Alamak! Polsek Ciracas Diserang, Menhan Prabowo Cuma Bilang...

Alamak! Polsek Ciracas Diserang, Menhan Prabowo Cuma Bilang... Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Markas Polsek Ciracas di Jakarta Timur kembali diserang dan dibakar. Ratusan orang tidak dikenal merangsek, merusak, dan membakar beberapa unit kendaraan. Sejumlah personel polisi dan warga sipil terluka. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, ikut bicara terkait insiden yang dua tahun lalu pernah terjadi ini. Sayang, bicaranya irit. 

Penyerangan terjadi sekitar pukul 02:00 dini hari kemarin. Rekaman penyerangan beredar luas di media sosial. Dalam salah satu rekaman itu terlihat sejumlah orang lari berhamburan masuk ke halaman parkir Mapolsek Ciracas. Orang-orang yang memakai masker itu membawa berbagai senjata. Mulai dari parang, balok kayu, besi panjang, tongkat baseball, hingga pistol.

Baca Juga: TNI Kantongi 41 Nama di Kasus Polsek Ciracas, 3 Orang Ngaku....

Dua mobil yang terparkir di halaman, yakni mobil dinas Wakapolsek Ciracas dan satu unit bus operasional, langsung dirusak. Kaca-kacanya dipecahkan, kapnya dipukuli. 

Seorang yang memakai sweater dengan hoodie (kupluk) dan celana pendek sempat terlihat menodongkan senpi ke arah mobil yang tengah dirusak. Video lain menunjukkan kobaran api, yang rupanya berasal dari mobil Mitsubishi Xpander dan Isuzu D-Max yang dibakar. 

Bukan cuma kendaraan, sejumlah kaca di Mapolsek juga hancur ditimpuki batu. Pagarnya rebah ke tanah. Dalam insiden ini, tiga anggota korps baju cokelat terluka, dikeroyok pelaku. Dua di antaranya dirawat di rumah sakit. 

Baca Juga: Polsek Ciracas Diserang, Dandim Tegaskan Tak Ada TNI Terlibat

Selain Mapolsek Ciracas, seratusan orang yang konvoi dengan sepeda motor itu juga menyerang Pospol Pasar Rebo. Juga merusak gerobak-gerobak PKL di sepanjang jalan. Halte Trans Jakarta tak luput dari perusakan. Sejumlah warga sipil yang melintas di sekitaran lokasi juga jadi korban. Mereka dicegat. Kemudian dianiaya. Mobilnya dirusak.

Apa penyebabnya? Penyerangan ini rupanya dipicu kabar bohong alias hoaks. Dibilang, ada pengeroyokan seorang anggota TNI AL, Prada MI. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyebut, Prada MI jatuh dari motor di Arundina, Cibubur, Kamis (27/8/2020) malam, pukul 10. 

Padahal berdasarkan hasil visum, keterangan saksi, dan rekaman CCTV, Prada MI adalah korban kecelakaan tunggal. Namun, dia mengaku kepada rekan-rekan seangkatannya di Tamtama angkatan 2017, dikeroyok sekelompok orang.

“Versi lain, yang bersangkutan lapor ke komandannya itu menyampaikan kecelakaan tunggal,” ujar Dudung, kemarin. 

Baca Juga: Isu Wajib Militer, Nadiem Tak Pernah Diajak Bicara Prabowo: Kaget

Karena “pemelintiran” informasi itu, rekan-rekan Prada MI merasa panas. Mereka kemudian turun ke jalan, merusak sejumlah fasilitas umum, mengeroyok warga, hingga berujung perusakan Polsek Ciracas.

“Secara brutal mereka rusak toko masyarakat di sekitar dan lari ke arah Polsek Pasar Rebo, di polsek mereka merusak juga dan lanjut ke Polsek Ciracas,” bebernya. 

Para oknum TNI itu baru membubarkan diri setelah Batalyon 201 dikerahkan. Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha atau Yonmek 201/JY merupakan Batalyon Infanteri Mekanis yang berada di bawah Komando Brigif Mekanis 1 PIK/Jaya Sakti, Kodam Jaya. Markas batalyon berkedudukan di Jalan Raya Bogor KM 26 Gandaria, Jakarta Timur.

Beberapa oknum TNI yang diduga melakukan perusakan, sudah diamankan POM TNI untuk menjalani pemeriksaan. Prada MI juga sudah dimintai keterangan. Dia sudah mengakui kalau lukanya akibat kecelakaan tunggal. Motifnya menyebarkan informasi palsu soal kecelakaannya itu, masih didalami. Dudung Abdurachman meminta seluruh komandan satuan untuk menyerahkan anggota masing-masing jika ada yang terlibat penyerangan Markas Polsek Ciracas. 

Mengantisipasi kejadian serupa, semalam, anggota TNI turut menjaga Mapolsek Ciracas. Mereka mendirikan tenda di halaman Mapolsek. Beberapa personel Polisi Militer (PM) juga tampak di sana. Ini bukan kali pertama Mapolsek Ciracas dirusak. Sebelumnya, akhir 2018, Mapolsek ini juga dirusak dan dibakar oleh massa. Pemicunya, mereka tidak puas atas penanganan kasus pengeroyokan anggota TNI yang ditangani Polsek Ciracas. 

Ditanyai soal ini, Menhan Prabowo Subianto hanya berkomentar singkat.

“Iya, nanti saya pelajari, ya,” ujarnya di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, kemarin. 

Terpisah, Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta TNI dan Polri mulai merumuskan cara meredam konflik. Dia menilai, selama ini upaya itu sudah dilakukan di tingkat elite TNI dan Polri. Namun, tidak di akar rumput.

“Jadi harus diurut masalahnya, agar di akar rumput tidak terulang kembali. Misalnya, rutin kegiatan bersama antara TNI dan Polri. Sehingga tidak ada miskomunikasi lagi,” ujar Dave. 

Dave juga menyarankan TNI dan Polri melakukan kerja sama dalam pengusutan kasus ini. Jadi mereka tahu akar masalah yang harus “dipotong”. Politikus Partai Golkar itu juga berharap hasil penyelidikan dan penyidikan dibuka secara transparan ke publik agar bisa meredam kecurigaan di antara kedua lembaga.

“Nanti kita minta hasilnya juga kita minta apa tahapan supaya enggak terjadi lagi,” tandasnya. 

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengutuk keras perusakan dan pembakaran Mapolsek tersebut. “Polisi harus segera mengusut tuntas sehingga informasi yang beredar di masyarakat tidak simpang siur,” tegas Azis, kemarin. “Intelijen Kepolisian juga harus sering menyerap informasi dan melakukan deteksi dini. Sehingga upaya Preventif dapat dilakukan dan peristiwa ini tidak terulang,” imbuhnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini