Portal Berita Ekonomi Senin, 30 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 26.341.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,60% pada level 2.591.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,79% pada level 26.433.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,49% pada level 3.391.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 1,96% pada level 2.799.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,29% pada level 6.385.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS tertahan terhadap Yuan pada level 6,5781 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.120 IDR/USD.

Konsumsi Batubara Meningkat, Vale Indonesia Genjot Produksi Nikel

Konsumsi Batubara Meningkat, Vale Indonesia Genjot Produksi Nikel
WE Online, Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memutuskan untuk merevisi target produksi nikel dalam matte untuk sepanjang tahun ini dari 71 ribu ton menjadi 73,7 juta ton dari atau lebih tinggi 4 persen dibandingkan dengan hasil produksi di 2019.

"Kenaikan ini disebabkan oleh penundaan rebuild Tanur Listrik 4 yang semula dijadwalkan pada Triwulan IV-2020 menjadi Triwulan II-2021," kata CEO dan Presiden Direktur INCO, Nico Kanter saat pelaksanaan Public Expose Live 2020 di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Ia mengungkapkan jika pada Kuartal II-2020, INCO mencatatkan produksi sebanyak 18,7 juta ton nikel dalam matte dan pengiriman nikel matte sebanyak 19,89 ribu ton yang setara dengan penjualan sebesar USD185,7 juta. Produksi dan pengiriman tersebut masing-masing sebesar 6 persen dan 19 persen lebih tinggi dibanding volume produksi dan pengiriman yang direalisasikan pada Kuartal I-2020.

Baca Juga: Jadi Milik Negara, Vale Rombak Petinggi dan Rekrut Rudiantara

Sementara itu, lanjut Nico, produksi dan pengiriman pada Semester I-2020 masing-masing sebesar 18 persen dan 19 persen lebih tinggi dibanding produksi dan pengiriman pada Semester I-2019. Meski harga rata-rata realisasi nikel pada Kuartal II-2020 lebih rendah 11 persen dibanding Kuartal I-2020, namun pengiriman volume nikel matte yang lebih tinggi pada kuartal kedua menunjukkan kenaikan penjualan 6 persen dari kuartal pertama.

“Dengan pencapaian ini, kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi pada 2020. Kami menghargai kerja keras seluruh karyawan PT Vale untuk mencapai hasil yang baik pada triwulan ini, meskipun harus fokus mengantisipasi kemungkinan dampak Covid-19 pada operasi kami," papar Nico.

Lebih lanjut Nico mengungkapkan, bila dibandingkan dengan Kuartal I-2020, konsumsi HSFO dan diesel per metrik ton nikel dalam matte mengalami penurunan masing-masing sebesar 5 persen dan 9 persen, sedangkan konsumsi batubara pada Kuartal II-2020 mengalami kenaikan 18 persen.

Baca Juga: Perusahaan Tambang Ini Telan Pil Pahit: Dari Untung Jadi Buntung!

"Kenaikan konsumsi batubara tersebut sejalan dengan produksi nikel dalam matte yang lebih tinggi pada Kuartal II-2020 dan tingkat konversi batubara yang lebih baik. Harga HSFO dan diesel turun signifikan, masing-masing sebesar 22 persen dan 29 persen, sedangkan harga batubara turun 3 persen," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur INCO, Bernadus Irmanto mengungkapkan, pada tahun ini perseroan mengalokasi dana belanja modal sekitar USD110 juta-USD120 juta. "Sampai akhir Semester I-2020, kami sudah mengeluarkan USD44 juta dana belanja modal, yang sebagian besar untuk peremajaan alat-alat di pertambangan," ucap Irmanto.

Baca Juga

Tag: PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Nikel

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Kredit Foto: Antara/Basri Marzuki

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.80 3,748.03
British Pound GBP 1.00 18,939.57 18,749.71
China Yuan CNY 1.00 2,156.80 2,135.08
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,198.64 14,057.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.31 10,395.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,831.92 1,813.67
Dolar Singapura SGD 1.00 10,618.19 10,511.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,000.03 16,825.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.61 3,453.05
Yen Jepang JPY 100.00 13,670.94 13,531.00
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91