Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 24.786.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,67% pada level 2.355.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,70% pada level 23.474.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,38% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,04% pada level 2.526.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,37% pada level 5.754.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6725 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,19% terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Wishnutama x Dirut Garuda, Bali Jadi Target Sasaran

Wishnutama x Dirut Garuda, Bali Jadi Target Sasaran
WE Online, Jakarta -

Pemerintah terus berusaha keras untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata terutama di destinasi utama seperti Pulau Bali. Salah satu upayanya adalah berkolaborasi dengan Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan langsung dari berbagai negara potensial.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyampaikan, pihaknya dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sering melakukan diskusi.

Baca Juga: Kemenparekraf Dorong Inovasi Teknologi di Sektor Pariwisata

"Memang Mas Menteri [Wishnutama] ini paling sering Garuda diskusi. Kami akan ada di garda terdepan dan berpartisipasi aktif mewujudkan ide-ide Kemenpar quality tourism bisa jalan," ujar Irfan saat live di akun instagram @garuda.indonesia, Jumat (28/8/2020).

Irfan menjelaskan, pihak Kemenparekraf telah banyak berdiskusi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan terutama dari destinasi internasional yang belum pernah dijamah Indonesia sebelumnya.

"Direct flight dari beberapa negara dengan spending tinggi dan waktu tinggal di Indonesia yang lebih lama karena biasanya yang datang dari tempat jauh dan sudah tua," ujar Irfan.

Irfan menilai, Bali selalu menjadi destinasi wisata bagi pasangan baru menikah alias honeymoon dan berlibur lainnya. Pihaknya pun berkomitmen mendatangkan wisatawan dari berbagai negara yang berkualitas dari sisi pengeluaran maupun waktu tinggal di Bali lebih lama.

Irfan berkomitmen membawa orang luar negeri ke Indonesia sebagai wisatawan dan bukan membawa orang Indonesia ke luar negeri. Pasalnya, salah satu yang disasar dari wisatawan mancanegara adalah devisa langsung yang didapatkan negara.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam wawancara pada live instagram tersebut mengamini apa yang disampaikan Irfan.

Wisnu mengatakan, dirinya menginginkan agar pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia diperluas dan tidak lagi hanya mengandalkan wisatawan dari negara itu-itu saja.

"Kami siapkan strategi, Indonesia mendatangkan wisatawan itu supaya tidak dari negara itu-itu saja, kalau dari Australia, dari Australia terus. Saya dan mas Irfan paling sering diskusi, ada ide-ide gila yang sudah dapat persetujuan presiden dan akan diwujudkan dalam waktu dekat ini," ujar Wishnu, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga

Tag: Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wishnutama Kusubandio, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, Bali

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Twitter/GS_IDN

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10