Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 24.786.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,67% pada level 2.355.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,70% pada level 23.474.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,38% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,04% pada level 2.526.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,37% pada level 5.754.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6725 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,19% terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Pentagon Kirim Pesan ke China: Senjata Anda Makin Guncang...

Pentagon Kirim Pesan ke China: Senjata Anda Makin Guncang...
WE Online, Washington -

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengecam keras tindakan China yang menembakkan beberapa misil termasuk rudal yang dijuluki "pembunuh kapal induk" ke Laut China Selatan. Menurut Pentagon tindakan Beijing semakin mengguncang situasi di kawasan sengketa tersebut.

Menurut laporan South China Morning Postada dua rudal yang ditembakkan Beijing ke kawasan Laut China Selatan pada hari Rabu. Keduanya adalah rudal DF-26 yang dijuluki sebagai rudal "pembunuh kapal induk" dan DF-21.

Baca Juga: AS Bikin Daftar Hitam Puluhan Perusahaan China, Apa Saja?

Namun, menurut Pentagon, pasukan Beijing meluncurkan sebanyak empat rudal balistik—bukan dua—selama latihan militer di sekitar kepulauan Paracel. Departemen itu mempertanyakan komitmen China tahun 2002 yang ingin menghindari kegiatan provokatif.

"Tindakan China, termasuk uji coba rudal, semakin mengguncang situasi di Laut China Selatan," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan hari Kamis waktu Washington.

"Latihan semacam itu juga melanggar komitmen RRC (Republik Rakyat China) di bawah Deklarasi 2002 tentang Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan untuk menghindari kegiatan yang akan memperumit atau meningkatkan perselisihan dan memengaruhi perdamaian dan stabilitas," lanjut pernyataan tersebut, yang dilansir AFP, Jumat (28/8/2020).

Selama dekade terakhir, China telah membangun instalasi militer di beberapa terumbu karang dan singkapan yang disengketakan di Laut China Selatan untuk menegaskan kedaulatannya atas sebagian besar wilayah yang juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan, dan Brunei.

Pentagon mengatakan latihan militer China yang dimulai 23 Agustus hingga 29 Agustus di dekat Paracel adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan RRC untuk menegaskan klaim maritim yang melanggar hukum dan merugikan tetangganya di Asia Tenggara.

Amerika Serikat telah mendesak China pada Juli lalu untuk mengurangi "militerisasi dan pemaksaan" di wilayah tersebut.

"Sebaliknya, RRC memilih untuk meningkatkan aktivitas latihannya dengan menembakkan rudal balistik," katanya.

Sebelumnya pada hari Kamis, Beijing mengecam Washington atas penjatuhan sanksi terhadap dua lusin perusahaan milik negara China yang terlibat dalam membangun dan memasok pangkalan China di Laut China Selatan.

"Kata-kata AS sangat mengganggu urusan dalam negeri China...itu sepenuhnya logika tirani dan politik kekuasaan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian. (Baca juga: 62 Perwira Tinggi Dimutasi, Brigjen TNI Mohamad Hasan Jabat Danjen Kopassus)

"China akan mengambil langkah tegas untuk menegakkan hak dan kepentingan sah perusahaan dan individu China," katanya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Militer AS, Militer China, China (Tiongkok), Laut China Selatan, Militer

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: AP Photo

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10