isnomo.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini